![]() |
| Illustration by Ai |
Kinerja Keuangan Daerah Sumatera Selatan Unggul, Studi Banding Tiga Provinsi di Sumatera
Penelitian yang dilakukan oleh Pooja Zinta Stevany, Wiralestari, dan Fredy Olimsar dari Universitas Jambi pada 2026 mengungkap perbandingan kinerja keuangan pemerintah daerah di tiga provinsi Sumatera bagian selatan—Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung—selama periode 2020–2024. Studi yang diterbitkan dalam Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) ini menunjukkan bahwa Sumatera Selatan mencatat kinerja keuangan paling stabil dan unggul secara keseluruhan, menjadikannya rujukan penting dalam pengelolaan anggaran daerah di era otonomi.
Penelitian ini penting karena mengukur bagaimana pemerintah daerah mengelola anggaran publik secara transparan, efisien, dan tepat sasaran—tiga aspek utama yang menentukan kualitas layanan publik dan kepercayaan masyarakat.
Latar Belakang: Tuntutan Transparansi di Era Otonomi Daerah
Sejak diberlakukannya otonomi daerah, pemerintah provinsi memiliki kewenangan lebih luas dalam mengelola anggaran. Namun, kebebasan ini juga menuntut akuntabilitas yang lebih tinggi.
Masalah utama yang masih sering muncul adalah pengelolaan anggaran yang belum optimal—mulai dari pemborosan, perencanaan yang tidak tepat, hingga realisasi yang tidak sesuai target. Dalam konteks ini, konsep Value for Money (VfM) menjadi alat penting untuk menilai apakah anggaran digunakan secara:
- Ekonomis (hemat biaya)
- Efisien (optimal dalam penggunaan)
- Efektif (mencapai target)
Ketiga indikator ini menjadi dasar utama dalam penelitian untuk membandingkan kinerja keuangan antarprovinsi.
Metodologi: Analisis Data APBD Lima Tahun
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan data sekunder berupa laporan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dari tahun 2020 hingga 2024.
Analisis dilakukan dengan menghitung tiga rasio utama:
- Rasio ekonomi (belanja dibanding anggaran)
- Rasio efisiensi (pengeluaran operasional)
- Rasio efektivitas (pencapaian pendapatan daerah)
Hasil dari masing-masing provinsi kemudian dibandingkan untuk melihat pola kinerja dan menentukan provinsi dengan performa terbaik.
Temuan Utama: Sumatera Selatan Paling Stabil
Hasil penelitian menunjukkan perbedaan karakter kinerja keuangan di antara ketiga provinsi.
1. Aspek Ekonomi (Penghematan Anggaran)
- Sumatera Selatan: 84,77% (terbaik) – pengeluaran konsisten di bawah anggaran
- Lampung: 83,70% – relatif baik, namun fluktuatif
- Jambi: 95,62% – mendekati batas anggaran, ruang efisiensi sempit
Semakin rendah rasio, semakin baik pengendalian pengeluaran. Dalam hal ini, Sumatera Selatan dinilai paling hati-hati dalam membelanjakan anggaran.
2. Aspek Efisiensi (Penggunaan Anggaran)
- Sumatera Selatan: 92,48% (terbaik)
- Lampung: 93,92%
- Jambi: 94,55%
Ketiga provinsi tergolong efisien, tetapi Sumatera Selatan menunjukkan konsistensi tertinggi dengan fluktuasi minimal.
3. Aspek Efektivitas (Pencapaian Pendapatan)
- Jambi: 104,68% (terbaik) – berhasil melampaui target pendapatan
- Sumatera Selatan: 92,32% – meningkat dan mencapai target pada 2024
- Lampung: 89,45% – belum pernah mencapai target selama lima tahun
Jambi unggul dalam efektivitas, namun mengalami penurunan tajam pada 2024, menandakan ketidakstabilan.
Ranking Kinerja: Sumatera Selatan di Posisi Teratas
Berdasarkan integrasi ketiga indikator, peringkat kinerja keuangan daerah adalah:
- Sumatera Selatan
- Jambi
- Lampung
Sumatera Selatan dinilai unggul karena konsistensi dalam pengelolaan anggaran dan tren peningkatan kinerja tanpa fluktuasi drastis.
Analisis Mendalam: Karakter Kinerja Tiap Provinsi
Penelitian ini juga mengungkap karakter unik masing-masing daerah:
- Jambi: Kuat dalam meningkatkan pendapatan, tetapi perlu memperbaiki efisiensi dan menghindari pengeluaran yang terlalu mendekati batas anggaran.
- Sumatera Selatan: Stabil, disiplin anggaran, dan menunjukkan sistem pengelolaan yang matang.
- Lampung: Menghadapi tantangan serius dalam efektivitas, terutama karena target pendapatan tidak tercapai dan terjadi penurunan signifikan dalam dua tahun terakhir.
Menurut Pooja Zinta Stevany dari Universitas Jambi, konsistensi menjadi faktor kunci dalam menilai kinerja keuangan daerah. “Kinerja terbaik tidak hanya ditentukan oleh capaian tinggi, tetapi juga stabilitas dan kemampuan mempertahankan hasil dari waktu ke waktu,” jelasnya.
Implikasi: Panduan Kebijakan dan Perbaikan Sistem
Hasil penelitian ini memberikan sejumlah implikasi penting:
Bagi pemerintah daerah:
- Perlu meningkatkan disiplin anggaran dan perencanaan yang realistis
- Mengoptimalkan potensi pendapatan daerah (PAD)
Bagi pembuat kebijakan:
- Data ini dapat menjadi dasar evaluasi dan perumusan kebijakan fiskal
- Praktik terbaik dari Sumatera Selatan bisa direplikasi di daerah lain
Bagi masyarakat:
- Kinerja keuangan yang baik berdampak langsung pada kualitas layanan publik
- Transparansi anggaran meningkatkan kepercayaan publik
Bagi akademisi:
- Studi ini memperkaya literatur akuntansi sektor publik, khususnya pada level provinsi
Tantangan ke Depan
Penelitian ini juga mencatat beberapa keterbatasan, seperti:
- Hanya menggunakan tiga indikator utama
- Fokus pada tiga provinsi
- Belum menganalisis faktor eksternal seperti kondisi ekonomi
Namun, hasilnya tetap memberikan gambaran komprehensif tentang bagaimana pengelolaan keuangan daerah dapat dibandingkan secara objektif.
Profil Penulis
Pooja Zinta Stevany adalah peneliti di Universitas Jambi yang fokus pada akuntansi sektor publik dan pengelolaan keuangan daerah.
Wiralestari merupakan akademisi Universitas Jambi dengan keahlian di bidang akuntansi pemerintahan dan analisis kebijakan fiskal.
Fredy Olimsar adalah dosen Universitas Jambi yang meneliti transparansi anggaran dan akuntabilitas sektor publik.

0 Komentar