Gerakan Pendidikan 1000 Hari Pertama Kelahiran (HPK): Upaya Meningkatkan Pemahaman Masyarakat Melalui Kunjungan Rumah di Kecamatan Cimahpar, Bogor Utara

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Bogor - Edukasi 1000 Hari Pertama Kehidupan Lewat Kunjungan Rumah Tingkatkan Pemahaman Warga hingga 62 Persen. Pengabdian yang dilakukan oleh Louise Kartika Indah, Melia Ruth Dolok Saribu, Angel Yolandia Panjaitan, Billy Vernando, Fachrul Destrian, Anastacia Justine, Lasria Siahaan, dan Ida Bagus Eka Utama Wija dari Universitas Kristen Indonesia dalam artikel pengabdian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Community Services (AJCS) edisi Vol. 5 No. 3 Tahun 2026 menyoroti bahwa peningkatan pemahaman masyarakat rata-rata sebesar 62 persen setelah dilakukan kunjungan rumah (door-to-door).

Pengabdian yang dilakukan oleh 
Louise Kartika Indah, Melia Ruth Dolok Saribu, Angel Yolandia Panjaitan, Billy Vernando, Fachrul Destrian, Anastacia Justine, Lasria Siahaandan Ida Bagus Eka Utama Wija dari Universitas Kristen Indonesia menyoroti bahwa Kurangnya pemahaman masyarakat pada fase ini selama ini menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka stunting di Indonesia.

Masalah Gizi dan Minimnya Edukasi Jadi Tantangan Utama
Stunting masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan kesehatan nasional. Kondisi ini terjadi akibat kekurangan gizi kronis sejak dalam kandungan hingga awal kehidupan anak, yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif jangka panjang. Di lapangan, tim peneliti menemukan bahwa banyak keluarga di Cimahpar belum memahami konsep dasar 1000 HPK. Selain itu, praktik gizi juga masih belum optimal, seperti pola makan ibu hamil yang tidak seimbang, rendahnya kepatuhan konsumsi zat besi, hingga kesalahpahaman tentang pemberian ASI eksklusif dan makanan pendamping ASI (MP-ASI). Keterbatasan akses terhadap edukasi kesehatan juga menjadi kendala. Tidak semua warga aktif mengikuti kegiatan Posyandu, sehingga informasi penting sering tidak tersampaikan secara merata.

Pendekatan Door-to-Door Jadi Solusi Efektif
Untuk menjawab masalah tersebut, tim UKI menerapkan metode edukasi berbasis kunjungan rumah kepada 10 keluarga yang memiliki ibu hamil atau balita. Edukasi dilakukan secara langsung melalui diskusi interaktif, penyampaian materi sederhana, serta penggunaan media leaflet.
Materi yang disampaikan meliputi:
  • Pentingnya gizi selama kehamilan.
  • Manfaat ASI eksklusif selama 6 bulan.
  • Waktu dan cara pemberian MP-ASI yang tepat.
  • Upaya pencegahan stunting.
Pendekatan ini memungkinkan interaksi dua arah antara edukator dan keluarga, sehingga materi dapat disesuaikan dengan kondisi sosial, budaya, dan kebutuhan masing-masing keluarga.

Hasil: Pemahaman Warga Meningkat Signifikan
Setelah intervensi, seluruh indikator menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat. Rinciannya sebagai berikut:
  • Pemahaman konsep 1000 HPK meningkat 70%.
  • Pengetahuan tentang MP-ASI meningkat 70%.
  • Pemahaman gizi ibu hamil meningkat 60%.
  • Pengetahuan pencegahan stunting meningkat 60%.
  • Pemahaman ASI eksklusif meningkat 50%.
Secara keseluruhan, rata-rata peningkatan mencapai 62 persen. Warga juga menunjukkan antusiasme tinggi dan respon positif terhadap metode edukasi yang dilakukan, pendekatan personal melalui kunjungan rumah menjadi kunci keberhasilan program ini. Interaksi langsung membuat masyarakat lebih mudah memahami informasi dan berani berdiskusi tentang masalah yang mereka hadapi sehari-hari.

Dampak Jangka Panjang untuk Pencegahan Stunting
Peningkatan pengetahuan masyarakat menjadi langkah awal penting dalam perubahan perilaku kesehatan. Dengan pemahaman yang lebih baik, keluarga diharapkan mampu menerapkan praktik gizi yang tepat selama kehamilan dan masa awal kehidupan anak. Program 1000 HPK sendiri telah diakui secara global sebagai intervensi kunci untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Intervensi pada periode ini tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga pada produktivitas ekonomi dan pembangunan sosial dalam jangka panjang. Namun, peneliti juga mencatat keterbatasan studi ini. Jumlah responden masih kecil dan evaluasi hanya mengukur peningkatan pengetahuan jangka pendek, belum perubahan perilaku secara langsung.

Profil Penulis
Louise Kartika Indah, dr., M.Ke
s., adalah dosen di Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia dengan fokus pada kesehatan ibu dan anak serta pencegahan stunting.
Melia Ruth Dolok Saribu, Angel Yolandia Panjaitan, Billy Vernando, Fachrul Destrian, Anastacia Justine, dan Lasria Siahaan merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia yang terlibat dalam program pengabdian masyarakat ini.
Ida Bagus Eka Utama Wija, dr., Sp.A, adalah dosen Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia dengan keahlian di bidang pediatri.

Sumber Penelitian
Indah, L. K., Saribu, M. R. D., Panjaitan, A. Y., Vernando, B., Destrian, F., Justine, A., Siahaan, L., & Wija, I. B. E. U. (2026). The First 1000 Days of Birth (HPK) Education Movement: Efforts to Increase Public Understanding through Home Visits in Cimahpar Subdistrict, North Bogor. Asian Journal of Community Services (AJCS), Vol. 5 No. 4, 175–184.
DOI: https://doi.org/10.55927/ajcs.v5i4.12
URLhttps://journalajcs.my.id/index.php/ajcs

Posting Komentar

0 Komentar