Kinerja karyawan di PT Walesta ditentukan terutama oleh motivasi berprestasi, menurut penelitian Muhammad Agil Al Djufrie bersama Sri Mintari dan Dirga Lestari dari Program Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mulawarman. Studi yang dipublikasikan pada 2026 ini menyoroti bagaimana dorongan internal untuk mencapai hasil terbaik menjadi faktor paling berpengaruh dalam meningkatkan performa kerja di tengah penurunan produksi perusahaan.
Penelitian ini muncul dari kondisi nyata di lapangan, seperti pekerjaan yang cenderung rutin, rendahnya inisiatif, sistem penghargaan yang belum optimal, serta penurunan tonase produksi yang berdampak pada pendapatan perusahaan. Situasi tersebut memicu kebutuhan untuk memahami faktor-faktor yang benar-benar berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
Untuk menjawab persoalan tersebut, tim peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap seluruh 50 karyawan PT Walesta. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan model statistik untuk melihat hubungan langsung maupun tidak langsung antar variabel.
Temuan Utama Penelitian
Hasil analisis menunjukkan sejumlah fakta penting:
-
Motivasi berprestasi berpengaruh kuat terhadap kinerja karyawan
Koefisien pengaruh mencapai 0,853 dengan signifikansi tinggi. - Inisiatif tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi berprestasi
- Disiplin kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi berprestasi
- Pemahaman job description juga tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi berprestasi
- Motivasi berprestasi tidak mampu menjadi mediator antara ketiga variabel tersebut dengan kinerja karyawan
Dengan kata lain, hanya motivasi berprestasi yang terbukti secara langsung meningkatkan kinerja, sementara faktor lain tidak menunjukkan pengaruh signifikan dalam model penelitian ini.
Makna di Balik Temuan
Peneliti menilai bahwa kondisi kerja yang rutin dan minim tantangan membuat inisiatif, disiplin, dan pemahaman tugas tidak otomatis mendorong semangat berprestasi. Karyawan cenderung bekerja sesuai instruksi, bukan terdorong untuk melampaui target.
Muhammad Agil Al Djufrie dari Universitas Mulawarman menjelaskan bahwa motivasi berprestasi menjadi faktor dominan karena berkaitan langsung dengan dorongan internal karyawan untuk menghasilkan kinerja terbaik. Tanpa sistem penghargaan dan budaya kerja yang mendukung, faktor lain sulit berkembang menjadi pemicu kinerja.
Dampak bagi Dunia Usaha
Hasil penelitian ini memberikan pesan kuat bagi perusahaan, khususnya sektor industri:
- Sistem kerja tidak cukup hanya mengandalkan disiplin dan pembagian tugas
- Perusahaan perlu membangun budaya kerja yang mendorong pencapaian
- Sistem reward berbasis kinerja menjadi kunci untuk meningkatkan motivasi
- Lingkungan kerja harus memberi ruang inovasi dan inisiatif
Jika diterapkan dengan tepat, strategi ini berpotensi meningkatkan produktivitas dan kinerja perusahaan secara berkelanjutan.
Profil Penulis
- Muhammad Agil Al Djufrie – Universitas Mulawarman
- Sri Mintari, S.E., M.M. – Universitas Mulawarman
- Dirga Lestari, S.E., M.M. – Universitas Mulawarman
Sumber Penelitian
Djufrie, M. A. A., Mintari, S., & Lestari, D. (2026). The Effect of Initiative, Work Discipline, Understanding of Job Description, and Achievement Motivation on Employee Performance at PT Walesta. International Journal of Business and Applied Economics (IJBAE), Vol. 5 No. 2, 647–666.
DOI: https://doi.org/10.55927/ijbae.v5i2.8
.png)
0 Komentar