Gambar Ilustrasi AI
FORMOSA NEWS - Jakarta - Beban Kerja Tinggi Turunkan Kinerja Pegawai Setjen DPR, Kepuasan Kerja Jadi Faktor Paling Dominan. Penelitian yang dilakukan oleh Kristian Hutahuruk, Kristian Marrwan, Jubery Utama, dan Zahera Mega dari Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) edisi Vol. 5 No. 2 Tahun 2026 menyoroti bahwa beban kerja yang terlalu tinggi menurunkan kinerja pegawai, sementara kepuasan kerja justru meningkatkan performa secara signifikan.
Penelitian yang dilakukan oleh Kristian Hutahuruk, Kristian Marrwan, Jubery Utama, dan Zahera Mega dari Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) menyoroti bahwa Sekretariat Jenderal DPR RI memegang peran strategis dalam mendukung fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.
Kepuasan Kerja Jadi Faktor Paling Dominan
Berbeda dengan beban kerja, kepuasan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Koefisien regresi sebesar 0,916 menunjukkan bahwa peningkatan kepuasan kerja akan meningkatkan kinerja secara kuat. Nilai R-squared mencapai 63 persen, menjadikan kepuasan kerja sebagai faktor paling dominan dalam meningkatkan performa pegawai Setjen DPR RI.
Kepuasan kerja dalam penelitian ini dipengaruhi oleh beberapa aspek, antara lain:
Penelitian yang dilakukan oleh Kristian Hutahuruk, Kristian Marrwan, Jubery Utama, dan Zahera Mega dari Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) menyoroti bahwa Sekretariat Jenderal DPR RI memegang peran strategis dalam mendukung fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.
Kepuasan Kerja Jadi Faktor Paling Dominan
Berbeda dengan beban kerja, kepuasan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Koefisien regresi sebesar 0,916 menunjukkan bahwa peningkatan kepuasan kerja akan meningkatkan kinerja secara kuat. Nilai R-squared mencapai 63 persen, menjadikan kepuasan kerja sebagai faktor paling dominan dalam meningkatkan performa pegawai Setjen DPR RI.
Kepuasan kerja dalam penelitian ini dipengaruhi oleh beberapa aspek, antara lain:
- Fasilitas kerja.
- Dukungan atasan.
- Hubungan rekan kerja.
- Peluang pengembangan karier.
- Akses informasi kerja.
- Lingkungan kerja yang kondusif.
Pegawai yang merasa dihargai dan didukung cenderung menunjukkan motivasi lebih tinggi, menyelesaikan pekerjaan lebih cepat, dan menghasilkan kualitas kerja yang lebih baik.
Metode Survei terhadap 92 Pegawai
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel terdiri dari 92 pegawai Sekretariat Jenderal DPR RI yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert lima poin, lalu dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dan regresi linier berganda. Selain itu, peneliti juga melakukan uji validitas, reliabilitas, normalitas, heteroskedastisitas, dan multikolinearitas untuk memastikan model statistik yang digunakan akurat. Analisis dilengkapi dengan uji t, uji F, serta koefisien determinasi untuk melihat pengaruh masing-masing variabel secara parsial maupun simultan. Pendekatan ini memungkinkan peneliti mengukur secara objektif hubungan antara beban kerja (X1), kepuasan kerja (X2), dan kinerja pegawai (Y).
Beban Kerja Terbukti Menurunkan Kinerja
Hasil analisis menunjukkan bahwa beban kerja memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Koefisien regresi sebesar -0,570 menandakan bahwa peningkatan beban kerja akan menurunkan kinerja pegawai. Nilai R-squared sebesar 28,5 persen menunjukkan bahwa beban kerja menyumbang hampir sepertiga variasi kinerja pegawai. Artinya, distribusi pekerjaan yang tidak seimbang berpotensi menurunkan produktivitas organisasi. Peneliti menjelaskan bahwa beban kerja yang terlalu tinggi dapat memicu kelelahan fisik dan mental, mengurangi fokus kerja, serta meningkatkan risiko kesalahan administratif. Sebaliknya, beban kerja yang terlalu rendah juga tidak ideal karena menimbulkan kebosanan dan menurunkan motivasi. Temuan ini menunjukkan pentingnya manajemen distribusi tugas yang proporsional di lingkungan organisasi publik.
