Kinerja karyawan di PT Pegadaian Kantor Wilayah III Palembang terbukti lebih dipengaruhi oleh beban kerja dibandingkan keterikatan kerja dan kepuasan kerja. Temuan ini diungkap oleh Nabila Ayu Lestari bersama Trisninawati, Fitriasuri, dan Dina Mellita dari Program Magister Manajemen Universitas Bina Darma dalam riset yang dipublikasikan pada 2026. Hasilnya penting karena memberikan arah baru bagi strategi pengelolaan sumber daya manusia di sektor jasa keuangan milik negara.
Penelitian ini berangkat dari tantangan nyata yang dihadapi Pegadaian, mulai dari target penjualan tinggi, beban tugas operasional yang kompleks, hingga ketimpangan peluang karier antara karyawan tetap dan outsourcing. Kondisi tersebut memicu pertanyaan: faktor mana yang benar-benar mendorong kinerja pegawai?
Cara Penelitian Dilakukan
Tim peneliti melibatkan 100 karyawan sebagai responden dari total 130 populasi pegawai. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode statistik SEM-PLS, yang mampu melihat hubungan antar variabel secara menyeluruh.
Tiga faktor utama diuji:
- Employee engagement (keterikatan karyawan)
- Workload (beban kerja)
- Job satisfaction (kepuasan kerja)
Temuan Utama Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan perbedaan pengaruh yang cukup tegas:
- Beban kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan
- Employee engagement tidak berpengaruh signifikan
- Kepuasan kerja juga tidak berpengaruh signifikan
Secara statistik, beban kerja memiliki kontribusi terbesar dalam meningkatkan performa pegawai, dengan pengaruh yang tergolong moderat. Sebaliknya, dua faktor lainnya hanya memberikan dampak kecil dan tidak signifikan secara langsung terhadap kinerja.
Menariknya, model penelitian ini mampu menjelaskan sekitar 79,5% variasi kinerja karyawan, yang menunjukkan bahwa kombinasi faktor yang diuji cukup kuat dalam menggambarkan kondisi nyata di lapangan.
Gambaran Kondisi Lapangan
Data pada tabel KPI cabang (halaman 4–5) menunjukkan bahwa sebagian besar cabang Pegadaian di Palembang mengalami peningkatan kinerja pada 2025, meski beberapa cabang justru menurun. Hal ini mengindikasikan adanya ketidakseimbangan dalam pengelolaan kerja di berbagai unit.
Peneliti juga menemukan bahwa:
- Target penjualan harian (misalnya 10 gram emas) meningkatkan tekanan kerja
- Pegawai menjalankan banyak tugas sekaligus, dari layanan hingga penagihan
- Ketimpangan kompensasi memengaruhi motivasi dan loyalitas
Makna Temuan bagi Dunia Kerja
Hasil ini menegaskan bahwa beban kerja yang terstruktur dan terukur justru bisa meningkatkan kinerja, bukan selalu menjadi beban negatif. Selama dikelola dengan baik, tekanan kerja dapat mendorong fokus, disiplin, dan produktivitas.
Sebaliknya, keterikatan dan kepuasan kerja belum otomatis meningkatkan kinerja jika:
- Sistem penghargaan tidak jelas
- Dukungan manajemen kurang
- Peluang pengembangan karier terbatas
Menurut para peneliti dari Universitas Bina Darma, “perusahaan perlu memperkuat sistem reward, kepemimpinan, dan pengembangan karier agar engagement dan kepuasan kerja bisa berdampak nyata pada kinerja.”
Dampak bagi Perusahaan dan Kebijakan
Temuan ini memberi beberapa implikasi penting:
- Perusahaan perlu mengelola beban kerja secara proporsional dan terukur
- Sistem kerja berbasis target harus diimbangi dengan dukungan organisasi yang kuat
- Kebijakan SDM perlu fokus pada keadilan kompensasi dan peluang karier
Bagi sektor BUMN dan jasa keuangan, hasil ini relevan untuk meningkatkan produktivitas tanpa mengorbankan kesejahteraan karyawan.
Profil Penulis
- Nabila Ayu Lestari, S.E., M.M. – Universitas Bina Darma
- Trisninawati, S.E., M.M. – Universitas Bina Darma
- Fitriasuri, S.E., M.M. – Universitas Bina Darma
- Dina Mellita, S.E., M.M. –Universitas Bina Darma
Sumber Penelitian
Judul: The Influence of Employee Engagement, Workload, and Job Satisfaction on Employee Performance at PT Pegadaian Regional Office III Palembang
Jurnal: International Journal of Business and Applied Economics (IJBAE)
Tahun: 2026

0 Komentar