Analisis Model Tam: Minat Penggunaan Shopee PayLater di Kalangan Mahasiswa Universitas Jambi



Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Jambi - Manfaat dan Risiko Jadi Penentu Minat Mahasiswa Gunakan Shopee PayLater. Temuan yang dilakukan oleh Spingte Malthawibi Bermani Dustar dan Dedi Setiawan dari Universitas Jambi dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR)  edisi Vol. 5 No. 2  Tahun 2026 menyoroti bahwa bagaimana generasi muda mengambil keputusan finansial di tengah pesatnya perkembangan teknologi keuangan (fintech).

Penelitian yang dilakukan oleh 
Spingte Malthawibi Bermani Dustar dan Dedi Setiawan dari Universitas Jambi menyoroti bahwa faktor-faktor yang memengaruhi minat mahasiswa dalam menggunakan SPayLater, dengan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) yang menilai persepsi kemudahan, manfaat, risiko, dan pengetahuan digital.

Latar Belakang: Lonjakan Fintech dan Gaya Hidup Digital
Dalam beberapa tahun terakhir, industri fintech di Indonesia berkembang pesat, terutama layanan buy now, pay later (BNPL). SPayLater menjadi salah satu layanan paling populer, khususnya di kalangan generasi Z dan milenial. Fleksibilitas pembayaran dan kemudahan akses membuat layanan ini menarik, terutama bagi mahasiswa yang menghadapi keterbatasan keuangan. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul kekhawatiran terkait risiko finansial jangka panjang. Gaya hidup konsumtif dan kurangnya pengelolaan keuangan dapat memicu masalah seperti utang menumpuk dan penyalahgunaan data pribadi. Inilah yang mendorong penelitian ini untuk mengkaji lebih dalam perilaku pengguna muda terhadap layanan paylater.

Metodologi Singkat: Survei dan Analisis Statistik
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik random sampling. Dari total populasi lebih dari 27 ribu mahasiswa, dipilih 100 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert, baik secara online maupun offline. Analisis dilakukan menggunakan metode SEM-PLS (Structural Equation Modeling–Partial Least Squares), yang memungkinkan peneliti menguji hubungan antar variabel secara simultan. Variabel yang diteliti meliputi:
  • Persepsi kemudahan penggunaan (Perceived Ease of Use).
  • Persepsi manfaat (Perceived Usefulness).
  • Persepsi risiko (Perceived Risk).
  • Pengetahuan digital (Digital Knowledge).
  • Minat penggunaan (Behavioral Intention).
Temuan Utama: Manfaat dan Risiko Lebih Berpengaruh
Hasil penelitian menunjukkan bahwa:
  • Persepsi manfaat memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat penggunaan SPayLater. Mahasiswa cenderung menggunakan layanan ini karena dianggap membantu transaksi menjadi lebih cepat dan fleksibel.
  • Persepsi risiko memiliki pengaruh negatif dan signifikan. Kekhawatiran terhadap bunga, denda, dan keamanan data membuat mahasiswa lebih berhati-hati.
  • Persepsi kemudahan penggunaan tidak berpengaruh signifikan. Kemudahan dianggap sebagai standar dasar, bukan faktor penentu.
  • Pengetahuan digital juga tidak berpengaruh signifikan. Bahkan, mahasiswa yang lebih paham teknologi cenderung lebih kritis dan waspada terhadap risiko.
Secara keseluruhan, model penelitian mampu menjelaskan 53,2% variasi minat penggunaan SPayLater, menunjukkan bahwa faktor-faktor yang diteliti cukup relevan.

Dampak dan Implikasi: Edukasi Finansial Jadi Kunci
Hasil penelitian ini memiliki implikasi penting bagi berbagai pihak:
  • Bagi penyedia fintech, penting untuk menekankan transparansi manfaat dan pengelolaan risiko, bukan hanya fitur kemudahan.
  • Bagi pemerintah dan regulator, perlu تعزيز edukasi literasi keuangan digital agar generasi muda tidak terjebak dalam utang konsumtif.
  • Bagi institusi pendidikan, hasil ini bisa menjadi dasar untuk memasukkan materi literasi keuangan dalam kurikulum.
Selain itu, penelitian ini memperkuat relevansi model TAM dalam konteks fintech, dengan penekanan bahwa faktor eksternal seperti risiko memiliki peran besar dalam adopsi teknologi.

Profil Penulis
Spingte Malthawibi Bermani Dustar, S.E., M.Si. adalah dosen dan peneliti di Universitas Jambi yang fokus pada bidang manajemen keuangan dan perilaku konsumen digital.
Dedi Setiawan, S.E., M.M. merupakan akademisi di Universitas Jambi dengan keahlian dalam analisis sistem informasi dan adopsi teknologi dalam bisnis.

Sumber Penelitian
Dustar, S. M. B., & Setiawan, D. (2026). TAM Model Analysis: Interest in Using Shopee PayLater Among Students at the University of Jambi. Formosa Journal of Sustainable Research, Vol. 5 No. 2, hlm. 91–100.
DOI: https://doi.org/10.55927/fjsr.v5i2.12
URLhttps://journalfjsr.my.id/index.php/fjsr

Posting Komentar

0 Komentar