Dampak bagi Reformasi Birokrasi
Temuan penelitian ini memiliki implikasi penting bagi reformasi birokrasi di lingkungan DPR RI. Manajemen sumber daya manusia perlu menata ulang distribusi tugas agar lebih merata. Selain itu, organisasi juga perlu meningkatkan kepuasan kerja melalui:
Metode Survei terhadap 92 Pegawai
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel terdiri dari 92 pegawai Sekretariat Jenderal DPR RI yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert lima poin, lalu dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dan regresi linier berganda. Selain itu, peneliti juga melakukan uji validitas, reliabilitas, normalitas, heteroskedastisitas, dan multikolinearitas untuk memastikan model statistik yang digunakan akurat. Analisis dilengkapi dengan uji t, uji F, serta koefisien determinasi untuk melihat pengaruh masing-masing variabel secara parsial maupun simultan. Pendekatan ini memungkinkan peneliti mengukur secara objektif hubungan antara beban kerja (X1), kepuasan kerja (X2), dan kinerja pegawai (Y).
Beban Kerja Terbukti Menurunkan Kinerja
Hasil analisis menunjukkan bahwa beban kerja memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Koefisien regresi sebesar -0,570 menandakan bahwa peningkatan beban kerja akan menurunkan kinerja pegawai. Nilai R-squared sebesar 28,5 persen menunjukkan bahwa beban kerja menyumbang hampir sepertiga variasi kinerja pegawai. Artinya, distribusi pekerjaan yang tidak seimbang berpotensi menurunkan produktivitas organisasi. Peneliti menjelaskan bahwa beban kerja yang terlalu tinggi dapat memicu kelelahan fisik dan mental, mengurangi fokus kerja, serta meningkatkan risiko kesalahan administratif. Sebaliknya, beban kerja yang terlalu rendah juga tidak ideal karena menimbulkan kebosanan dan menurunkan motivasi. Temuan ini menunjukkan pentingnya manajemen distribusi tugas yang proporsional di lingkungan organisasi publik.
Dampak bagi Reformasi Birokrasi
Temuan penelitian ini memiliki implikasi penting bagi reformasi birokrasi di lingkungan DPR RI. Manajemen sumber daya manusia perlu menata ulang distribusi tugas agar lebih merata. Selain itu, organisasi juga perlu meningkatkan kepuasan kerja melalui:
- Perbaikan fasilitas kerja.
- Sistem promosi yang transparan.
- Pelatihan dan pengembangan kompetensi.
- Komunikasi antar-unit yang lebih efektif.
- Penyempurnaan SOP kerja.
Peneliti menegaskan bahwa peningkatan kepuasan kerja dapat menjadi strategi paling efektif untuk meningkatkan kinerja pegawai. Sementara itu, beban kerja harus dikelola secara proporsional agar tidak menurunkan produktivitas.
Profil Singkat Penulis
Profil Singkat Penulis
Kristian Hutahuruk adalah akademisi bidang manajemen sumber daya manusia di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).
Kristian Marrwan merupakan dosen manajemen organisasi di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) dengan minat riset pada perilaku organisasi dan kinerja pegawai sektor publik.
Jubery Utama adalah peneliti bidang manajemen kinerja organisasi publik di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).
Zahera Mega merupakan akademisi manajemen sumber daya manusia Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) dengan bidang keahlian kepuasan kerja dan pengembangan SDM sektor pemerintahan.
Sumber Penelitian
Kristian Hutahuruk, Kristian Marrwan, Jubery Utama, & Zahera Mega (2026). “The Effect of Workload and Job Satisfaction on the Performance of Employees at the Secretariat General of the Indonesian House of Representatives.” Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS), Vol. 5 No. 2, 2026, hal 691–704.
DOI: https://doi.org/10.55927/fjas.v5i2.21
Kristian Marrwan merupakan dosen manajemen organisasi di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) dengan minat riset pada perilaku organisasi dan kinerja pegawai sektor publik.
Jubery Utama adalah peneliti bidang manajemen kinerja organisasi publik di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).
Zahera Mega merupakan akademisi manajemen sumber daya manusia Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) dengan bidang keahlian kepuasan kerja dan pengembangan SDM sektor pemerintahan.
Sumber Penelitian
Kristian Hutahuruk, Kristian Marrwan, Jubery Utama, & Zahera Mega (2026). “The Effect of Workload and Job Satisfaction on the Performance of Employees at the Secretariat General of the Indonesian House of Representatives.” Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS), Vol. 5 No. 2, 2026, hal 691–704.
DOI: https://doi.org/10.55927/fjas.v5i2.21

0 Komentar