Pengaruh Langsung dan Tidak Langsung Manajemen Talenta terhadap Retensi Karyawan: Model Persamaan Struktural untuk Kasus Bangladesh


Ilustrasi by AI 
FORMOSA NEWS

Strategi Talent Management Terbukti Tingkatkan Retensi Karyawan IT di Bangladesh

Penelitian terbaru yang dipublikasikan pada 2026 mengungkap bahwa strategi talent management berperan penting dalam mempertahankan karyawan di sektor teknologi informasi (IT) Bangladesh. Studi ini ditulis oleh Rashed Mahmud Shakil bersama tim peneliti dari Uttara University Bangladesh dan BGC Trust University Bangladesh. Menggunakan data dari 250 karyawan penuh waktu di industri IT, riset ini menyoroti pentingnya pendekatan manajemen talenta yang terstruktur untuk menghadapi tingginya tingkat turnover di sektor yang sedang berkembang pesat tersebut.

Industri IT Bangladesh dikenal sebagai salah satu pendorong utama ekonomi dengan kontribusi lebih dari USD 1 miliar per tahun dan pertumbuhan di atas 20 persen. Namun, pertumbuhan ini diiringi tantangan serius: sulitnya mempertahankan tenaga kerja berkualitas. Persaingan global dan tingginya permintaan tenaga IT membuat perusahaan harus mencari strategi efektif agar karyawan tetap bertahan.

Dalam konteks ini, penelitian Shakil dan tim menempatkan talent management sebagai solusi strategis. Konsep ini mencakup proses menarik, mengembangkan, memotivasi, dan mempertahankan karyawan melalui program karier, pelatihan, serta kepemimpinan yang suportif. Namun, penelitian ini tidak hanya melihat pengaruh langsung, tetapi juga mengkaji peran “job embeddedness” atau keterikatan karyawan sebagai faktor kunci.

Metode Survei dan Analisis Statistik

Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis survei terhadap 250 karyawan IT di Dhaka dan Chittagong. Responden dipilih dari pekerja penuh waktu dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja beragam.

Data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM). Teknik ini memungkinkan peneliti menguji hubungan langsung dan tidak langsung antara tiga variabel utama:

  • Talent Management (TM)
  • Job Embeddedness (JE)
  • Employee Retention (ER)

Pengukuran dilakukan dengan skala Likert lima poin dan instrumen yang telah teruji validitas serta reliabilitasnya.

Temuan Utama Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang kuat dan signifikan antara ketiga variabel tersebut:

  • Talent management meningkatkan retensi karyawan secara langsung (β = 0.251)
  • Talent management meningkatkan job embeddedness (β = 0.325)
  • Job embeddedness meningkatkan retensi karyawan (β = 0.364)
  • Job embeddedness menjadi mediator penting antara talent management dan retensi (β = 0.136)

Artinya, strategi manajemen talenta tidak hanya berdampak langsung, tetapi juga memperkuat keterikatan karyawan terhadap organisasi, yang pada akhirnya membuat mereka lebih loyal.

Menurut Rashed Mahmud Shakil dari Uttara University Bangladesh, “ketika perusahaan berinvestasi dalam pengembangan karier dan memberikan dukungan nyata, karyawan cenderung membalas dengan komitmen jangka panjang.”

Mengapa Job Embeddedness Penting?

Konsep job embeddedness merujuk pada sejauh mana karyawan merasa terhubung dengan pekerjaannya, baik melalui hubungan sosial, kesesuaian nilai, maupun risiko kehilangan jika keluar dari perusahaan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa:

  • Karyawan yang memiliki hubungan kuat dengan rekan kerja lebih sulit meninggalkan perusahaan
  • Kesesuaian nilai dengan organisasi meningkatkan rasa memiliki
  • Persepsi kerugian jika keluar (misalnya kehilangan peluang karier) memperkuat loyalitas

Dengan kata lain, keterikatan emosional dan sosial menjadi faktor yang sama pentingnya dengan gaji atau insentif finansial.

Implikasi bagi Industri dan Kebijakan

Temuan ini memberikan dampak luas bagi dunia usaha, khususnya sektor IT yang sangat bergantung pada tenaga ahli.

Perusahaan disarankan untuk:

  • Menyediakan jalur karier yang jelas dan transparan
  • Mengembangkan program pelatihan berkelanjutan
  • Membangun budaya kerja yang inklusif dan kolaboratif
  • Mendorong kepemimpinan yang suportif dan komunikatif
  • Memperkuat hubungan antar karyawan melalui kerja tim dan mentoring

Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan retensi, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif dan stabil.

Bagi pembuat kebijakan, penelitian ini menegaskan pentingnya mendukung pengembangan SDM melalui pelatihan profesional dan sertifikasi industri guna menjaga daya saing sektor IT nasional.

Kontribusi Akademik

Penelitian ini juga memperkaya kajian ilmiah dengan menggabungkan Social Exchange Theory (SET) dan konsep job embeddedness. Teori ini menjelaskan bahwa hubungan kerja didasarkan pada pertukaran timbal balik: ketika perusahaan memberi dukungan, karyawan membalas dengan loyalitas.

Dengan memasukkan job embeddedness sebagai mediator, penelitian ini memberikan pemahaman lebih mendalam tentang mekanisme psikologis di balik retensi karyawan, khususnya di negara berkembang.

Profil Penulis

Rashed Mahmud Shakil adalah akademisi di Uttara University Bangladesh yang berfokus pada manajemen sumber daya manusia dan perilaku organisasi. Ia bekerja sama dengan Md. Nizam Uddin dari BGC Trust University Bangladesh serta Sadia Arobi, Nusrat Jahan Shaila, dan Md. Abu Talha dari Uttara University Bangladesh. Tim peneliti ini memiliki keahlian di bidang HRM, manajemen talenta, dan analisis organisasi.

Sumber Penelitian

Judul: Direct and Indirect Effects of Talent Management on Employee Retention: A Structural Equation Model for the Bangladesh Case
Jurnal: International Journal of Asian Business and Management (IJABM)
Tahun: 2026
Volume: 5, Nomor: 2, Halaman: 79–96
DOI https://doi.org/10.55927/ijabm.v5i2.7
URLhttps://journalijabm.my.id/index.php/ijabm/index

Posting Komentar

0 Komentar