Rekayasa Arus Lalu Lintas Kurangi Kemacetan Simpang Pasar Bambaru Palu

Ilustrasi by AI

Palu — Penelitian Nurul Faidah, Taslim Bahar, dan Arief Setiawan dari Universitas Tadulako yang dipublikasikan tahun 2026 menunjukkan bahwa pengaturan arus lalu lintas di kawasan Pasar Bambaru mampu meningkatkan kinerja simpang jalan utama di sekitarnya, terutama pada simpang Jalan Teuku Umar dan Jalan Hos Cokroaminoto. Studi ini menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas berbasis analisis kapasitas jalan dapat mengurangi tingkat kemacetan di kawasan pasar perkotaan.

Pasar Bambaru merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat Kota Palu yang terletak di persimpangan strategis Jalan Teuku Umar, Jalan Hos Cokroaminoto, dan Jalan Dg Pawindu. Aktivitas perdagangan, parkir di badan jalan, serta kegiatan bongkar muat barang di tepi jalan menyebabkan hambatan samping tinggi yang berkontribusi terhadap penurunan kecepatan kendaraan dan peningkatan kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut.

Penelitian ini menganalisis kinerja dua simpang tak bersinyal utama di sekitar Pasar Bambaru menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Analisis dilakukan berdasarkan data survei volume kendaraan, hambatan samping, serta pergerakan kendaraan pada jam puncak aktivitas pasar.

Data lalu lintas dikumpulkan melalui survei lapangan dari pukul 06.30 hingga 19.00 WITA. Kendaraan yang diamati meliputi sepeda motor, kendaraan ringan, dan kendaraan berat yang kemudian dikonversi menjadi satuan mobil penumpang per jam untuk mengukur kapasitas simpang secara akurat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume lalu lintas tertinggi pada simpang Jalan Teuku Umar dan Jalan Hos Cokroaminoto mencapai 1307,5 smp per jam pada periode puncak sore hari. Nilai derajat kejenuhan tercatat sebesar 0,67 dengan tundaan simpang sekitar 8,89 detik per kendaraan sebagaimana dijelaskan dalam hasil analisis kinerja simpang pada halaman 1507 artikel.

Setelah dilakukan pengaturan arus lalu lintas di kawasan pasar, volume kendaraan pada simpang yang sama menurun menjadi 1252,5 smp per jam dengan derajat kejenuhan sebesar 0,62. Kondisi ini menunjukkan peningkatan tingkat pelayanan jalan dari kategori sebelumnya menuju Level of Service B, yang menandakan arus lalu lintas masih stabil dan kendaraan tetap dapat bergerak relatif lancar.

Sementara itu, simpang Jalan Hos Cokroaminoto dan Jalan Dg Pawindu menunjukkan kinerja yang lebih baik sejak awal pengamatan. Volume kendaraan maksimum tercatat sebesar 489,30 smp per jam dengan derajat kejenuhan 0,28 dan tundaan sekitar 5,52 detik per kendaraan. Nilai tersebut termasuk kategori Level of Service A yang menggambarkan kondisi arus bebas dengan kecepatan tinggi dan hambatan rendah.

Setelah pengaturan lalu lintas dilakukan, kinerja simpang tersebut tetap stabil dengan derajat kejenuhan sebesar 0,29 dan tundaan sekitar 5,57 detik per kendaraan. Hal ini menunjukkan bahwa rekayasa lalu lintas tidak hanya meningkatkan kinerja simpang yang padat, tetapi juga menjaga stabilitas simpang yang sudah optimal.

Penelitian ini juga mencatat bahwa aktivitas pasar menghasilkan tarikan pergerakan kendaraan hingga 1360 kendaraan per jam sepanjang waktu operasional pasar sebagaimana terlihat pada hasil analisis pergerakan kendaraan di kawasan Pasar Bambaru pada halaman 1503 artikel. Kondisi ini memperlihatkan besarnya pengaruh aktivitas ekonomi terhadap dinamika lalu lintas perkotaan.

Menurut Nurul Faidah dari Universitas Tadulako, pengelolaan parkir di badan jalan dan pengaturan aktivitas bongkar muat menjadi langkah penting untuk menjaga kapasitas jalan tetap optimal di kawasan pasar.

Taslim Bahar dari Universitas Tadulako menjelaskan bahwa penerapan rekayasa lalu lintas berbasis data lapangan memungkinkan pemerintah daerah merancang kebijakan transportasi yang lebih tepat sasaran.

Arief Setiawan dari Universitas Tadulako menambahkan bahwa evaluasi kinerja simpang secara berkala diperlukan untuk memastikan sistem transportasi perkotaan tetap mampu menyesuaikan diri dengan pertumbuhan aktivitas ekonomi masyarakat.

Penelitian ini memberikan rekomendasi agar pemasangan rambu larangan parkir dan pengaturan aktivitas kendaraan di tepi jalan dilakukan secara konsisten guna mengurangi hambatan samping yang menjadi penyebab utama kemacetan di kawasan Pasar Bambaru.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa rekayasa lalu lintas berbasis analisis kapasitas jalan dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kelancaran transportasi di kawasan perdagangan perkotaan yang padat aktivitas.

Nurul Faidah merupakan peneliti dari Universitas Tadulako. Taslim Bahar merupakan peneliti dari Universitas Tadulako. Arief Setiawan merupakan peneliti dari Universitas Tadulako.

Sumber penelitian:
Intersection Performance Analysis of Jl. Teuku Umar – Jl. Hos Cokroaminoto and Jl. Hos Cokroaminoto – Jl. Dg Pawindu Through Traffic Flow Engineering in Bambaru Market Area
East Asian Journal of Multidisciplinary Research, 2026

Posting Komentar

0 Komentar