Strategi Promosi Digital untuk Produk Baru Merek Bastoh dalam Meningkatkan Penjualan Selama Bulan Ramadan

Ilustrasi by AI

Strategi Promosi Digital Bastoh Tingkatkan Penjualan Produk Baru Saat Ramadan

Strategi promosi digital terpadu yang diterapkan Brand Bastoh berhasil meningkatkan penjualan produk baru selama periode Ramadan 2026. Temuan ini dilaporkan oleh Andini Sundari Pramasheilla bersama Ernawati dari Program Studi Manajemen Pemasaran, Politeknik LP3I Tasikmalaya, melalui penelitian yang dilakukan pada Januari–Maret 2026. Hasil studi ini penting karena menunjukkan bagaimana kombinasi iklan digital, kolaborasi influencer, dan strategi kelangkaan produk mampu mengubah perhatian konsumen menjadi transaksi nyata di marketplace.

Penelitian ini relevan bagi pelaku UMKM fashion, praktisi pemasaran digital, serta pengambil kebijakan ekonomi kreatif karena memberikan contoh konkret strategi pemasaran efektif saat momentum musiman dengan persaingan tinggi seperti Ramadan.

Industri Fashion Muslim dan Tantangan Produk Baru di Era Digital

Industri fashion Muslim di Indonesia terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin digital. Pakaian Muslim tidak lagi dipandang hanya sebagai kebutuhan religius, tetapi juga bagian dari ekspresi gaya dan identitas sosial modern.

Data nasional menunjukkan penjualan fashion Muslim meningkat sekitar 15 persen selama Ramadan 2023 dibandingkan bulan biasa. Pada 2024, permintaan bahkan naik hingga 22 persen, didorong pertumbuhan e-commerce. Di tingkat daerah, sektor bordir dan garmen di Tasikmalaya menyumbang sekitar 35 persen kontribusi terhadap PDRB industri kreatif pada 2023.

Namun, meluncurkan produk baru di marketplace tetap menjadi tantangan. Produk baru biasanya belum memiliki ulasan konsumen sehingga tingkat kepercayaan awal masih rendah. Kondisi ini berdampak langsung pada konversi penjualan.

Brand Bastoh, produsen baju koko asal Tasikmalaya yang berdiri sejak 1999 di bawah CV. Ramli, menghadapi tantangan tersebut saat merilis produk baru menjelang Ramadan. Perusahaan kemudian menerapkan strategi promosi digital terpadu untuk meningkatkan kepercayaan dan penjualan.

Metode Penelitian: Observasi Kampanye Digital dan Wawancara Manajer Pemasaran

Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui:

  • wawancara mendalam dengan manajer pemasaran Brand Bastoh
  • observasi aktivitas promosi di Instagram dan TikTok
  • dokumentasi internal perusahaan terkait penjualan produk baru

Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman untuk memastikan interpretasi hasil tetap sistematis dan valid.

Pendekatan ini memungkinkan peneliti melihat secara langsung bagaimana strategi promosi digital dijalankan dalam situasi nyata selama periode Ramadan.

Iklan Digital Naik Tujuh Kali Lipat Selama Ramadan

Salah satu temuan utama penelitian adalah peningkatan signifikan anggaran promosi digital.

Selama Ramadan, Bastoh meningkatkan anggaran iklan berbayar di Facebook dan Instagram dari rata-rata Rp7 juta menjadi Rp50 juta. Langkah ini memperluas jangkauan promosi sekaligus mempercepat peningkatan kesadaran merek.

Selain itu, perusahaan mengaktifkan lebih dari 200 mitra affiliate marketing dengan sistem komisi berbasis performa sebesar 3–5 persen. Bastoh juga menggandeng Key Opinion Leaders (KOL) seperti Bara dan Badrus untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap produk baru.

Menurut Andini Sundari Pramasheilla dari Politeknik LP3I Tasikmalaya, kolaborasi dengan pihak ketiga terbukti efektif mempercepat pembentukan persepsi positif konsumen terhadap produk yang belum memiliki rekam jejak ulasan di marketplace.

