Pelatihan Digital Marketing dan Kemasan Produk Dorong UMKM Kedurus Surabaya Naik Kelas

Ilustrasi by AI

FORMOSA NEWS - Surabaya - Program pemberdayaan UMKM berbasis pelatihan digital marketing dan kemasan produk yang dilakukan oleh Dian Ratnasari Yahya bersama tim dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya menunjukkan hasil nyata dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha kecil. Kegiatan yang berlangsung selama September 2024 hingga Februari 2025 ini melibatkan 24 pelaku UMKM di RW 08 Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karang Pilang, Surabaya, dan menjadi contoh konkret bagaimana intervensi akademik dapat mendorong transformasi bisnis di tingkat akar rumput.

UMKM selama ini dikenal sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan. Namun, banyak pelaku usaha masih menghadapi kendala serius, terutama dalam memanfaatkan teknologi digital dan mengembangkan kemasan produk yang kompetitif. Di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin digital, keterbatasan ini membuat banyak UMKM tertinggal dalam persaingan pasar.

Program yang dipimpin oleh Dian Ratnasari Yahya, bersama Mochamad Jamil, Krisna Damayanti, dan Mar’a Elthaf Ilahiyah, dirancang untuk menjawab tantangan tersebut secara langsung. Tim dari STIESIA Surabaya turun ke lapangan, mengidentifikasi masalah utama, lalu memberikan pelatihan dan pendampingan yang aplikatif.

Masalah Utama: Minim Literasi Digital dan Kemasan Kurang Menarik

Hasil observasi awal menunjukkan sebagian besar pelaku UMKM di Kedurus belum memahami strategi digital marketing secara optimal. Beberapa memang sudah memiliki akun media sosial, tetapi belum dimanfaatkan secara strategis untuk promosi.

Selain itu, kemasan produk yang digunakan masih sederhana dan kurang menarik. Padahal, kemasan kini tidak hanya berfungsi sebagai pelindung, tetapi juga menjadi alat komunikasi visual yang dapat memengaruhi keputusan pembelian konsumen.

“Keterbatasan ini membuat produk sulit bersaing, meskipun kualitasnya sebenarnya cukup baik,” tulis tim peneliti dari STIESIA Surabaya.

Metode Pendekatan: Pelatihan, Pendampingan, dan Evaluasi

Program ini menggunakan pendekatan partisipatif dengan beberapa tahapan utama:

  • Identifikasi masalah melalui wawancara dan observasi langsung
  • Analisis SWOT untuk memahami kekuatan dan kelemahan UMKM
  • Pelatihan digital marketing, termasuk penggunaan Instagram, Shopee, dan TikTok
  • Pelatihan desain kemasan, mencakup warna, logo, dan material
  • Pendampingan intensif, baik offline maupun online (WhatsApp)
  • Evaluasi hasil, untuk mengukur peningkatan kemampuan peserta

Pendekatan ini memungkinkan peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga langsung mempraktikkan ilmu yang diperoleh dalam bisnis mereka sehari-hari.

Hasil Nyata: UMKM Mulai Go Digital

Setelah mengikuti program, terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta.

Beberapa capaian utama yang dicatat antara lain:

  • Pelaku UMKM mulai membuat dan mengelola akun bisnis di media sosial
  • Konten promosi menjadi lebih menarik dan terarah
  • Interaksi dengan pelanggan meningkat melalui platform digital
  • Kesadaran akan pentingnya branding semakin tinggi

Dalam dokumentasi kegiatan pada halaman 5, terlihat peserta aktif mengikuti sesi sosialisasi dan pelatihan secara langsung, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap materi yang diberikan.

Pendampingan juga menjadi faktor kunci keberhasilan. Peserta tidak hanya belajar, tetapi juga mendapatkan bimbingan langsung saat mencoba strategi baru, mulai dari mengunggah produk hingga menyusun konten promosi.

Transformasi Kemasan: Lebih Menarik, Lebih Bernilai

Selain digital marketing, perubahan signifikan juga terjadi pada aspek kemasan produk.

Pelaku UMKM mulai memahami bahwa kemasan dapat meningkatkan nilai jual produk. Mereka belajar:

  • Memilih kombinasi warna yang menarik
  • Menempatkan logo secara strategis
  • Menggunakan tipografi yang jelas
  • Memilih bahan kemasan yang lebih berkualitas

Pada halaman 6, ditampilkan contoh produk hasil pelatihan yang sudah dikemas lebih menarik dengan tambahan elemen dekoratif. Perubahan ini menunjukkan peningkatan kualitas visual produk yang berpotensi menarik lebih banyak konsumen.

Dampak Lebih Luas: Meningkatkan Daya Saing UMKM

Program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga mengubah pola pikir pelaku UMKM.

Mereka mulai menyadari bahwa:

  • Digital marketing membuka akses pasar yang lebih luas
  • Branding penting untuk membangun identitas produk
  • Inovasi menjadi kunci bertahan di era digital

Menurut Dian Ratnasari Yahya dari STIESIA Surabaya, integrasi antara digital marketing dan kemasan produk menciptakan efek sinergis yang mampu meningkatkan daya saing UMKM secara signifikan.

Program ini juga menunjukkan bahwa peran perguruan tinggi sangat strategis dalam menjembatani kebutuhan masyarakat dengan pengetahuan akademik.

Rekomendasi: Perlu Dukungan Berkelanjutan

Meski hasilnya positif, tim peneliti menekankan pentingnya keberlanjutan program. Pelaku UMKM perlu terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Beberapa rekomendasi yang disampaikan antara lain:

  • Konsisten menggunakan platform digital untuk promosi
  • Mengembangkan konten kreatif secara berkelanjutan
  • Mengikuti pelatihan lanjutan seperti branding dan analisis data
  • Meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah dan sektor swasta

Pendekatan jangka panjang dinilai penting agar transformasi digital UMKM tidak berhenti di tahap awal saja.

Profil Penulis

Dian Ratnasari Yahya
Dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya, dengan fokus keahlian pada manajemen bisnis dan pemberdayaan UMKM.

Mochamad Jamil
Akademisi STIESIA Surabaya yang memiliki minat riset di bidang manajemen dan pengembangan usaha kecil.

Krisna Damayanti
Dosen STIESIA Surabaya dengan spesialisasi akuntansi dan penguatan kapasitas bisnis.

Mar’a Elthaf Ilahiyah
Peneliti muda yang terlibat dalam program pengabdian masyarakat berbasis UMKM.

Sumber Penelitian

Judul: Empowering MSMEs through Digital Marketing and Product Packaging Training: A Community Service Program in Kedurus, Surabaya
Jurnal: Jurnal Pengabdian Pancasila (JPP), Vol. 5, No. 1, 2026

Posting Komentar

0 Komentar