Ice Breaking Terbukti Tingkatkan Motivasi Belajar Seni Budaya Siswa SD di Mamboro
Sebuah penelitian terbaru dari tim akademisi Universitas Tadulako mengungkap bahwa metode “ice breaking” mampu meningkatkan motivasi belajar siswa sekolah dasar secara signifikan. Studi ini dilakukan oleh Juwita bersama Yusdin Bin M. Gagaramusu, Kadek Hariana, Dyah Rahmawati, dan Yun Ratna Lagandesa pada tahun 2026 di SDN 8 Mamboro. Hasil penelitian ini menjadi penting karena menunjukkan solusi praktis untuk mengatasi kejenuhan belajar, khususnya pada mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP).
Penelitian ini berangkat dari kondisi nyata di kelas, di mana siswa sering merasa bosan dan kurang bersemangat saat mengikuti pembelajaran. Guru juga menghadapi tantangan dalam menciptakan suasana kelas yang menarik. Padahal, mata pelajaran SBdP memiliki peran penting dalam membentuk kreativitas, ekspresi diri, serta apresiasi terhadap budaya.
Tim peneliti kemudian menguji penggunaan ice breaking, yaitu aktivitas ringan seperti permainan, yel-yel, atau cerita singkat yang bertujuan mencairkan suasana kelas. Metode ini dinilai mampu mengembalikan fokus dan semangat siswa selama proses belajar berlangsung.
Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan dua kelompok siswa kelas V. Sebanyak 37 siswa dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan ice breaking dan kelas kontrol yang belajar tanpa metode tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta tes sebelum dan sesudah pembelajaran.
Hasilnya menunjukkan perbedaan yang cukup jelas. Siswa yang mengikuti pembelajaran dengan ice breaking memiliki tingkat motivasi belajar lebih tinggi dibandingkan siswa yang tidak menggunakan metode tersebut. Nilai rata-rata siswa di kelas eksperimen mencapai 27,21, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang hanya mencapai 22,44.
Secara statistik, hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai signifikansi 0,041 pada pretest dan 0,032 pada posttest. Kedua angka ini berada di bawah batas 0,05, yang berarti perbedaan tersebut signifikan. Dengan kata lain, ice breaking terbukti efektif meningkatkan motivasi belajar siswa.
Menurut Juwita dari Universitas Tadulako, penggunaan ice breaking tidak hanya membuat suasana kelas lebih menyenangkan, tetapi juga membantu siswa menjadi lebih aktif dan kreatif. “Metode ini dapat digunakan kapan saja sesuai kondisi kelas, sehingga pembelajaran menjadi lebih hidup dan tidak monoton,” jelasnya.
Temuan ini juga memperlihatkan bahwa pembelajaran yang menyenangkan memiliki dampak langsung terhadap keterlibatan siswa. Dalam konteks SBdP, hal ini sangat penting karena mata pelajaran ini menuntut partisipasi aktif dan ekspresi kreatif siswa, seperti dalam kegiatan musik, menggambar, atau membuat kerajinan.
Dari sisi pendidikan, hasil penelitian ini memberikan implikasi luas. Guru dapat memanfaatkan ice breaking sebagai strategi sederhana namun efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Metode ini tidak membutuhkan alat khusus, sehingga mudah diterapkan di berbagai sekolah, termasuk dengan keterbatasan fasilitas.
Bagi pembuat kebijakan pendidikan, temuan ini dapat menjadi dasar untuk mendorong pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif dan berpusat pada siswa. Sementara bagi dunia pendidikan secara umum, penelitian ini menegaskan bahwa motivasi belajar bukan hanya dipengaruhi oleh materi, tetapi juga oleh cara penyampaian.
Selain itu, penggunaan ice breaking juga berpotensi meningkatkan soft skills siswa, seperti kerja sama, komunikasi, dan kepercayaan diri. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan modern yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga perkembangan karakter.
Profil Penulis
Juwita adalah peneliti dari Universitas Tadulako yang berfokus pada bidang pendidikan dasar dan strategi pembelajaran inovatif. Ia bekerja sama dengan Yusdin Bin M. Gagaramusu, Kadek Hariana, Dyah Rahmawati, dan Yun Ratna Lagandesa, yang juga berasal dari Universitas Tadulako dengan keahlian di bidang pendidikan, pembelajaran seni, dan pengembangan kurikulum.Sumber Penelitian
DOI: https://doi.org/10.55927/ijis.v5i3.18
URL : https://journalijis.my.id/index.php/ijis/index
0 Komentar