Instrumen Literasi Energi Siswa SMP Indonesia Terbukti Valid dan Andal

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Makassar - Kemampuan siswa memahami energi kini menjadi perhatian penting dalam pendidikan berkelanjutan. Penelitian terbaru dari tim akademisi Musawwir Usman, Yulianti Yusal, dan Zulqifli Alqadri dari Universitas Negeri Makassar menunjukkan bahwa instrumen pengukuran literasi energi untuk siswa SMP di Indonesia telah terbukti valid dan reliabel untuk digunakan dalam pembelajaran dan evaluasi pendidikan. Studi ini dipublikasikan pada tahun 2026 dalam International Journal of Advance Social Sciences and Education (IJASSE) Volume 4 Nomor 2.

Penelitian ini menjadi penting karena literasi energi bukan hanya soal pengetahuan tentang listrik, bahan bakar, atau sumber energi terbarukan. Literasi energi juga mencakup sikap siswa terhadap penggunaan energi serta perilaku nyata mereka dalam kehidupan sehari-hari, seperti kebiasaan menghemat listrik, memilih penggunaan energi yang efisien, dan memahami dampak keputusan energi terhadap lingkungan.

Menurut tim peneliti, keberhasilan pendidikan energi sangat bergantung pada kemampuan siswa untuk memahami konsep energi, menghargai pentingnya konservasi energi, serta menerapkannya dalam tindakan sehari-hari. Namun selama ini, banyak penelitian di Indonesia hanya menggambarkan tingkat literasi energi siswa tanpa memastikan apakah alat ukurnya benar-benar akurat dan dapat dipercaya.

Karena itu, penelitian ini difokuskan pada pengujian kualitas instrumen penilaian literasi energi bagi siswa SMP, khususnya kelas VIII. Instrumen tersebut dirancang untuk mengukur tiga aspek utama, yaitu domain kognitif (pengetahuan), afektif (sikap), dan perilaku (tindakan).

Sebanyak 134 siswa kelas VIII dari empat sekolah menengah pertama dilibatkan dalam penelitian ini, yaitu SMPN 1 Pakem, SMPN 3 Makassar, SMPN 1 Gempol, dan MTs Sunan Kalijaga. Seluruh siswa sebelumnya telah menerima pembelajaran terkait konsep energi dalam kurikulum IPA.

Instrumen yang diuji terdiri dari 59 butir soal, meliputi:

  • 30 soal pilihan ganda untuk domain kognitif
  • 17 pernyataan skala Likert untuk domain afektif
  • 12 pernyataan skala Likert untuk domain perilaku

Analisis dilakukan menggunakan pendekatan Classical Test Theory (CTT) dengan bantuan perangkat lunak Iteman versi 4.3. Peneliti menilai tingkat kesulitan soal, daya pembeda, korelasi item, hingga konsistensi internal instrumen melalui koefisien reliabilitas seperti Cronbach’s Alpha dan KR-20.

Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar soal dalam domain kognitif berada pada tingkat kesulitan sedang, yang berarti sesuai dengan kemampuan siswa SMP. Sebanyak 13 soal masuk kategori moderat, 6 soal mudah, dan hanya sebagian kecil yang terlalu sulit atau terlalu mudah.

Dalam aspek daya pembeda, sebanyak 25 dari 30 soal atau sekitar 83 persen dinilai mampu membedakan siswa dengan tingkat pemahaman energi yang tinggi dan rendah. Hanya lima soal yang memiliki daya pembeda rendah sehingga kemudian dikeluarkan dari instrumen.

Pada domain afektif dan perilaku, hasil juga menunjukkan kualitas yang baik. Sebagian besar item memiliki korelasi yang memadai dengan skor total, yang berarti pertanyaan-pertanyaan tersebut benar-benar mengukur sikap dan perilaku energi siswa secara konsisten.

Yang paling menonjol adalah hasil reliabilitas keseluruhan instrumen. Nilai reliabilitas total mencapai 0,855, yang masuk kategori sangat tinggi. Domain afektif bahkan mencapai 0,857, sedangkan domain kognitif dan perilaku masing-masing berada pada kategori tinggi, yaitu 0,637 dan 0,695.

Menurut Yulianti Yusal dan tim, hasil ini menunjukkan bahwa instrumen yang telah disempurnakan benar-benar layak digunakan untuk mengukur literasi energi siswa SMP secara menyeluruh.

Instrumen ini dinilai penting tidak hanya untuk guru dalam mengevaluasi pembelajaran IPA, tetapi juga bagi peneliti dan pembuat kebijakan pendidikan. Dengan alat ukur yang valid, sekolah dapat mengetahui sejauh mana siswa memahami isu energi dan bagaimana membangun kebiasaan hemat energi sejak usia dini.

Hal ini juga relevan dengan upaya Indonesia dalam mendorong pendidikan berkelanjutan dan kesadaran lingkungan. Ketika siswa memiliki literasi energi yang baik, mereka lebih siap menghadapi tantangan global seperti krisis energi, perubahan iklim, dan kebutuhan transisi menuju energi bersih.

Peneliti juga menekankan bahwa instrumen ini masih dapat dikembangkan lebih lanjut. Pengujian pada jumlah sekolah yang lebih besar dan konteks pendidikan yang lebih beragam diperlukan agar hasilnya semakin kuat dan dapat diterapkan secara nasional.

Selain itu, pendekatan psikometrik yang lebih lanjut seperti analisis faktor dan Item Response Theory (IRT) juga direkomendasikan untuk memperdalam validasi instrumen di masa mendatang.

Profil Penulis

Musawwir Usman, M.Pd. merupakan akademisi dan peneliti di Universitas Negeri Makassar yang fokus pada pendidikan sains, literasi energi, dan pendidikan berkelanjutan.

Yulianti Yusal, M.Pd. adalah penulis korespondensi dari Universitas Negeri Makassar dengan bidang keahlian pada pengembangan instrumen pendidikan, evaluasi pembelajaran, dan pendidikan IPA.

Zulqifli Alqadri, M.Pd. juga merupakan peneliti dari Universitas Negeri Makassar yang aktif dalam riset pengukuran pendidikan dan pengembangan literasi sains.

Sumber Penelitian

Usman, M., Yusal, Y., & Alqadri, Z. (2026). Empirical Analysis of the Validity and Reliability of an Energy Literacy Instrument for Indonesian Junior Secondary School Students. International Journal of Advance Social Sciences and Education (IJASSE), Vol. 4, No. 2, 101–114. 

https://doi.org/10.59890/ijasse.v4i2.390

https://dmimultitechpublisher.my.id/index.php/ijasse

Posting Komentar

0 Komentar