Minahasa,
Sulawesi Utara —Studi Karakteristik Fisik dan Kimia Danau Tondano, Sulawesi
Utara. Penelitian ini dilakukan oleh Jefry Jack Mamangkey, Livana Rawung,
dan Meidy Atina Kuron dari Universitas Negeri Manado (UNIMA) dalam artikel
ilmiah yang terbit di International Journal of Scientific Multidisciplinary
Research (IJSMR).
Penelitian
yang dilakukan oleh Jefry Jack Mamangkey, Livana Rawung, dan Meidy Atina Kuron
mengungkapkan bahwa kondisi fisik dan kimia air Danau Tondano masih berada
dalam batas toleransi bagi kehidupan organisme perairan, namun menunjukkan
indikasi tekanan lingkungan akibat aktivitas manusia di sekitar danau, terutama
dari limbah domestik, pertanian, dan budidaya ikan menggunakan keramba jaring
apung.
Danau
Strategis dengan Tekanan Aktivitas Manusia
Danau
Tondano merupakan danau vulkanik yang terletak di dataran tinggi Minahasa
dengan luas sekitar 4.278 hektare. Danau ini memiliki peran penting bagi
masyarakat Sulawesi Utara. Selain menjadi sumber air baku bagi perusahaan
daerah air minum (PDAM), danau ini juga mendukung pembangkit listrik tenaga air
serta menjadi pusat kegiatan perikanan air tawar melalui sistem keramba
jaring apung.
Namun,
meningkatnya aktivitas manusia di sekitar danau membawa konsekuensi ekologis.
Permukiman, kegiatan pertanian, dan budidaya ikan memberikan tekanan terhadap
kualitas air. Limbah domestik dari rumah tangga serta sisa pakan ikan dari
keramba menjadi sumber utama nutrien yang masuk ke danau.
Akumulasi
nutrien seperti nitrogen dan fosfor dapat memicu eutrofikasi, yaitu
kondisi ketika perairan menjadi terlalu kaya nutrien sehingga memicu
pertumbuhan tanaman air dan alga secara berlebihan. Fenomena ini dapat
menurunkan kualitas ekosistem dan mengganggu keseimbangan biologis danau.
Metode
Penelitian: Pengukuran di Lima Titik Danau
Penelitian
dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui pengambilan
sampel air di beberapa lokasi yang mewakili kondisi berbeda di Danau Tondano.
Tim peneliti menentukan lima stasiun pengamatan, yaitu:
- Area vegetasi air
- Bagian tengah danau sebagai area
kontrol
- Inlet atau sungai yang masuk ke danau
- Area budidaya ikan keramba jaring apung
- Outlet atau aliran keluar danau
Pengambilan
sampel air dilakukan pada kedalaman sekitar 0,5–1 meter, kemudian
dianalisis menggunakan alat pengukur kualitas air seperti DO meter dan pH
meter. Parameter yang dianalisis meliputi:
- Suhu air (temperature)
- pH atau tingkat keasaman
- Dissolved Oxygen (DO) atau
oksigen terlarut
Data
yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan standar kualitas air yang
ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021
tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Hasil
Penelitian: Suhu Stabil, Oksigen Tertekan di Area Budidaya
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa secara umum kondisi fisik air Danau Tondano masih
berada dalam kisaran yang dapat mendukung kehidupan organisme perairan.
Beberapa
temuan utama penelitian antara lain:
- Suhu air: 25,4 – 27,7 °C
- pH air: 6,2 – 8,6 (netral hingga
sedikit basa)
- Oksigen terlarut (DO): 4,8 – 8,7
mg/L
Rentang
suhu tersebut masih dianggap ideal bagi kehidupan organisme air. Kondisi ini
juga menunjukkan bahwa distribusi panas di danau relatif merata akibat
sirkulasi massa air yang cukup baik.
Nilai
pH yang berada pada kisaran netral hingga sedikit basa juga menunjukkan bahwa
perairan masih cukup stabil secara kimia. Kondisi ini mendukung proses fisiologis
ikan dan organisme air lainnya.
Namun
demikian, peneliti menemukan indikasi tekanan lingkungan terutama pada area
budidaya ikan keramba jaring apung. Di lokasi tersebut, kadar oksigen
terlarut mencapai nilai terendah yaitu 4,8 mg/L, mendekati batas minimum
yang dibutuhkan bagi kehidupan ikan. Penurunan oksigen ini diduga kuat dipicu
oleh dekomposisi sisa pakan ikan dan limbah organik, yang mengonsumsi
oksigen dalam jumlah besar selama proses penguraian.
Status
Kualitas Air: Tercemar Ringan hingga Sedang
Berdasarkan
analisis Indeks Pencemaran (Pollution Index), kondisi perairan Danau
Tondano dikategorikan sebagai tercemar ringan hingga sedang.
Area
dengan tingkat pencemaran lebih tinggi umumnya berada di sekitar:
- Permukiman penduduk
- Area keramba jaring apung
- Lokasi masuknya aliran sungai dari
daratan
Akumulasi
limbah organik dan nutrien yang terus meningkat berpotensi melampaui kemampuan
alami danau dalam menguraikan pencemar. Jika kondisi ini dibiarkan, danau
berisiko mengalami pendangkalan lebih cepat akibat sedimentasi dan pertumbuhan
tanaman air seperti eceng gondok.
Dampak
Ekologis dan Ancaman Masa Depan
Penurunan
kualitas air danau tidak hanya berdampak pada ekosistem, tetapi juga pada
aktivitas ekonomi masyarakat.Jika kadar oksigen terus menurun, risiko kematian
massal ikan budidaya dapat meningkat. Selain itu, pertumbuhan tanaman air
yang berlebihan dapat menutup permukaan danau dan menghambat penetrasi cahaya
matahari ke dalam air.
Dalam
jangka panjang, kondisi ini dapat mengganggu fungsi strategis Danau Tondano
sebagai:
- sumber air bersih
- sumber energi listrik
- kawasan perikanan
- ekosistem keanekaragaman hayati
Rekomendasi
Penelitian: Pengelolaan Terpadu Danau
Para
peneliti dari Universitas Negeri Manado menekankan pentingnya pengelolaan terpadu
dan berkelanjutan untuk menjaga kesehatan ekosistem danau.
Beberapa
langkah yang direkomendasikan antara lain:
- Pengendalian limbah domestik
dari permukiman di sekitar danau.
- Pengaturan jumlah keramba jaring
apung agar tidak melebihi daya dukung perairan.
- Pengurangan penggunaan pupuk kimia
di lahan pertanian sekitar daerah tangkapan air.
- Pemantauan kualitas air secara rutin
untuk mendeteksi perubahan lingkungan sejak dini.
Pendekatan kolaboratif antara
pemerintah, masyarakat, dan sektor akademik dinilai penting untuk menjaga
keberlanjutan Danau Tondano.
Profil
penulis
1. Jefry
Jack Mamangkey – Universitas Negeri Manado.
2. Livana
Rawung – Universitas Negeri Manado.
3. Meidy
Atina Kuron – Universitas Negeri Manado.
Sumber
penelitian
Mamangkey,
J. J., Rawung, L., & Kuron, M. A. (2022).
International
Journal of Scientific Multidisciplinary Research (IJSMR),
DOI:
https://doi.org/10.55927/ijsmr.v4i2.6
URL Resmi: https://journalijsmr.my.id/index.php/ijsmr
0 Komentar