Pembelian produk ramah lingkungan di platform social commerce (S-commerce) terbukti dipengaruhi kuat oleh ulasan positif di media digital dan kesadaran lingkungan konsumen. Temuan ini diungkap oleh Ni Putu Inten Nindya Paramitha, Akhmad Saufi, dan Rosyia Wardani dari Universitas Mataram dalam penelitian yang dipublikasikan tahun 2026. Hasil ini penting karena menunjukkan bagaimana faktor digital dan psikologis membentuk perilaku konsumsi berkelanjutan di era belanja online.
Perubahan perilaku konsumsi global semakin mengarah pada produk ramah lingkungan seiring meningkatnya kesadaran terhadap dampak kerusakan lingkungan. Di Indonesia, tren ini juga terlihat, dengan mayoritas konsumen mulai mempertimbangkan aspek keberlanjutan dalam keputusan pembelian. Di sisi lain, perkembangan S-commerce membuat interaksi antara konsumen semakin intens melalui ulasan, rekomendasi, dan pengalaman berbagi di media sosial.
Cara Penelitian Dilakukan
Penelitian ini melibatkan 150 konsumen S-commerce yang pernah membeli produk ramah lingkungan. Data dikumpulkan melalui kuesioner online menggunakan skala penilaian, lalu dianalisis untuk melihat hubungan antar faktor yang memengaruhi keputusan pembelian.
Berdasarkan tabel karakteristik responden (halaman 6), mayoritas responden adalah perempuan (72,67%) dan berusia 17–30 tahun (84%), dengan dominasi mahasiswa sebagai pengguna utama S-commerce.
Variabel yang dianalisis meliputi:
- Electronic Word of Mouth (eWOM) positif
- Green awareness (kesadaran lingkungan)
- Product utility (manfaat produk)
- Keputusan pembelian produk ramah lingkungan
Temuan Utama
Hasil penelitian menunjukkan pengaruh yang signifikan:
- Ulasan positif (eWOM) berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian
- Kesadaran lingkungan juga berpengaruh positif signifikan
- Product utility memperkuat pengaruh keduanya secara signifikan
- Model penelitian mampu menjelaskan 81,3% variasi keputusan pembelian (halaman 9)
Temuan ini menegaskan bahwa konsumen tidak hanya dipengaruhi oleh informasi digital, tetapi juga oleh kesadaran pribadi terhadap lingkungan. Selain itu, manfaat nyata produk tetap menjadi pertimbangan utama sebelum membeli.
Makna Temuan
Penelitian ini menunjukkan bahwa rekomendasi dan ulasan positif di media sosial memiliki peran besar dalam membentuk kepercayaan dan keputusan pembelian. Konsumen cenderung mengikuti pengalaman orang lain, terutama dari teman, keluarga, atau komunitas digital.
Di sisi lain, kesadaran lingkungan mendorong perubahan perilaku konsumsi menjadi lebih bertanggung jawab. Konsumen yang memahami dampak lingkungan dari produk akan lebih memilih produk ramah lingkungan.
Paramitha dan tim dari Universitas Mataram menegaskan bahwa keputusan membeli produk hijau tidak hanya didorong oleh kepedulian lingkungan, tetapi juga oleh manfaat produk seperti kualitas, efektivitas, dan kepuasan yang dirasakan pengguna.
Dampak bagi Dunia Usaha
Hasil penelitian ini memberikan arah strategis bagi pelaku bisnis:
- Memanfaatkan ulasan positif dan rekomendasi digital sebagai alat pemasaran utama
- Meningkatkan edukasi konsumen tentang pentingnya konsumsi ramah lingkungan
- Menonjolkan manfaat nyata produk, bukan hanya klaim ramah lingkungan
- Mengoptimalkan platform S-commerce untuk kampanye keberlanjutan
Bagi masyarakat, temuan ini menunjukkan bahwa interaksi digital dan kesadaran individu dapat bersama-sama mendorong gaya hidup yang lebih berkelanjutan.
Profil Penulis
- Ni Putu Inten Nindya Paramitha – Universitas Mataram, Indonesia
- Akhmad Saufi – Universitas Mataram, Indonesia
- Rosyia Wardani – Universitas Mataram, Indonesia
Sumber Penelitian
Judul: Positive Effect of Electronic Word of Mouth (eWOM) and Green Awareness on Green Product Purchases Moderated by Product Utility in S-Commerce
Jurnal: International Journal of Business and Applied Economics (IJBAE)
Tahun: 2026
DOI: https://doi.org/10.55927/ijbae.v5i2.7

0 Komentar