Gambar Ilustrasi AI
FORMOSA NEWS - Jambi - Ekstrak Temulawak Terbukti Tingkatkan Nafsu Makan dan Berat Badan Tikus Laboratorium. Penelitian yang dilakukan oleh Salmah, Sugiarti, Surahman, Yugo Susanto, Misgiati, dan Andy Brata dari Poltekkes Kemenkes Jambi, Poltekkes Kemenkes Jakarta II, STIKES ISFI Banjarmasin, serta Politeknik Kesehatan Putra Indonesia Malang dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) edisi Vol. 5 No. 3 Tahun 2026 menyoroti bahwa karena penurunan nafsu makan merupakan salah satu faktor yang berkontribusi pada malnutrisi dan stunting pada anak.
Penelitian yang dilakukan oleh Salmah, Sugiarti, Surahman, Yugo Susanto, Misgiati, dan Andy Brata dari Poltekkes Kemenkes Jambi, Poltekkes Kemenkes Jakarta II, STIKES ISFI Banjarmasin, serta Politeknik Kesehatan Putra Indonesia Malang menyoroti bahwa ekstrak temulawak berpotensi menjadi alternatif alami untuk meningkatkan asupan makanan dan mendukung perbaikan status gizi.
Penelitian yang dilakukan oleh Salmah, Sugiarti, Surahman, Yugo Susanto, Misgiati, dan Andy Brata dari Poltekkes Kemenkes Jambi, Poltekkes Kemenkes Jakarta II, STIKES ISFI Banjarmasin, serta Politeknik Kesehatan Putra Indonesia Malang menyoroti bahwa ekstrak temulawak berpotensi menjadi alternatif alami untuk meningkatkan asupan makanan dan mendukung perbaikan status gizi.
Latar Belakang: Nafsu Makan dan Risiko Stunting
Masalah gizi kronis seperti stunting masih menjadi tantangan kesehatan global. Anak dengan nafsu makan rendah cenderung mengalami kekurangan energi dan zat gizi penting. Kondisi ini dapat berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, hingga produktivitas di masa dewasa. Pilihan obat penambah nafsu makan modern masih terbatas dan sering disertai efek samping. Karena itu, tanaman obat seperti temulawak menarik perhatian sebagai alternatif yang lebih aman. Rimpang temulawak diketahui mengandung kurkuminoid, xanthorrhizol, dan minyak atsiri yang berperan dalam meningkatkan fungsi pencernaan.
Metode Penelitian pada Tikus Putih
Peneliti menggunakan pendekatan eksperimental dengan 25 ekor tikus putih jantan berbobot 20–30 gram. Hewan uji dibagi menjadi lima kelompok:
Metode Penelitian pada Tikus Putih
Peneliti menggunakan pendekatan eksperimental dengan 25 ekor tikus putih jantan berbobot 20–30 gram. Hewan uji dibagi menjadi lima kelompok:
- Kelompok kontrol negatif (NaCMC 1%).
- Ekstrak temulawak dosis 100 mg/kg berat badan.
- Ekstrak temulawak dosis 200 mg/kg berat badan.
- Ekstrak temulawak dosis 400 mg/kg berat badan.
- Kontrol positif megestrol acetate 81,25 mg/kg berat badan.
Ekstrak temulawak dibuat dengan metode maserasi menggunakan etanol 70 persen selama tiga hari. Tikus diberi perlakuan selama 14 hari, dengan pengukuran konsumsi pakan harian dan perubahan berat badan.
Hasil: Konsumsi Pakan Meningkat Signifikan
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan konsumsi pakan yang jelas pada kelompok yang menerima ekstrak temulawak dosis menengah dan tinggi.
Beberapa temuan utama penelitian:
- Konsumsi pakan meningkat mulai hari ke-3 pada dosis 200 mg/kg dan 400 mg/kg.
- Dosis 400 mg/kg menghasilkan konsumsi pakan tertinggi sekitar 5,2 gram per hari.
- Nilai tersebut mendekati kelompok kontrol positif yang menggunakan obat penambah nafsu makan.
- Dosis 100 mg/kg menunjukkan peningkatan ringan namun belum signifikan.
Peningkatan konsumsi pakan ini menunjukkan adanya efek stimulasi nafsu makan dari ekstrak temulawak.
Implikasi untuk Penanganan Malnutrisi
Hasil penelitian ini memperkuat penggunaan temulawak sebagai herbal penambah nafsu makan. Potensi manfaatnya meliputi:
Implikasi untuk Penanganan Malnutrisi
Hasil penelitian ini memperkuat penggunaan temulawak sebagai herbal penambah nafsu makan. Potensi manfaatnya meliputi:
- Mendukung program pencegahan stunting.
- Alternatif alami penambah nafsu makan anak.
- Bahan baku suplemen herbal nutrisi.
- Pendukung terapi pasien dengan nafsu makan rendah.
- Pengembangan fitofarmaka berbasis tanaman lokal.
Peneliti menekankan bahwa studi lanjutan pada manusia masih diperlukan untuk menentukan dosis optimal dan keamanan jangka panjang.
Profil Singkat Penulis
Salmah, S.Farm., M.Sc. – Dosen bidang farmakologi herbal, Poltekkes Kemenkes Jambi
Sugiarti, S.Farm., M.Farm. – Peneliti fitokimia, Poltekkes Kemenkes Jambi
Surahman, M.Farm., Apt. – Farmakolog eksperimental, Poltekkes Kemenkes Jakarta II
Yugo Susanto, M.Farm., Apt. – Peneliti bahan alam, STIKES ISFI Banjarmasin
Misgiati, S.Farm., M.Sc. – Ahli farmasetika herbal, Politeknik Kesehatan Putra Indonesia Malang
Andy Brata, M.Farm., Apt. – Dosen farmakologi dan pengembangan obat herbal, Poltekkes Kemenkes Jambi
Sumber Penelitian
Salmah, Sugiarti, Surahman, Yugo Susanto, Misgiati, & Andy Brata 2026. Activity of Temu Lawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Rhizome Extract in Increasing Appetite in White Mice. Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS). Vol. 5 No. 3 2026. Halaman: 949–964
DOI: https://doi.org/10.55927/fjas.v5i3.37
URL: https://journalfjas.my.id/index.php/fjas
Sumber Penelitian
Salmah, Sugiarti, Surahman, Yugo Susanto, Misgiati, & Andy Brata 2026. Activity of Temu Lawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Rhizome Extract in Increasing Appetite in White Mice. Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS). Vol. 5 No. 3 2026. Halaman: 949–964
DOI: https://doi.org/10.55927/fjas.v5i3.37
URL: https://journalfjas.my.id/index.php/fjas

0 Komentar