Media Kartu Pintar Kupin Tingkatkan Motivasi Belajar Sains Siswa Sekolah Alam

Iluastrasi by AI

Banten — Penelitian Tia Latifatu Sadiah, Maman Fathurrohman, Suroso Mukti Leksono dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa serta Yulistina Nur DS dan Yudi Firmansyah dari Universitas Buana Perjuangan Karawang menunjukkan bahwa media pembelajaran Kupin atau Kucing Pintar mampu meningkatkan motivasi belajar siswa sekolah dasar pada mata pelajaran IPAS di lingkungan Sekolah Alam. Studi yang dipublikasikan tahun 2026 ini memperlihatkan bahwa media kartu interaktif berbasis karakter mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan menyenangkan di ruang belajar terbuka.

Pembelajaran IPAS di tingkat sekolah dasar memiliki peran penting dalam membangun literasi ilmiah dan sosial sejak usia dini. Namun dalam praktiknya, metode pembelajaran yang terlalu teoritis sering membuat siswa kehilangan minat belajar, terutama di lingkungan Sekolah Alam yang menekankan eksplorasi langsung dengan alam sebagai laboratorium utama.

Sekolah Alam menawarkan pengalaman belajar kontekstual melalui interaksi dengan lingkungan sekitar seperti kebun, sungai, dan ruang terbuka. Meski demikian, keterbatasan media pembelajaran portabel sering membuat siswa kesulitan memahami materi secara terstruktur. Kondisi ini mendorong pengembangan Kupin sebagai solusi media belajar yang fleksibel dan interaktif.

Penelitian dilakukan menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE yang mencakup tahap analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi media pembelajaran. Uji coba dilakukan terhadap 30 siswa sekolah dasar yang mengikuti pembelajaran IPAS menggunakan Kupin sebagai media pendamping eksplorasi lingkungan belajar.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Kupin memiliki tingkat validitas sangat tinggi berdasarkan penilaian ahli materi dan ahli media. Validasi konten memperoleh skor 92 persen, sedangkan kualitas desain media mencapai 90 persen sebagaimana dijelaskan pada hasil evaluasi pengembangan media.

Penggunaan Kupin juga terbukti meningkatkan motivasi belajar siswa secara signifikan. Nilai rata-rata motivasi belajar meningkat dari 64,0 sebelum penggunaan media menjadi 87,5 setelah kegiatan pembelajaran berlangsung. Lebih dari 90 persen siswa menyatakan bahwa pembelajaran IPAS menjadi lebih menarik karena terasa seperti bermain bersama teman belajar interaktif.

Karakter Kucing Pintar dalam Kupin berperan sebagai pendamping belajar yang membantu siswa memahami konsep melalui tantangan kartu tugas dan kuis eksplorasi lingkungan. Pendekatan ini membuat siswa lebih percaya diri dalam menyelesaikan aktivitas belajar secara mandiri.

Penelitian juga menunjukkan bahwa desain Kupin mengikuti kerangka motivasi ARCS yang meliputi perhatian, relevansi, kepercayaan diri, dan kepuasan belajar. Desain karakter menarik meningkatkan perhatian siswa, tugas eksploratif memperkuat relevansi materi dengan lingkungan nyata, tantangan bertahap meningkatkan rasa percaya diri, dan pengalaman belajar berbasis permainan memberikan kepuasan belajar.

Menurut Tia Latifatu Sadiah dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, penggunaan media berbasis karakter membantu menurunkan hambatan psikologis siswa ketika menghadapi materi IPAS yang dianggap sulit. Pendekatan visual dan interaktif memungkinkan siswa memahami konsep secara lebih natural melalui pengalaman langsung di lingkungan sekitar.

Maman Fathurrohman dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa menjelaskan bahwa media pembelajaran portabel seperti Kupin sangat sesuai digunakan di Sekolah Alam karena tidak bergantung pada perangkat digital dan tetap mendukung eksplorasi luar ruang.

Suroso Mukti Leksono dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa menambahkan bahwa inovasi media pembelajaran perlu mempertimbangkan kebutuhan psikologis siswa sekolah dasar agar proses belajar tetap menyenangkan sekaligus bermakna.

Yulistina Nur DS dari Universitas Buana Perjuangan Karawang menekankan bahwa penggunaan media Kupin dapat membantu guru menghubungkan konsep abstrak dengan fenomena nyata yang ditemukan siswa di lingkungan sekitar.

Yudi Firmansyah dari Universitas Buana Perjuangan Karawang menyatakan bahwa media pembelajaran sederhana tetapi interaktif seperti Kupin memiliki potensi besar untuk diterapkan pada berbagai mata pelajaran di sekolah dasar.

Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi media pembelajaran berbasis karakter dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di lingkungan pendidikan berbasis alam. Pengembangan media serupa berpotensi mendukung implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran aktif dan kontekstual.

Tia Latifatu Sadiah merupakan peneliti dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Maman Fathurrohman merupakan peneliti dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Suroso Mukti Leksono merupakan peneliti dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Yulistina Nur DS merupakan peneliti dari Universitas Buana Perjuangan Karawang. Yudi Firmansyah merupakan peneliti dari Universitas Buana Perjuangan Karawang.

Sumber penelitian:
The Development of Kupin to Enhance Student Motivation in Science Education at Nature Schools at the Elementary School Level
East Asian Journal of Multidisciplinary Research, 2026

Posting Komentar

0 Komentar