Peneliti dari Universitas Udayana, Bali mengembangkan model kolaboratif untuk mengevaluasi kinerja pengawasan proyek konstruksi di Kabupaten Gianyar. Studi ini dilakukan oleh I Dewa Gede Putra Hartawan, I Made Oka Widyantara, Ngakan Ketut Acwin Dwijendra, dan Anak Agung Gde Agung Yana, dan dipublikasikan pada 2026 dalam International Journal of Integrated Science and Technology (IJIST). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan mampu meningkatkan kualitas, efisiensi, dan akuntabilitas proyek pembangunan pemerintah.
Pengawasan proyek konstruksi menjadi elemen penting dalam memastikan pembangunan infrastruktur publik berjalan tepat waktu, sesuai anggaran, dan memenuhi standar kualitas. Namun dalam praktiknya, pengawasan proyek pemerintah daerah sering menghadapi berbagai kendala, seperti lemahnya koordinasi antar instansi, tumpang tindih kewenangan, serta kurangnya komunikasi antar pihak yang terlibat dalam proyek.
Tim peneliti dari Fakultas Teknik Universitas Udayana menyoroti pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, konsultan pengawas, serta pelaksana proyek, untuk memperkuat sistem pengawasan konstruksi.
Pendekatan Penelitian
Penelitian ini menggunakan kombinasi pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Peneliti terlebih dahulu mengidentifikasi permasalahan pengawasan proyek melalui wawancara dan kajian literatur, kemudian menganalisis hubungan antar variabel menggunakan model analisis statistik.
Pendekatan ini memungkinkan peneliti memperoleh gambaran yang lebih komprehensif, baik dari pengalaman praktisi di lapangan maupun dari bukti empiris berbasis data.
Temuan Utama Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan beberapa faktor utama yang memengaruhi efektivitas pengawasan proyek konstruksi, yaitu:
- Kejelasan peran dan tanggung jawab antar pemangku kepentingan.
- Komunikasi yang efektif antara lembaga dan pelaksana proyek.
- Transparansi dalam pengelolaan proyek untuk meningkatkan akuntabilitas.
- Kepercayaan antar pihak yang terlibat dalam proyek.
Penelitian ini juga menemukan bahwa kolaborasi menjadi penghubung utama antara proses pengawasan, sumber daya proyek, dan hasil pembangunan.
Dengan menerapkan model evaluasi berbasis kolaborasi ini, pemerintah daerah dapat memantau dan meningkatkan kinerja pengawasan proyek secara lebih sistematis.
Dampak bagi Tata Kelola Infrastruktur
Model yang dikembangkan dalam penelitian ini memberikan manfaat praktis bagi pemerintah daerah dalam mengelola proyek infrastruktur. Penerapan sistem pengawasan berbasis kolaborasi dapat membantu:
- meningkatkan akuntabilitas dan transparansi proyek,
- mengurangi konflik akibat tumpang tindih kewenangan,
- memperkuat efisiensi pelaksanaan proyek, serta
- memastikan kualitas infrastruktur yang lebih baik bagi masyarakat.
Para peneliti menegaskan bahwa keberhasilan pengawasan proyek konstruksi tidak hanya bergantung pada aspek teknis, tetapi juga pada kemampuan institusi untuk bekerja sama secara efektif.
Menurut para penulis dari Universitas Udayana, integrasi kolaborasi dalam sistem pengawasan proyek dapat menjadi strategi penting untuk memperkuat tata kelola pembangunan infrastruktur di tingkat pemerintah daerah.
Profil Penulis
- I Dewa Gede Putra Hartawan – Universitas Udayana
- I Made Oka Widyantara – Universitas Udayana
- Ngakan Ketut Acwin Dwijendra – Universitas Udayana
- Anak Agung Gde Agung Yana – Universitas Udayana
Sumber Penelitian
Hartawan, I. D. G. P., Widyantara, I. M. O., Dwijendra, N. K. A., & Yana, A. A. G. A. (2026).
“A Collaborative Performance Evaluation Model for Construction Project Supervision in Gianyar Regency, Bali.”
International Journal of Integrated Science and Technology (IJIST), Vol. 4 No. 3.
URL: https://ntlmultitechpublisher.my.id/index.php/ijist

0 Komentar