Strategi Kelangkaan Produk Jadi Pembeda di Tengah Persaingan Harga

Selain promosi digital, Bastoh menerapkan strategi diferensiasi produk berbasis eksklusivitas.

Setiap baju koko diproduksi menggunakan bordir asli 100 persen dengan desain internal perusahaan. Produk juga dipasarkan menggunakan kebijakan tanpa restock, sehingga setiap motif hanya tersedia dalam jumlah terbatas.

Strategi ini meningkatkan persepsi eksklusivitas sekaligus menjaga posisi merek di segmen premium.

Menurut Ernawati dari Politeknik LP3I Tasikmalaya, diferensiasi visual dan kebijakan kelangkaan menjadi faktor penting dalam menjaga reputasi merek serta mencegah persaingan harga yang merugikan produsen.

Taktik “Archive and Replace Storefront” Tingkatkan Kepercayaan Konsumen

Temuan menarik lainnya adalah penggunaan strategi operasional marketplace bernama Archive and Replace Storefront.

Melalui metode ini, produk baru ditempatkan pada tautan etalase lama yang sudah memiliki ribuan ulasan positif. Strategi tersebut membantu mengatasi hambatan psikologis konsumen terhadap produk baru tanpa review.

Pendekatan ini menciptakan efek social proof instan, sehingga meningkatkan peluang pembelian secara signifikan.

Menurut peneliti, strategi teknis seperti ini menjadi faktor penting yang menghubungkan perhatian konsumen di media sosial dengan transaksi nyata di marketplace.

Kombinasi Kampanye Digital dan Strategi Marketplace Tingkatkan Konversi Penjualan

Penelitian menunjukkan keberhasilan peningkatan penjualan produk baru Bastoh tidak hanya dipengaruhi oleh promosi digital semata, tetapi oleh integrasi beberapa strategi sekaligus:

  • peningkatan anggaran iklan digital
  • kolaborasi dengan lebih dari 200 affiliate partner
  • kerja sama dengan KOL
  • diferensiasi produk berbasis bordir eksklusif
  • strategi kelangkaan tanpa restock
  • optimalisasi etalase marketplace melalui social proof

Sinergi strategi tersebut mampu mempercepat konversi dari brand awareness menjadi transaksi nyata selama momentum Ramadan.

Menurut Andini Sundari Pramasheilla, pendekatan terpadu antara kampanye media sosial dan optimasi teknis marketplace menjadi kunci keberhasilan peluncuran produk baru di era pemasaran digital berbasis algoritma.

Dampak Penelitian bagi UMKM Fashion dan Industri Kreatif

Temuan penelitian ini memberikan panduan praktis bagi pelaku usaha fashion Muslim, khususnya UMKM, dalam memanfaatkan momentum Ramadan secara lebih strategis.

Strategi yang direkomendasikan meliputi:

  • meningkatkan anggaran iklan digital secara terukur saat peak season
  • memanfaatkan jaringan affiliate marketing
  • bekerja sama dengan KOL terpercaya
  • menerapkan diferensiasi produk berbasis identitas visual kuat
  • memanfaatkan social proof marketplace secara strategis

Selain itu, penelitian ini membuka peluang pengembangan strategi Customer Relationship Management (CRM) setelah Ramadan untuk menjaga loyalitas konsumen baru.

Profil Penulis Penelitian

Andini Sundari Pramasheilla merupakan peneliti di Program Studi Manajemen Pemasaran, Politeknik LP3I Tasikmalaya, dengan fokus keahlian pada strategi pemasaran digital dan perilaku konsumen di marketplace.

Ernawati, S.E., M.M. adalah dosen Program Studi Manajemen Pemasaran Politeknik LP3I Tasikmalaya yang memiliki kepakaran di bidang manajemen pemasaran, brand positioning, dan strategi komunikasi pemasaran berbasis teknologi digital.

Sumber Penelitian

Pramasheilla, Andini Sundari & Ernawati. 2026.
“Digital Promotion Strategy for Bastoh Brand New Product in Increasing Sales During the Ramadan Period.”
International Journal of Applied Economics, Accounting and Management (IJAEAM), Vol. 3 No. 2 (2026), halaman 57–66.
E-ISSN: 3089-9966

Posting Komentar

0 Komentar