Petani Padi Nilai Penyuluh Pertanian Efektif Tingkatkan Produksi di Barumun

Ilusstrasi by AI

Penelitian tahun 2026 oleh Sri Kurniawati, Sutan Pulungan, Rasmita Adelina, Yusriani Nasution, dan Nggelem Ginting dari Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan menunjukkan bahwa petani padi di Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas, menilai peran penyuluh pertanian sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan dan hasil usaha tani. Studi yang dilakukan pada Februari hingga Juni 2025 ini menegaskan pentingnya penyuluhan sebagai penghubung antara pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan petani di lapangan.

Sektor pertanian masih menjadi tulang punggung mata pencaharian masyarakat Indonesia. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, minat terhadap pertanian cenderung menurun, sementara tantangan seperti keterbatasan akses informasi, perubahan teknologi, dan pergeseran ke komoditas perkebunan semakin meningkat. Dalam situasi ini, peran penyuluh pertanian menjadi krusial untuk menjaga produktivitas dan keberlanjutan usaha tani.

Penelitian ini melibatkan 30 petani padi sawah yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu seperti usia, pendidikan, dan pengalaman bertani. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase untuk menggambarkan persepsi petani.

Hasil utama penelitian menunjukkan bahwa petani memiliki persepsi positif terhadap dua peran utama penyuluh:

  • Sebagai edukator:

  • Memberikan penjelasan teknik budidaya padi secara jelas
  • Menyampaikan informasi terbaru tentang hama dan penyakit
  • Membimbing penggunaan pupuk dan pestisida secara tepat
  • Melaksanakan pelatihan dan demonstrasi langsung di lapangan
  • Sebagai fasilitator:

  • Membantu akses pupuk bersubsidi dan benih unggul
  • Menghubungkan petani dengan program bantuan pemerintah
  • Mengorganisir kegiatan kelompok tani
  • Membantu penyelesaian masalah pertanian melalui musyawarah
  • Mendukung akses pasar hasil panen

Secara keseluruhan, penyuluh pertanian dinilai berhasil meningkatkan pengetahuan teknis sekaligus memperluas akses petani terhadap sumber daya pertanian.

Sri Kurniawati dari Universitas Graha Nusantara menjelaskan bahwa penyuluh tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penghubung antara petani dengan berbagai peluang dan dukungan. Meski demikian, ia menekankan perlunya peningkatan intensitas pendampingan dan penyesuaian materi penyuluhan agar lebih sesuai dengan kebutuhan lokal petani.

Temuan ini memiliki dampak luas. Bagi petani, penyuluhan yang efektif dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan. Bagi pemerintah, hasil ini menjadi dasar untuk memperkuat sistem penyuluhan melalui pelatihan, pendanaan, dan penyediaan sarana. Sementara bagi sektor pertanian secara umum, penyuluhan yang berkualitas dapat mempercepat adopsi inovasi dan memperkuat ketahanan pangan.

Profil Penulis

  • Sri Kurniawati - Universitas Graha Nusantara 
  • Sutan Pulungan - - Universitas Graha Nusantara 
  • Rasmita Adelina -- Universitas Graha Nusantara 
  • Yusriani Nasution - Universitas Graha Nusantara 
  • Nggelem Ginting- - Universitas Graha Nusantara 

Sumber Penelitian

Kurniawati, S., Pulungan, S., Adelina, R., Nasution, Y., & Ginting, N. (2026). Rice Farmers' Perceptions of the Role of Agricultural Extension Workers in Barumun District, Padang Lawas Regency. International Journal of Education and Life Sciences (IJELS), Vol. 4 No. 3.

DOI: https://doi.org/10.59890/ijels.v4i3.288

URL: https://ntlmultitechpublisher.my.id/index.php/ijels

Posting Komentar

0 Komentar