Aplikasi Mobile Satukan Jasa Tukang Kebun dan Penjualan Tanaman Hias dalam Satu Platform

Ilustrasi By AI

FORMOSA NEWS - Yogyakarta - Pengembangan aplikasi mobile yang menggabungkan layanan jasa tukang kebun dan penjualan tanaman hias kini menjadi solusi baru di sektor bisnis hortikultura digital. Riset ini dilakukan oleh Muhamad Rizki Maulana dan Ikrimach dari Program Studi Informatika, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Teknologi Yogyakarta, dan dipublikasikan pada 2026 di Formosa Journal of Science and Technology. Temuan ini penting karena menjawab kebutuhan pasar akan layanan terintegrasi yang selama ini masih terpisah.

Di tengah pesatnya transformasi digital, banyak pelaku usaha tanaman hias dan jasa perawatan taman masih menggunakan metode manual dalam pencatatan dan transaksi. Kondisi ini sering menyebabkan ketidakefisienan dalam pengelolaan data, stok, hingga pelayanan pelanggan. Padahal, tren menunjukkan bahwa aplikasi mobile mampu memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan kemudahan akses layanan bagi pengguna.

Penelitian ini menghadirkan pendekatan baru: menggabungkan dua layanan utama penjualan tanaman hias dan jasa perawatan taman ke dalam satu aplikasi berbasis mobile. Sebelumnya, sebagian besar aplikasi hanya fokus pada salah satu layanan, sehingga pengguna harus berpindah platform untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda.

Metode Pengembangan yang Fleksibel

Tim peneliti menggunakan metode Agile dalam pengembangan aplikasi. Metode ini memungkinkan proses pengembangan dilakukan secara bertahap dan adaptif, mulai dari perencanaan, desain, pengembangan, pengujian, hingga implementasi.

Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan penjual tanaman hias dan penyedia jasa taman, serta observasi proses bisnis yang berjalan. Selain itu, peneliti juga melakukan studi literatur untuk memastikan pengembangan aplikasi berbasis pada konsep dan teknologi yang relevan.

Aplikasi dibangun menggunakan framework React Native agar dapat berjalan di berbagai perangkat mobile. Untuk memastikan kualitas sistem, pengujian dilakukan menggunakan metode Black Box Testing, yang berfokus pada fungsi aplikasi dari sisi pengguna tanpa melihat struktur kode.

Fitur Lengkap dalam Satu Aplikasi

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi yang dikembangkan mampu mengintegrasikan berbagai fitur penting dalam satu platform. Beberapa fitur utama meliputi:

  • Katalog tanaman hias lengkap dengan deskripsi, harga, dan ulasan
  • Pemesanan jasa tukang kebun seperti penyiraman, pemangkasan, hingga perbaikan taman
  • Keranjang belanja yang dapat menggabungkan produk dan layanan
  • Proses checkout dengan pilihan voucher dan metode pembayaran
  • Sistem pembayaran online terintegrasi (termasuk virtual account bank)
  • Pemantauan status pesanan secara real-time
  • Fitur ulasan dan penilaian layanan

Seluruh fitur ini telah diuji dan dinyatakan berfungsi dengan baik sesuai skenario pengujian.

Efisiensi dan Kemudahan Akses Jadi Kunci

Integrasi layanan dalam satu aplikasi memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi transaksi. Pengguna tidak lagi perlu berpindah aplikasi untuk membeli tanaman sekaligus memesan jasa perawatan taman. Semua kebutuhan dapat dipenuhi dalam satu platform.

Muhamad Rizki Maulana menjelaskan bahwa integrasi ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan pengguna, tetapi juga membantu pelaku usaha dalam mengelola data transaksi secara lebih terstruktur. “Penggabungan layanan dalam satu sistem membuat proses bisnis menjadi lebih efektif, baik dari sisi pengguna maupun penyedia layanan,” ujarnya.

Selain itu, aplikasi ini juga berpotensi memperluas pasar bagi pelaku usaha tanaman hias dan jasa taman, terutama di era digital yang semakin kompetitif.

Kontribusi untuk Dunia Akademik dan Industri

Secara akademik, penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan sistem berbasis integrasi layanan, yang masih jarang dilakukan pada studi sebelumnya. Pendekatan ini dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya dalam bidang teknologi informasi dan bisnis digital.

Dari sisi praktis, aplikasi ini menawarkan solusi nyata bagi pelaku usaha kecil dan menengah di sektor hortikultura untuk beradaptasi dengan transformasi digital. Dengan sistem yang terintegrasi, pengelolaan transaksi menjadi lebih efisien dan transparan.

Tantangan dan Pengembangan Selanjutnya

Meski menunjukkan hasil yang positif, penelitian ini masih memiliki keterbatasan. Pengujian aplikasi baru dilakukan pada aspek fungsional, belum mencakup pengalaman pengguna (user experience) dan performa sistem secara menyeluruh.

Peneliti merekomendasikan pengembangan lanjutan, seperti penambahan fitur komunikasi langsung (chat) antara pengguna dan penyedia jasa. Fitur ini dinilai penting untuk meningkatkan interaksi, konsultasi layanan, dan kecepatan respons.

Profil Penulis

Muhamad Rizki Maulana adalah peneliti di bidang teknologi informasi dari Universitas Teknologi Yogyakarta, dengan fokus pada pengembangan aplikasi mobile dan sistem digital terintegrasi.
Ikrimach merupakan akademisi di bidang informatika yang memiliki keahlian dalam rekayasa perangkat lunak dan sistem informasi berbasis mobile.

Sumber Penelitian

Maulana, M. R., & Ikrimach. (2026). Development of a Mobile-Based Application for Gardening Services and Ornamental Plant Sales Using the Agile Methodology. Formosa Journal of Science and Technology, Vol. 5 No. 4, hlm. 969–986.

Posting Komentar

0 Komentar