Program Literasi Berbasis Bermain Tingkatkan Kemampuan Membaca Anak TK di Banggai
Program penguatan literasi dasar pada anak usia dini di TK Bunda, Desa Kanali, Kabupaten Banggai Kepulauan, menunjukkan hasil signifikan setelah diterapkan selama 30 hari pada 2025. Kegiatan ini dipimpin oleh Elsandra Putri N.H bersama Katrin Dg Musaddi dan Lilis Medyanti dari Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai. Hasilnya penting karena menjawab tantangan rendahnya kemampuan membaca dan menulis anak di wilayah terpencil dengan akses pendidikan terbatas.
Masalah literasi di TK Bunda bukan tanpa alasan. Dari total 21 siswa, mayoritas belum menguasai keterampilan dasar seperti mengenal huruf, membaca suku kata, hingga menulis nama sendiri. Kondisi geografis desa yang terpencil, keterbatasan fasilitas sekolah, serta rendahnya tingkat pendidikan orang tua memperparah situasi ini. Sebagian besar orang tua hanya berpendidikan sekolah dasar dan menengah pertama, sehingga dukungan literasi di rumah masih minim.
Tim peneliti merancang pendekatan sederhana namun efektif: belajar sambil bermain. Metode ini menggabungkan permainan edukatif, media visual berwarna, serta pelatihan guru agar mampu mengembangkan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan anak usia dini. Pendekatan ini tidak hanya fokus pada siswa, tetapi juga memperkuat kapasitas guru sebagai ujung tombak pembelajaran.
Dalam praktiknya, anak-anak diajak belajar menggunakan kartu huruf berwarna, flashcard bergambar, buku cerita berbasis lingkungan lokal, papan flanel interaktif, serta lembar kerja menarik. Semua materi dirancang kontekstual, dekat dengan kehidupan sehari-hari anak, seperti gambar rumah, kebun, atau pasar desa. Pendekatan ini membuat anak lebih mudah memahami dan mengingat.
Evaluasi dilakukan dalam tiga tahap: sebelum program, selama proses, dan setelah program selesai. Hasilnya menunjukkan lonjakan kemampuan yang sangat signifikan:
- Kemampuan mengenal huruf meningkat dari 23,8% menjadi 100%
- Kemampuan membaca suku kata naik dari 19% menjadi 85,7%
- Kemampuan menulis nama sendiri meningkat dari 33,3% menjadi 100%
- Kemampuan membaca kata sederhana naik dari 14,3% menjadi 76,2%
Seluruh indikator melampaui target keberhasilan yang ditetapkan, yaitu minimal 70% peningkatan.
Menurut Elsandra Putri N.H, pendekatan bermain menjadi kunci keberhasilan program ini. Anak-anak menunjukkan antusiasme tinggi sejak hari pertama, terutama saat belajar melalui lagu dan permainan. “Metode ini membuat anak tidak merasa sedang belajar, tetapi tetap menyerap keterampilan literasi secara efektif,” jelasnya.
Selain meningkatkan kemampuan siswa, program ini juga berdampak pada guru. Melalui pelatihan intensif selama dua hari, guru mampu memahami strategi pembelajaran literasi berbasis permainan dan mulai mengembangkan media ajar sendiri dari bahan lokal. Ini penting untuk keberlanjutan program setelah kegiatan selesai.
Namun, implementasi program tidak lepas dari tantangan. Ruang kelas yang sempit (6x8 meter) membatasi aktivitas bermain yang membutuhkan ruang gerak luas. Selain itu, kemampuan awal siswa yang sangat beragam membuat tim harus menerapkan pendekatan berbeda untuk setiap anak. Tiga siswa bahkan masih memerlukan pendampingan khusus karena keterlambatan perkembangan bahasa.
Meski begitu, peluang pengembangan program ini sangat besar. Model pembelajaran berbasis permainan ini dinilai dapat direplikasi di wilayah kepulauan atau daerah terpencil lainnya di Indonesia. Pengembangan modul literasi berbasis kearifan lokal juga menjadi langkah strategis agar materi pembelajaran lebih relevan dan kontekstual.
Keterlibatan orang tua juga menjadi aspek penting ke depan. Dukungan keluarga dalam membiasakan membaca di rumah akan memperkuat hasil yang telah dicapai di sekolah. Tanpa keterlibatan ini, perkembangan literasi anak berisiko tidak berkelanjutan.
Program ini memperlihatkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak selalu membutuhkan teknologi canggih. Dengan pendekatan yang tepat, sederhana, dan kontekstual, keterampilan dasar anak dapat ditingkatkan secara signifikan, bahkan di wilayah dengan keterbatasan sumber daya.
Profil Penulis
Elsandra Putri N.H adalah akademisi dari Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai yang memiliki fokus pada pendidikan anak usia dini dan pengembangan literasi dasar. Ia bekerja sama dengan Katrin Dg Musaddi dan Lilis Medyanti, yang juga berasal dari universitas yang sama dan memiliki keahlian di bidang pendidikan dan pengembangan masyarakat.Sumber Penelitian
DOI: https://doi.org/10.55927/ijsd.v5i2.12
URL : https://journalijsd.my.id/index.php/ijsd/index
0 Komentar