Komunikasi Lingkungan KOMPAS USU Dorong Kesadaran dan Aksi Konservasi di Sumatera Utara

Ilusstration By AI

Penelitian tahun 2026 oleh Tuty Alawiyah Pulungan, Suwardi Lubis, dan Nurbani dari Universitas Sumatera Utara mengungkap bahwa komunikasi lingkungan yang dilakukan organisasi mahasiswa KOMPAS USU berhasil membangun kesadaran awal dan partisipasi masyarakat dalam aksi konservasi di Sumatera Utara, meski masih menghadapi tantangan internal. Temuan ini penting karena peran generasi muda semakin krusial dalam mengatasi persoalan lingkungan seperti deforestasi dan pengelolaan sampah.

Sumatera Utara menghadapi berbagai masalah lingkungan serius, mulai dari kerusakan hutan, pencemaran, hingga tingginya produksi sampah yang mencapai sekitar 1,8 juta ton pada 2023. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan ekosistem, tetapi juga perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan. Di tengah situasi tersebut, organisasi mahasiswa seperti KOMPAS USU hadir sebagai aktor penting dalam menyuarakan isu lingkungan dan mendorong aksi nyata.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Informan terdiri dari pengurus KOMPAS USU periode 2021–2025, anggota senior, serta masyarakat yang terlibat dalam kegiatan. Penelitian dilakukan di berbagai lokasi kegiatan organisasi, termasuk Medan, Karo, Langkat, dan Aceh, untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang praktik komunikasi lingkungan yang dilakukan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi lingkungan KOMPAS USU berlangsung melalui lima tahap utama:

  • Pembentukan makna lingkungan di kalangan anggota
  • Perencanaan program dan strategi komunikasi
  • Pelaksanaan aksi lapangan dan penyampaian pesan
  • Evaluasi kegiatan
  • Respons dari masyarakat

Kampanye dilakukan melalui kombinasi aksi nyata seperti penanaman mangrove, edukasi masyarakat, komunikasi interpersonal, kegiatan kelompok, serta pemanfaatan media digital. Pendekatan ini mampu meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap isu lingkungan.

Namun, penelitian juga menemukan sejumlah tantangan utama dalam implementasinya:

  • Perbedaan pemahaman anggota antara orientasi konservasi dan kegiatan petualangan
  • Keterbatasan sumber daya manusia akibat proses regenerasi yang cepat
  • Evaluasi dan keberlanjutan program yang belum optimal
  • Dominasi kegiatan petualangan dibanding pendalaman studi lingkungan

Temuan di bagian hasil menunjukkan adanya kesenjangan antara pemahaman teoretis tentang pentingnya lingkungan dan praktik organisasi sehari-hari. Aktivitas petualangan sering lebih menonjol karena memberikan pengalaman langsung yang menarik, sementara studi lingkungan membutuhkan proses refleksi yang lebih mendalam.

Tuty Alawiyah Pulungan dari Universitas Sumatera Utara menjelaskan bahwa komunikasi lingkungan tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk cara pandang dan perilaku terhadap alam. Ia menekankan pentingnya memperkuat konsistensi antara nilai organisasi dan praktik kegiatan agar dampak kampanye lebih berkelanjutan.

Dampak penelitian ini menunjukkan bahwa organisasi mahasiswa memiliki potensi besar sebagai agen perubahan lingkungan. Melalui kombinasi aksi lapangan dan komunikasi publik, mahasiswa mampu membangun kesadaran ekologis di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.

Bagi pembuat kebijakan dan institusi pendidikan, hasil ini menegaskan pentingnya mendukung kegiatan mahasiswa berbasis lingkungan, termasuk penguatan kapasitas organisasi, pelatihan komunikasi, serta pemanfaatan media digital untuk kampanye yang lebih luas.

Dalam jangka panjang, penguatan komunikasi lingkungan berbasis organisasi mahasiswa dapat menjadi strategi efektif untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dan menjaga keberlanjutan lingkungan secara kolektif.

Profil Penulis

  • Tuty Alawiyah Pulungan - Universitas Sumatera Utara
  • Suwardi Lubis dan Nurbani - Universitas Sumatera Utara

Sumber Penelitian

Pulungan, T. A., Lubis, S., & Nurbani. (2026). Environmental Communication of the Student Corps of Nature Lovers and Environmental Studies (KOMPAS) of the University of North Sumatera in the Environmental Awareness and Conservation Action Campaign in North Sumatera. Contemporary Journal of Applied Sciences (CJAS), Vol. 4 No. 3, 201–218.

DOI: https://doi.org/10.55927/cjas.v4i3.152

URL: https://ntlformosapublisher.org/index.php/cjas  


Posting Komentar

0 Komentar