Kepemimpinan Sekolah Perkuat Komitmen Guru di Sekolah Dasar Filipina

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Filipina - Kepemimpinan sekolah terbukti menjadi salah satu faktor penting dalam membangun motivasi guru dan budaya organisasi di lingkungan pendidikan. Temuan ini ditegaskan dalam studi tahun 2026 yang dilakukan oleh Maricris P. Surio dan Edward C. Jimenez dari La Consolacion University Philippines. Penelitian tersebut mengkaji bagaimana guru memandang praktik kepemimpinan kepala sekolah serta kaitannya dengan perilaku organisasi di sekolah.

Dipublikasikan dalam Indonesian Journal of Advanced Research pada tahun 2026, studi ini dilakukan di sejumlah sekolah dasar negeri di wilayah Central Luzon, Filipina, pada Tahun Ajaran 2022–2023. Hasil penelitian ini penting karena memberikan gambaran nyata mengenai kualitas kepemimpinan sekolah dan dampaknya terhadap loyalitas, tanggung jawab, serta komitmen guru terhadap institusi pendidikan.

Di tengah tantangan pendidikan modern, peran kepala sekolah tidak lagi sekadar administratif. Mereka dituntut menjadi pemimpin strategis yang mampu membangun visi bersama, mendukung pengembangan guru, serta menjaga budaya kerja yang sehat dan produktif.

Penelitian menunjukkan bahwa para guru menilai kepala sekolah mereka sangat efektif dalam menjalankan peran kepemimpinan. Berbagai aspek seperti visi sekolah, budaya organisasi, kebijakan, program pembelajaran, hingga pengambilan keputusan memperoleh kategori “Sangat Baik” atau “Outstanding.”

Praktik Kepemimpinan yang Dinilai Unggul

Studi ini melibatkan 163 guru dari 14 sekolah dasar negeri, yang dipilih melalui teknik stratified random sampling dari total populasi 282 guru.

Beberapa aspek kepemimpinan yang memperoleh skor tertinggi antara lain:

  • Misi, Visi, dan Tujuan Sekolah – 4,58
  • Kebijakan dan Prosedur – 4,58
  • Program dan Pembelajaran – 4,58
  • Pengumpulan Informasi dan Pengambilan Keputusan – 4,57
  • Pengembangan dan Dukungan Guru – 4,55

Hasil ini menunjukkan bahwa kepala sekolah dinilai unggul dalam menyusun arah strategis, mengelola proses pembelajaran, serta mendukung pertumbuhan profesional guru.

Praktik yang paling diapresiasi guru meliputi:

  • Penggunaan visi sekolah sebagai panduan kurikulum
  • Manajemen waktu yang efektif
  • Pemantauan rencana peningkatan sekolah
  • Pembelajaran berpusat pada siswa
  • Dukungan terhadap pelatihan guru

Menurut penelitian, perilaku kepemimpinan seperti ini menciptakan lingkungan sekolah yang lebih terarah dan produktif.

Komitmen Guru Sangat Tinggi

Penelitian juga mengukur perilaku organisasi guru, yaitu bagaimana mereka berinteraksi dengan institusi, rekan kerja, serta tanggung jawab profesional.

Secara umum, guru menunjukkan tingkat komitmen organisasi yang sangat tinggi, dengan skor rata-rata 4,74, yang termasuk kategori “Sangat Setuju.”

Dimensi dengan skor tertinggi meliputi:

  • Identifikasi terhadap Institusi – 4,87
  • Rasa Tugas dan Tanggung Jawab – 4,79
  • Sikap Saling Membantu – 4,77
  • Pengembangan Diri dan Institusi – 4,75

Artinya, guru memiliki rasa memiliki yang kuat terhadap sekolah, merasa bertanggung jawab atas keberhasilan institusi, dan aktif berkontribusi dalam pengembangan bersama.

Indikator tertinggi adalah penghargaan terhadap visi dan misi sekolah dengan skor 4,90, menandakan bahwa komunikasi tujuan institusi berperan penting dalam membangun loyalitas guru.

Temuan Statistik yang Menarik

Meski praktik kepemimpinan berkorelasi dengan perilaku organisasi, analisis regresi menunjukkan bahwa praktik kepemimpinan tidak memberikan pengaruh langsung yang signifikan secara statistik terhadap perilaku organisasi guru.

Artinya, kepemimpinan yang baik memang berkaitan dengan budaya kerja positif, tetapi bukan satu-satunya faktor penentu.

Faktor lain seperti motivasi pribadi, kondisi sekolah, budaya profesional, hingga dukungan eksternal juga berkontribusi terhadap perilaku guru.

Temuan ini menegaskan bahwa membangun budaya organisasi yang sehat membutuhkan pendekatan menyeluruh, bukan hanya bergantung pada figur pemimpin.

Hubungan Sekolah dengan Komunitas Perlu Ditingkatkan

Di antara seluruh dimensi kepemimpinan, hubungan sekolah dengan komunitas memperoleh skor terendah, yakni 4,48, meskipun tetap dalam kategori tinggi.

Guru menilai kepala sekolah cukup baik dalam melibatkan orang tua dan mendorong partisipasi pendidikan. Namun, aspek seperti hubungan media, advokasi kebijakan, dan kemitraan eksternal masih perlu diperkuat.

Hal ini menunjukkan bahwa sekolah sudah kuat di internal, tetapi masih perlu memperluas pengaruhnya ke lingkungan sosial yang lebih luas.

Kolaborasi dengan masyarakat, pemerintah daerah, dan sektor lain berpotensi memperkuat sumber daya serta dukungan terhadap sekolah.

Dampak bagi Dunia Pendidikan

Penelitian ini memberikan pelajaran penting bagi dunia pendidikan.

Pertama, kepemimpinan sekolah yang efektif harus berbasis kolaborasi, komunikasi, dan kepercayaan.

Kedua, komitmen guru tumbuh ketika institusi memiliki arah yang jelas dan mendukung pengembangan profesional.

Ketiga, sekolah perlu membangun sistem umpan balik agar suara guru menjadi bagian dari proses kepemimpinan.

Sebagai solusi, peneliti mengusulkan kerangka umpan balik (feedback framework) untuk meningkatkan responsivitas kepala sekolah terhadap kebutuhan guru dan dinamika organisasi.

Menurut Edward C. Jimenez dan Maricris P. Surio, sistem umpan balik yang terstruktur akan membantu sekolah beradaptasi terhadap tantangan pendidikan yang terus berkembang.

Profil Penulis

Maricris P. Surio – Akademisi dan peneliti dari La Consolacion University Philippines, dengan fokus pada kepemimpinan pendidikan dan perilaku organisasi.

Edward C. Jimenez – Dosen dan peneliti di La Consolacion University Philippines, yang menekuni bidang manajemen pendidikan, kepemimpinan, dan pengembangan institusi.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: Teachers' Perceptions on School Leadership Practices and Their Effect on Organizational Behavior: Basis for Feedback Framework
Jurnal: Indonesian Journal of Advanced Research
Tahun: 2026

Posting Komentar

0 Komentar