Sebuah Penelitian tentang Hubungan antara Kecerdasan Spiritual dan Persepsi Seksual Mahasiswa

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Filipina - Kecerdasan Spiritual Berkorelasi Kuat dengan Persepsi Seksual Mahasiswa, Studi Filipina Ungkap Hubungan PositifPenelitian yang  dilakukan oleh Ara R. Justol, Mel Lenosh M. Egar, Raunian Dave S. Bagbag, Winston Jan Philip D. Galarosa, Eljoy L. Linggay, Whilmar B. Porras, dan Evan P. Taja-on dari San Isidro College dalam artikel agama yang dipublikasikan pada Indonesian Journal of Christian Education and Theology (IJCET) edisi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 menyoroti bahwa kecerdasan spiritual mahasiswa memiliki hubungan kuat dengan cara mereka memahami isu-isu seksualitas.

Penelitian yang dilakukan oleh 
Ara R. Justol, Mel Lenosh M. Egar, Raunian Dave S. Bagbag, Winston Jan Philip D. Galarosa, Eljoy L. Linggay, Whilmar B. Porras, dan Evan P. Taja-on dari San Isidro College menyoroti bahwa kemampuan refleksi dan pencarian makna dalam diri mahasiswa berkaitan dengan pemahaman seksual yang lebih sehat, terbuka, dan bertanggung jawab.

Latar Belakang: Spiritualitas dan Seksualitas dalam Pembentukan Identitas
Spiritualitas umumnya dipahami sebagai pencarian makna hidup, tujuan, dan relasi dengan sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri. Melalui kecerdasan spiritual, individu belajar merefleksikan pengalaman, membangun empati, dan memahami dunia secara lebih luas. Di sisi lain, persepsi seksual mencakup cara individu memahami identitas gender, orientasi seksual, serta kesehatan seksual dan reproduksi. Persepsi ini memengaruhi sikap, nilai, dan perilaku terhadap diri sendiri maupun orang lain. Penelitian sebelumnya cenderung membahas spiritualitas dan seksualitas secara terpisah. Kekosongan kajian integratif inilah yang mendorong tim peneliti San Isidro College meneliti hubungan langsung antara kecerdasan spiritual dan persepsi seksual mahasiswa.

Metode: Survei Mahasiswa dari Berbagai Program Studi
Penelitian menggunakan desain korelasional deskriptif dengan survei terhadap 174 mahasiswa dari tujuh program studi di San Isidro College. Sampel dipilih secara acak berlapis agar mewakili seluruh populasi mahasiswa kampus.
Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur yang mengukur:
  • Tingkat kecerdasan spiritual (makna hidup, refleksi, empati, ketahanan batin).
  • Tingkat persepsi seksual (identitas gender, seksualitas, kesehatan reproduksi).
Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi, dan regresi untuk melihat hubungan serta pengaruh antarvariabel.

Temuan Utama: Hubungan Positif Kuat
Kecerdasan spiritual mahasiswa sangat tinggi
Mahasiswa menunjukkan kemampuan refleksi, pencarian makna, dan empati yang kuat dalam kehidupan sehari-hari.

Persepsi seksual mahasiswa juga sangat tinggi
Mahasiswa memiliki pemahaman terbuka dan informatif tentang identitas gender, seksualitas, dan kesehatan reproduksi.

Terdapat hubungan positif kuat antara keduanya
Nilai korelasi r = 0,726 (p < 0,001) menunjukkan bahwa mahasiswa dengan kecerdasan spiritual lebih tinggi cenderung memiliki persepsi seksual lebih matang dan sadar.

Dimensi refleksi dan makna paling berpengaruh
Kemampuan menemukan makna hidup dan merefleksikan keyakinan pribadi terbukti paling kuat memprediksi persepsi seksual.

Peneliti menyimpulkan bahwa spiritualitas dan seksualitas tidak berdiri terpisah, tetapi saling terhubung melalui proses refleksi, nilai, dan pemaknaan pengalaman hidup.

Temuan penelitian memiliki implikasi penting bagi kebijakan dan praktik pendidikan tinggi:
  1. Pendidikan karakter berbasis refleksiProgram pengembangan mahasiswa perlu menumbuhkan kesadaran diri, makna hidup, dan refleksi nilai.
  2. Pendidikan seksualitas holistik -  Pendidikan seksual sebaiknya tidak hanya berbasis informasi biologis, tetapi juga dimensi etika dan spiritual.
  3. Layanan konseling terintegrasiBimbingan mahasiswa dapat menggabungkan aspek spiritual dan psikososial untuk mendukung perkembangan identitas sehat.
  4. Lingkungan kampus inklusifDialog terbuka tentang spiritualitas dan seksualitas dapat mengurangi stigma serta meningkatkan saling menghormati.

Peneliti menekankan bahwa pemahaman hubungan spiritualitas–seksualitas membantu kampus membentuk mahasiswa yang reflektif, bertanggung jawab, dan menghargai keberagaman.

Profil Penulis
Ara R. Justol, M.A. – Akademisi pendidikan dan psikologi di San Isidro College, Filipina, dengan minat pada perkembangan spiritual mahasiswa.
Mel Lenosh M. Egar, M.A. – Dosen di San Isidro College yang meneliti pendidikan dan perkembangan remaja.
Raunian Dave S. Bagbag, M.A. – Peneliti pendidikan tinggi dan kesejahteraan mahasiswa.
Winston Jan Philip D. Galarosa, M.A. – Akademisi bidang pendidikan dan perkembangan sosial mahasiswa.
Eljoy L. Linggay, M.A. – Dosen San Isidro College dengan fokus pada pendidikan karakter.
Whilmar B. Porras, M.A. – Peneliti pendidikan dan psikologi perkembangan.
Evan P. Taja-on, Ph.D. – Dosen dan peneliti San Isidro College yang meneliti spiritualitas, pendidikan, dan perkembangan mahasiswa.

Sumber Penelitian
Justol, Ara R., Egar, Mel Lenosh M., Bagbag, Raunian Dave S., Galarosa, Winston Jan Philip D., Linggay, Eljoy L., Porras, Whilmar B., & Taja-on, Evan P. 2026. An Inquiry into the Relationship Between Spiritual Intelligence and Sexual Perceptions of College Students. Indonesian Journal of Christian Education and Theology (IJCET), Vol. 5 No. 1, hlm. 21–30.
DOI: https://doi.org/10.55927/ijcet.v5i1.3
URL: https://journalijcet.my.id/index.php/ijcet

Posting Komentar

0 Komentar