Gambar Ilustration AI
FORMOSA NEWS - Cirebon - Krisis Sampah Cirebon: Air Tanah Tercemar Berat di TPA Kopi Luhur. Penelitian yang dilakukan oleh Helsa Mutiara Rahmawati, Nisa Aulia Apriliyanti, dan Sindi Nurazizah dari Universitas Swadaya Gunung Jati dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) edisi Vol. 5 No. 2 Tahun 2026 menyoroti bahwa persoalan sampah bukan lagi sekadar urusan teknis pembuangan, melainkan tantangan serius bagi sistem administrasi publik.
Penelitian yang dilakukan oleh Helsa Mutiara Rahmawati, Nisa Aulia Apriliyanti, dan Sindi Nurazizah dari Universitas Swadaya Gunung Jati menyoroti bahwa pencemaran air tanah yang mengkhawatirkan, dengan kadar bakteri Fecal Coliform mencapai 12.000 Jml/ml jauh di atas batas aman untuk konsumsi manusia.
Latar Belakang: TPA Kelebihan Kapasitas
TPA Kopi Luhur kini berada dalam kondisi mendekati atau bahkan melampaui kapasitas maksimal. Volume sampah yang terus meningkat tidak diimbangi dengan infrastruktur dan sistem pengelolaan yang memadai. Akibatnya, penumpukan sampah tidak hanya mengganggu estetika lingkungan, tetapi juga memicu dampak serius seperti pencemaran udara dan air. Penelitian ini mencatat bahwa sistem yang masih berorientasi pada pembuangan akhir menjadi akar masalah. Alih-alih mengurangi sampah dari sumbernya, kebijakan yang ada justru bergantung pada TPA sebagai solusi utama. Pola ini memperbesar beban lingkungan dan mempercepat terjadinya krisis. Dalam konteks administrasi publik, kondisi ini mencerminkan adanya kesenjangan antara perencanaan kebijakan dan implementasi di lapangan. Sistem yang tidak adaptif membuat pengelolaan sampah menjadi tidak efisien dan sulit menjawab tantangan yang semakin kompleks.
Metodologi: Analisis Berbasis Kajian Literatur
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi literatur. Data dikumpulkan dari berbagai sumber terpercaya, seperti situs resmi instansi pemerintah, buku, dan jurnal ilmiah. Pendekatan ini digunakan untuk memastikan validitas dan kedalaman analisis. Para peneliti menggunakan perspektif ekologi administrasi publik, yang membagi analisis ke dalam tiga dimensi utama:
Penelitian yang dilakukan oleh Helsa Mutiara Rahmawati, Nisa Aulia Apriliyanti, dan Sindi Nurazizah dari Universitas Swadaya Gunung Jati menyoroti bahwa pencemaran air tanah yang mengkhawatirkan, dengan kadar bakteri Fecal Coliform mencapai 12.000 Jml/ml jauh di atas batas aman untuk konsumsi manusia.
Latar Belakang: TPA Kelebihan Kapasitas
TPA Kopi Luhur kini berada dalam kondisi mendekati atau bahkan melampaui kapasitas maksimal. Volume sampah yang terus meningkat tidak diimbangi dengan infrastruktur dan sistem pengelolaan yang memadai. Akibatnya, penumpukan sampah tidak hanya mengganggu estetika lingkungan, tetapi juga memicu dampak serius seperti pencemaran udara dan air. Penelitian ini mencatat bahwa sistem yang masih berorientasi pada pembuangan akhir menjadi akar masalah. Alih-alih mengurangi sampah dari sumbernya, kebijakan yang ada justru bergantung pada TPA sebagai solusi utama. Pola ini memperbesar beban lingkungan dan mempercepat terjadinya krisis. Dalam konteks administrasi publik, kondisi ini mencerminkan adanya kesenjangan antara perencanaan kebijakan dan implementasi di lapangan. Sistem yang tidak adaptif membuat pengelolaan sampah menjadi tidak efisien dan sulit menjawab tantangan yang semakin kompleks.
Metodologi: Analisis Berbasis Kajian Literatur
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi literatur. Data dikumpulkan dari berbagai sumber terpercaya, seperti situs resmi instansi pemerintah, buku, dan jurnal ilmiah. Pendekatan ini digunakan untuk memastikan validitas dan kedalaman analisis. Para peneliti menggunakan perspektif ekologi administrasi publik, yang membagi analisis ke dalam tiga dimensi utama:
- Dimensi alamiah, seperti kondisi lingkungan dan dampak ekologis.
- Dimensi non-alamiah, termasuk kebijakan dan kelembagaan.
- Dimensi digital, yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan.
Pendekatan ini memungkinkan peneliti melihat persoalan sampah secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari aspek tata kelola.
