Studi LJ University: Pembayaran Digital Semakin Populer di India, Generasi Muda Paling Antusias
Transformasi menuju ekonomi tanpa uang tunai di India semakin nyata. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Sakshi Gohel, Nivedita, dan Jignesh Vidani dari LJ University menunjukkan bahwa masyarakat perkotaan di India semakin mengadopsi pembayaran digital karena dianggap lebih praktis, cepat, dan efisien. Studi ini dilakukan pada 2025 dan dipublikasikan dalam jurnal International Journal of Business and Management Practices (IJBMP) edisi 2026. Hasilnya memberikan gambaran penting tentang bagaimana teknologi keuangan mengubah perilaku transaksi masyarakat, khususnya di kota Ahmedabad, Morbi, dan Jamnagar.
Penelitian ini penting karena India tengah mengalami percepatan digitalisasi ekonomi sejak pemerintah meluncurkan program Digital India pada 2015. Program tersebut bertujuan memperluas akses internet, meningkatkan layanan digital pemerintah, serta mendorong penggunaan teknologi dalam aktivitas ekonomi sehari-hari. Perubahan semakin terasa setelah kebijakan demonetisasi pada 2016 yang membatasi penggunaan uang tunai dan memicu lonjakan penggunaan sistem pembayaran digital.
Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai platform seperti UPI (Unified Payments Interface) dan aplikasi pembayaran seluler membuat transaksi menjadi lebih mudah. Konsumen kini dapat membayar barang, mentransfer uang, atau melakukan pembelian online hanya melalui ponsel pintar. Studi dari LJ University ini mencoba memahami bagaimana masyarakat memandang perubahan tersebut dan faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat adopsinya.
Survei terhadap 152 Responden
Penelitian dilakukan menggunakan survei terhadap 152 responden dari tiga kota di negara bagian Gujarat. Responden berasal dari berbagai kelompok usia, tingkat pendidikan, dan latar belakang ekonomi. Mayoritas responden berusia 21–30 tahun (64,5%), sementara 57,9% di antaranya adalah perempuan. Sebagian besar responden juga memiliki tingkat pendidikan sarjana atau pascasarjana.
Para responden diminta menjawab sejumlah pertanyaan terkait pengalaman mereka menggunakan pembayaran digital, termasuk tingkat kenyamanan, keamanan, kecepatan transaksi, serta tingkat kepercayaan terhadap platform pembayaran yang didukung pemerintah.
Peneliti juga menganalisis hubungan antara usia dengan persepsi terhadap pembayaran digital. Analisis statistik menunjukkan bahwa faktor usia memiliki pengaruh terhadap bagaimana seseorang menilai kemudahan dan efisiensi pembayaran digital.
Temuan Utama Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembayaran digital telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakat perkotaan di India. Beberapa temuan utama antara lain:
1. Generasi muda paling aktif menggunakan pembayaran digital
Sebagian besar pengguna aktif berasal dari kelompok usia 21–30 tahun. Mereka lebih terbiasa menggunakan smartphone dan teknologi digital, sehingga lebih mudah menerima sistem pembayaran berbasis aplikasi.
2. Pembayaran digital dianggap lebih praktis dan menghemat waktu
Sebagian besar responden menilai pembayaran digital lebih cepat dibandingkan transaksi tunai. Hal ini terutama dirasakan oleh pengguna muda yang terbiasa melakukan transaksi online.
3. Penggunaan harian cukup tinggi
Sekitar 61,8% responden menggunakan pembayaran digital setiap hari, menunjukkan bahwa sistem ini telah terintegrasi dalam aktivitas ekonomi rutin.
4. Platform berbasis UPI paling populer
Aplikasi pembayaran berbasis UPI menjadi pilihan utama dengan tingkat penggunaan sekitar 52%, mengungguli kartu debit, dompet digital, maupun internet banking.
5. Perbedaan persepsi antar generasi
Analisis statistik menunjukkan bahwa semakin bertambah usia seseorang, persepsi terhadap kemudahan dan efisiensi pembayaran digital cenderung menurun.
Temuan tersebut menunjukkan adanya kesenjangan generasi dalam adopsi teknologi keuangan.
Masalah yang Masih Dihadapi
Meskipun tren penggunaan pembayaran digital meningkat pesat, penelitian ini juga menemukan beberapa hambatan yang masih menghambat adopsi secara luas.
Salah satunya adalah literasi digital yang belum merata, terutama di kalangan pengguna yang lebih tua. Banyak dari mereka merasa kurang familiar dengan aplikasi pembayaran atau khawatir melakukan kesalahan saat transaksi.
Selain itu, beberapa responden juga melaporkan masalah teknis seperti:
-koneksi internet yang tidak stabil
-kegagalan transaksi
-kekhawatiran terkait keamanan data
Menariknya, penelitian ini menemukan bahwa usia tidak memiliki hubungan signifikan dengan tingkat kepercayaan terhadap keamanan pembayaran digital. Artinya, baik pengguna muda maupun yang lebih tua memiliki tingkat kepercayaan yang relatif serupa terhadap platform pembayaran digital.
Dampak bagi Ekonomi Digital
Penelitian ini menunjukkan bahwa pembayaran digital memiliki potensi besar dalam mempercepat inklusi keuangan. Dengan teknologi pembayaran yang mudah diakses melalui smartphone, masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki akses ke layanan perbankan kini dapat melakukan transaksi secara digital.
Selain itu, sistem pembayaran digital juga mendukung:
-transparansi transaksi
-efisiensi ekonomi
-pertumbuhan bisnis digital
-pengembangan ekosistem fintech
Bagi pemerintah dan sektor perbankan, hasil penelitian ini memberikan sinyal penting bahwa pengembangan infrastruktur digital harus diimbangi dengan peningkatan literasi teknologi di masyarakat.
Peneliti juga menekankan pentingnya desain aplikasi yang lebih ramah pengguna, terutama bagi kelompok usia yang lebih tua. Pelatihan penggunaan teknologi, panduan sederhana, dan kampanye edukasi digital dinilai dapat membantu mempercepat adopsi pembayaran digital secara lebih merata.
Implikasi bagi Industri dan Kebijakan Publik
Bagi perusahaan fintech dan bank, penelitian ini memberikan beberapa rekomendasi strategis.
Pertama, perusahaan perlu mengembangkan antarmuka aplikasi yang lebih sederhana agar mudah digunakan oleh semua kelompok usia.
Kedua, program edukasi digital perlu diperluas, baik melalui pelatihan langsung di komunitas maupun panduan online.
Ketiga, pemerintah dapat memperkuat kepercayaan publik dengan meningkatkan keamanan sistem pembayaran serta memperluas jaringan internet di wilayah semi-perkotaan dan pedesaan.
Dengan langkah-langkah tersebut, transformasi menuju ekonomi digital dapat berlangsung lebih inklusif dan berkelanjutan.
Profil Penulis
Sakshi Gohel adalah peneliti di LJ University, India, dengan fokus pada bidang keuangan digital dan perilaku konsumen.
Nivedita merupakan akademisi yang meneliti transformasi ekonomi digital dan inovasi teknologi finansial.
Dr. Jignesh Vidani adalah dosen dan peneliti di LJ University yang memiliki keahlian di bidang manajemen bisnis, pemasaran, serta teknologi finansial.
Sumber Penelitian
Gohel, S., Nivedita., & Vidani, J. (2026). “A Study on Digital Modes of Payment.” International Journal of Business and Management Practices (IJBMP), Vol. 4 No. 1, 15–30.

0 Komentar