Gambar Ilustrasi AI
FORMOSA NEWS - Jakarta - Rekonstruksi Pendidikan Kewarganegaraan Dinilai Kunci Cetak SDM Kreatif dan Kompetitif Global. Penelitian yang dilakukan oleh Purnomo Ananto dan Carissa Dwilanisusantya dari Politeknik Negeri Media Kreatif dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) edisi Vol. 5 No. 3 Tahun 2026 menyoroti bahwa pentingnya integrasi pendidikan karakter dan kecakapan hidup dalam pendidikan kewarganegaraan untuk menjawab tuntutan industri kreatif yang terus berkembang.
Penelitian yang dilakukan oleh Purnomo Ananto dan Carissa Dwilanisusantya dari Politeknik Negeri Media Kreatif menyoroti bahwa sistem pendidikan saat ini masih terlalu menekankan aspek kognitif, sementara kebutuhan dunia kerja menuntut kemampuan adaptif, etika, dan kreativitas yang lebih kuat.
Ketimpangan Pendidikan dan Kebutuhan Industri
Perubahan global yang dipicu oleh digitalisasi dan ekonomi kreatif menuntut sistem pendidikan menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan hidup dan karakter kuat. Namun, realitas di Indonesia menunjukkan adanya kesenjangan antara tujuan pendidikan dan praktik di lapangan. Peneliti menjelaskan bahwa pendidikan kewarganegaraan selama ini masih berfokus pada teori dan nilai normatif, seperti nasionalisme dan kewajiban warga negara, tanpa diimbangi dengan keterampilan praktis. Akibatnya, lulusan sering kali kurang siap menghadapi dinamika dunia kerja, terutama di sektor industri kreatif yang berbasis ide dan inovasi.
Pendekatan Penelitian: Menggali Pengalaman Nyata
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, yang menekankan pada pengalaman langsung para peserta. Sebanyak 18 responden terlibat, terdiri dari 6 dosen, 9 mahasiswa, dan 3 praktisi industri kreatif.
Data dikumpulkan melalui:
Ketimpangan Pendidikan dan Kebutuhan Industri
Perubahan global yang dipicu oleh digitalisasi dan ekonomi kreatif menuntut sistem pendidikan menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan hidup dan karakter kuat. Namun, realitas di Indonesia menunjukkan adanya kesenjangan antara tujuan pendidikan dan praktik di lapangan. Peneliti menjelaskan bahwa pendidikan kewarganegaraan selama ini masih berfokus pada teori dan nilai normatif, seperti nasionalisme dan kewajiban warga negara, tanpa diimbangi dengan keterampilan praktis. Akibatnya, lulusan sering kali kurang siap menghadapi dinamika dunia kerja, terutama di sektor industri kreatif yang berbasis ide dan inovasi.
Pendekatan Penelitian: Menggali Pengalaman Nyata
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, yang menekankan pada pengalaman langsung para peserta. Sebanyak 18 responden terlibat, terdiri dari 6 dosen, 9 mahasiswa, dan 3 praktisi industri kreatif.
Data dikumpulkan melalui:
- Wawancara mendalam.
- Observasi partisipatif di kelas.
- Analisis dokumen kurikulum.
Analisis dilakukan dengan model interaktif yang menyaring, menyajikan, dan menarik kesimpulan dari data secara sistematis.
Temuan Utama: Integrasi Tiga Pilar Pendidikan
Penelitian ini menemukan bahwa integrasi tiga komponen pendidikan kewarganegaraan, pendidikan karakter, dan pendidikan kecakapan hidup memiliki peran strategis dalam membentuk SDM unggul.
Beberapa temuan utama meliputi:
Temuan Utama: Integrasi Tiga Pilar Pendidikan
Penelitian ini menemukan bahwa integrasi tiga komponen pendidikan kewarganegaraan, pendidikan karakter, dan pendidikan kecakapan hidup memiliki peran strategis dalam membentuk SDM unggul.
Beberapa temuan utama meliputi:
- Pendidikan masih terlalu teoritis. Pembelajaran lebih banyak menekankan hafalan dan konsep, bukan praktik atau pengalaman nyata.
- Kecakapan hidup sering disalahartikan. Banyak dosen dan mahasiswa menganggap life skills hanya sebagai keterampilan teknis, padahal mencakup kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan adaptasi.
- Karakter belum terintegrasi secara praktis. Nilai-nilai seperti integritas dan tanggung jawab diajarkan secara normatif, tetapi jarang diterapkan dalam kegiatan pembelajaran.
- Kesenjangan dengan kebutuhan industri kreatif. Dunia industri membutuhkan SDM yang inovatif dan kolaboratif, sementara kurikulum belum sepenuhnya mendukung hal tersebut.
Menurut peneliti, integrasi ketiga aspek ini dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki etika dan tanggung jawab sosial.
Dampak bagi Dunia Pendidikan dan Industri
Dampak bagi Dunia Pendidikan dan Industri
Hasil penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan kewarganegaraan dapat berperan lebih dari sekadar mata pelajaran wajib. Jika direkonstruksi dengan pendekatan yang tepat, mata pelajaran ini dapat menjadi fondasi utama dalam membangun SDM kreatif.
Implikasi penting dari penelitian ini antara lain:
- Bagi perguruan tinggi: Perlu mengembangkan kurikulum berbasis kompetensi yang menggabungkan nilai, keterampilan, dan praktik nyata.
- Bagi pemerintah: Kebijakan pendidikan harus mendukung integrasi pendidikan karakter dan life skills untuk memperkuat sistem merit dan daya saing nasional.
- Bagi industri kreatif: Kolaborasi dengan dunia pendidikan menjadi penting untuk memastikan lulusan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Penelitian ini juga menyoroti bahwa lemahnya sistem merit di Indonesia tidak hanya disebabkan oleh faktor birokrasi, tetapi juga oleh sistem pendidikan yang belum optimal dalam membentuk kompetensi dan integritas.
Profil Penulis
Purnomo Ananto adalah akademisi di Politeknik Negeri Media Kreatif yang fokus pada pendidikan kewarganegaraan, pengembangan sumber daya manusia, dan industri kreatif.
Carissa Dwilanisusantya merupakan peneliti dan dosen di Politeknik Negeri Media Kreatif, dengan minat riset pada pendidikan karakter, kurikulum, dan pengembangan kompetensi abad ke-21.
Sumber Penelitian
Ananto, Purnomo & Dwilanisusantya, Carissa. (2026). Reconstruction of Civic Education Thought to Develop Life Skills and Character of Human Resources in the Creative Industry. Formosa Journal of Applied Sciences, Vol. 5 No. 3, halaman 933–948.
DOI: https://doi.org/10.55927/fjas.v5i3.36
URL: https://journalfjas.my.id/index.php/fjas

0 Komentar