CAR dan PBV Jadi Penentu Utama Harga Saham Bank KBMI 3 di Indonesia

Ilustrasi by AI

FORMOSA NEWS - Surabaya - Harga saham bank kategori KBMI 3 di Indonesia lebih banyak dipengaruhi oleh kekuatan modal dan penilaian pasar dibandingkan profitabilitas. Temuan ini berasal dari penelitian yang dilakukan oleh Putra Arfiansyah dan Ladi Wajuba Perdini Fisabilillah dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Negeri Surabaya, yang dipublikasikan pada 2026. Studi ini menganalisis data sembilan bank KBMI 3 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2017–2024 dan menjadi penting karena sektor perbankan menyumbang lebih dari 30% kapitalisasi pasar nasional.

Penelitian ini menyoroti bagaimana investor merespons indikator keuangan dalam menentukan keputusan investasi, terutama di tengah dinamika ekonomi global seperti pandemi Covid-19 yang meningkatkan volatilitas pasar.

Latar Belakang: Peran Strategis Saham Perbankan

Sektor perbankan memiliki peran dominan dalam pergerakan pasar modal Indonesia. Saham bank sering dijadikan indikator kondisi ekonomi karena mencerminkan stabilitas, risiko, dan prospek bisnis keuangan.

Bank KBMI 3, yang tergolong bank menengah berdasarkan klasifikasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menjadi fokus penelitian karena lebih sensitif terhadap perubahan ekonomi dibanding bank besar. Periode 2017–2024 juga mencakup fase penting, termasuk tekanan global dan pandemi Covid-19 yang berdampak langsung pada harga saham dan risiko kredit perbankan.

Metodologi: Analisis Data Panel 9 Bank

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel kuartalan dari sembilan bank KBMI 3 selama delapan tahun. Data diperoleh dari laporan keuangan bank, statistik OJK, dan harga saham dari Yahoo Finance.

Empat rasio keuangan utama dianalisis:

  • Return on Equity (ROE)
  • Capital Adequacy Ratio (CAR)
  • Price to Book Value (PBV)
  • Non-Performing Loan (NPL)

Selain itu, variabel dummy Covid-19 digunakan untuk menangkap dampak pandemi terhadap harga saham.

Analisis dilakukan menggunakan model Fixed Effect Model (FEM) yang dipilih melalui uji Chow dan Hausman, dengan penyesuaian robust standard errors untuk meningkatkan akurasi hasil.

Temuan Utama: CAR dan PBV Paling Berpengaruh

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua rasio keuangan memiliki pengaruh yang sama terhadap harga saham.

Temuan utama:

  • CAR berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham
  • PBV berpengaruh paling kuat dan signifikan
  • ROE tidak berpengaruh signifikan
  • NPL tidak berpengaruh signifikan
  • Pandemi Covid-19 berdampak negatif signifikan

Model penelitian mampu menjelaskan sekitar 74,08% variasi harga saham, menunjukkan bahwa variabel yang digunakan cukup kuat dalam menggambarkan pergerakan harga saham bank KBMI 3.

Penjelasan Temuan: Investor Lebih Fokus pada Stabilitas

Penelitian ini menemukan bahwa investor cenderung lebih memperhatikan kekuatan modal (CAR) dan penilaian pasar (PBV) dibandingkan laba (ROE) atau risiko kredit (NPL).

Putra Arfiansyah dari Universitas Negeri Surabaya menjelaskan bahwa dalam kondisi ketidakpastian, seperti saat pandemi, investor lebih mengutamakan indikator yang mencerminkan stabilitas dan ketahanan bank.

  • CAR tinggi menunjukkan kemampuan bank menyerap risiko
  • PBV tinggi mencerminkan optimisme pasar terhadap nilai perusahaan
  • ROE kurang dominan karena informasi laba sering sudah diantisipasi pasar
  • NPL tidak signifikan karena masih dalam batas terkendali

“Investor tidak hanya melihat profit, tetapi juga kemampuan bank bertahan dalam tekanan ekonomi,” tulis penulis dalam pembahasan penelitian.

Dampak Pandemi: Tekanan dan Pemulihan Pasar

Variabel Covid-19 terbukti memberikan dampak negatif signifikan terhadap harga saham. Pada awal pandemi, investor cenderung menghindari risiko (risk-off), sehingga terjadi tekanan jual pada saham perbankan.

Namun, seiring waktu:

  • Kebijakan stabilisasi pasar dari Bursa Efek Indonesia membantu meredam tekanan
  • Saham perbankan mulai dianggap undervalued
  • Minat investor kembali meningkat

Hal ini menunjukkan bahwa faktor eksternal seperti krisis global dapat memengaruhi pasar secara signifikan, tetapi dampaknya bersifat sementara jika didukung kebijakan yang tepat.

Implikasi: Panduan bagi Investor dan Industri

Hasil penelitian ini memiliki beberapa implikasi penting:

Bagi investor:

  • Fokus pada CAR dan PBV sebagai indikator utama
  • Tidak hanya mengandalkan profitabilitas
  • Mempertimbangkan kondisi makroekonomi

Bagi perbankan:

  • Menjaga kecukupan modal
  • Meningkatkan transparansi
  • Mengelola persepsi pasar

Bagi regulator:

  • Memperkuat stabilitas sektor perbankan
  • Meningkatkan efisiensi pasar

Penelitian ini menegaskan bahwa persepsi pasar dan kekuatan fundamental menjadi kunci dalam pembentukan harga saham, terutama di sektor perbankan.

Profil Penulis

Putra Arfiansyah
Mahasiswa bidang Ekonomi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Negeri Surabaya. Fokus pada analisis pasar modal dan keuangan perbankan.

Ladi Wajuba Perdini Fisabilillah
Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Negeri Surabaya. Memiliki keahlian di bidang keuangan, investasi, dan analisis ekonomi.

Sumber Penelitian

Arfiansyah, P., & Fisabilillah, L. W. P. (2026). Determining the Stock Price of Bank KBMI 3 in Indonesia: A Financial Ratio Analysis Using a Panel Data Approach for the Period 2017–2024. Formosa Journal of Multidisciplinary Research, Vol. 5 No. 4, 1099–1114.

Posting Komentar

0 Komentar