Temuan Utama: Pencemaran Lingkungan yang Serius
Hasil penelitian menunjukkan kondisi yang cukup mengkhawatirkan, terutama terkait kualitas air tanah di sekitar TPA Kopi Luhur. Beberapa temuan penting antara lain:
Temuan Utama: Pencemaran Lingkungan yang Serius
Hasil penelitian menunjukkan kondisi yang cukup mengkhawatirkan, terutama terkait kualitas air tanah di sekitar TPA Kopi Luhur. Beberapa temuan penting antara lain:
- Kadar Fecal Coliform mencapai 12.000 Jml/ml, menandakan kontaminasi bakteri yang tinggi.
- Nilai BOD (Biochemical Oxygen Demand) melebihi ambang batas aman, menunjukkan tingginya kandungan bahan organik pencemar.
- Indikasi pencemaran air tanah berat, yang berpotensi membahayakan kesehatan warga sekitar.
Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem pengelolaan sampah saat ini belum mampu mencegah dampak lingkungan yang serius. Limbah yang tidak tertangani dengan baik meresap ke dalam tanah dan mencemari sumber air. Peneliti menekankan bahwa krisis ini merupakan bukti ketidaksiapan sistem administrasi publik dalam menghadapi lonjakan volume sampah. “Pengelolaan yang masih konvensional membuat dampak lingkungan semakin sulit dikendalikan,” jelasnya.
Implikasi: Ancaman bagi Kesehatan dan Kebijakan Publik
Temuan ini memiliki implikasi luas, terutama bagi kesehatan masyarakat. Air tanah yang tercemar berpotensi menyebabkan berbagai penyakit, terutama bagi warga yang masih bergantung pada sumur sebagai sumber air sehari-hari. Selain itu, kondisi ini juga berdampak pada sektor ekonomi dan kualitas hidup masyarakat. Lingkungan yang tercemar dapat menurunkan nilai properti, mengganggu aktivitas ekonomi, dan meningkatkan beban biaya kesehatan. Dari sisi kebijakan, penelitian ini menyoroti pentingnya perubahan pendekatan dalam pengelolaan sampah.
Pemerintah daerah perlu beralih dari sistem berbasis pembuangan menuju sistem yang menekankan:
Implikasi: Ancaman bagi Kesehatan dan Kebijakan Publik
Temuan ini memiliki implikasi luas, terutama bagi kesehatan masyarakat. Air tanah yang tercemar berpotensi menyebabkan berbagai penyakit, terutama bagi warga yang masih bergantung pada sumur sebagai sumber air sehari-hari. Selain itu, kondisi ini juga berdampak pada sektor ekonomi dan kualitas hidup masyarakat. Lingkungan yang tercemar dapat menurunkan nilai properti, mengganggu aktivitas ekonomi, dan meningkatkan beban biaya kesehatan. Dari sisi kebijakan, penelitian ini menyoroti pentingnya perubahan pendekatan dalam pengelolaan sampah.
Pemerintah daerah perlu beralih dari sistem berbasis pembuangan menuju sistem yang menekankan:
- Pengurangan sampah dari sumber.
- Daur ulang dan pemanfaatan kembali.
- Inovasi teknologi dalam pengelolaan limbah.
Pendekatan adaptif menjadi kunci dalam menghadapi krisis ini. Tanpa perubahan signifikan, TPA akan terus menjadi sumber masalah, bukan solusi.
Profil Penulis
Profil Penulis
Helsa Mutiara Rahmawati merupakan akademisi dari Universitas Swadaya Gunung Jati yang memiliki fokus pada bidang administrasi publik dan kebijakan lingkungan.
Nisa Aulia Apriliyanti dan Sindi Nurazizah, yang juga berasal dari Universitas Swadaya Gunung Jati, dalam mengkaji isu tata kelola sampah dan krisis lingkungan di tingkat lokal.
Sumber Penelitian
Rahmawati, Helsa Mutiara; Apriliyanti, Nisa Aulia; Nurazizah, Sindi. “Analysis of Waste Management at Kopi Luhur Landfill: Public Administration Adaptation to Environmental Crisis in Cirebon City.” Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS), Vol. 5, No. 2, 2026.
DOI: https://doi.org/10.55927/fjas.v5i2.26
URL:https://journalfjas.my.id/index.php/fjas
Nisa Aulia Apriliyanti dan Sindi Nurazizah, yang juga berasal dari Universitas Swadaya Gunung Jati, dalam mengkaji isu tata kelola sampah dan krisis lingkungan di tingkat lokal.
Sumber Penelitian
Rahmawati, Helsa Mutiara; Apriliyanti, Nisa Aulia; Nurazizah, Sindi. “Analysis of Waste Management at Kopi Luhur Landfill: Public Administration Adaptation to Environmental Crisis in Cirebon City.” Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS), Vol. 5, No. 2, 2026.
DOI: https://doi.org/10.55927/fjas.v5i2.26
URL:https://journalfjas.my.id/index.php/fjas

0 Komentar