Rutin Menyanyi di Sekolah Dasar Tingkatkan Nasionalisme dan Kesadaran Budaya Siswa


Gambar dibuat oleh AI

Kebiasaan menyanyikan lagu nasional dan daerah terbukti memperkuat rasa cinta tanah air dan kesadaran budaya siswa sekolah dasar. Temuan ini disampaikan oleh Singgih Subiyantoro bersama Veronika Unun Pratiwi dan Para Mitta Purbosari dari Universitas Veteran Bangun Nusantara dalam penelitian yang diterima pada Februari 2026 dan dipublikasikan di International Journal of Applied Educational Research. Penelitian ini menjadi penting karena menawarkan cara sederhana namun efektif untuk membangun karakter siswa di tengah tantangan globalisasi dan menurunnya keterikatan budaya generasi muda.

Di tengah perubahan pendidikan abad ke-21, sekolah tidak lagi hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, identitas, dan kesadaran budaya. Namun, praktik di lapangan sering kali masih didominasi metode hafalan dan pembelajaran berbasis buku, sehingga nilai-nilai seperti nasionalisme dan kearifan lokal belum benar-benar tertanam dalam kehidupan siswa sehari-hari.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan sederhana seperti menyanyi secara rutin dapat menjadi solusi. Lagu nasional membawa pesan persatuan dan kebanggaan bangsa, sementara lagu daerah mencerminkan nilai budaya lokal seperti gotong royong dan toleransi. Ketika dinyanyikan secara berulang, nilai-nilai tersebut tidak hanya dipahami, tetapi juga dirasakan dan diinternalisasi oleh siswa.

Metode Penelitian Sederhana, Dampak Signifikan

Penelitian dilakukan selama satu semester di enam sekolah dasar di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Sebanyak 126 siswa dan 12 guru terlibat dalam studi ini.

Para peneliti menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif melalui:

  • observasi kegiatan kelas
  • kuesioner siswa
  • wawancara guru
  • analisis dokumen pembelajaran

Selama penelitian, siswa rutin menyanyikan lagu nasional dan lagu daerah, biasanya di awal pembelajaran atau dalam kegiatan harian sekolah.

Pendekatan ini dirancang berbasis pembelajaran humanistik, yaitu metode yang menekankan keterlibatan emosi, pengalaman pribadi, dan makna dalam proses belajar.

Hasil Penelitian: Nilai dan Keterlibatan Siswa Meningkat

Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada tiga aspek utama:

1. Nilai Nasionalisme (skor rata-rata 4,18 – kategori tinggi)
Siswa menunjukkan:

  • rasa cinta terhadap bangsa
  • penghargaan terhadap simbol negara
  • kebanggaan sebagai warga Indonesia

2. Kesadaran Kearifan Lokal (skor 4,27 – sangat tinggi)
Siswa semakin:

  • memahami budaya daerah
  • menghargai tradisi lokal
  • menunjukkan sikap toleransi dan gotong royong

3. Keterlibatan Belajar (skor 4,32 – sangat tinggi)
Siswa menjadi:

  • lebih aktif berpartisipasi
  • lebih antusias
  • lebih fokus dan menikmati proses belajar

Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa ketiga aspek tersebut saling berkaitan erat. Siswa yang memiliki rasa nasionalisme tinggi cenderung juga memiliki kesadaran budaya yang kuat dan keterlibatan belajar yang lebih tinggi.

Selain itu, kebiasaan menyanyi memberikan pengaruh paling besar terhadap keterlibatan siswa dalam belajar, diikuti oleh kesadaran budaya dan nilai nasionalisme.

Pembelajaran Jadi Lebih Hidup dan Bermakna

Hasil observasi menunjukkan bahwa kegiatan menyanyi menciptakan suasana kelas yang lebih hidup, interaktif, dan menyenangkan. Siswa tidak hanya bernyanyi, tetapi juga mulai memahami makna lagu, mengekspresikan emosi, dan terlibat dalam diskusi.

Guru juga melaporkan perubahan perilaku siswa, seperti:

  • lebih hormat saat upacara bendera
  • lebih percaya diri saat menyanyikan lagu nasional
  • lebih tertarik mempelajari budaya daerah

Menurut tim peneliti dari Universitas Veteran Bangun Nusantara, kebiasaan sederhana ini mampu menjembatani kesenjangan antara pengetahuan dan pengalaman nyata siswa. Lagu menjadi media yang efektif untuk menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari.

Solusi Pendidikan Murah dan Mudah Diterapkan

Salah satu keunggulan utama dari metode ini adalah tidak membutuhkan teknologi canggih atau biaya besar. Sekolah dapat langsung menerapkannya sebagai bagian dari rutinitas harian.

Penelitian ini merekomendasikan:

  • kegiatan menyanyi 10–15 menit setiap hari
  • kombinasi lagu nasional dan lagu daerah
  • diskusi singkat tentang makna lagu

Bagi pembuat kebijakan, pendekatan ini dapat menjadi strategi nasional dalam memperkuat pendidikan karakter, terutama di era digital yang rentan menggerus identitas budaya.

Relevan di Era Globalisasi

Di tengah arus globalisasi dan paparan budaya asing, banyak anak mulai kehilangan keterikatan dengan budaya lokal dan identitas nasional.

Penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan identitas tidak harus dilakukan melalui metode kompleks. Justru, kegiatan sederhana yang konsisten dan menyenangkan dapat memberikan dampak yang lebih mendalam dan berkelanjutan.

Seperti disampaikan oleh Singgih Subiyantoro dari Universitas Veteran Bangun Nusantara, pembelajaran yang melibatkan emosi dan pengalaman langsung lebih efektif dalam membentuk karakter dibandingkan pendekatan yang hanya bersifat kognitif.

Profil Penulis

  • Singgih Subiyantoro – Dosen dan peneliti pendidikan, Universitas Veteran Bangun Nusantara, fokus pada pendidikan karakter dan pembelajaran humanistik
  • Veronika Unun Pratiwi. – Akademisi bidang pendidikan dasar dan pengembangan kurikulum berbasis budaya
  • Para Mitta Purbosari. – Peneliti pendidikan dengan keahlian pada integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran

Ketiganya aktif mengembangkan model pembelajaran yang menggabungkan nilai budaya, karakter, dan pendekatan humanistik di sekolah dasar.

Sumber Penelitian

Subiyantoro, S., Pratiwi, V. U., & Purbosari, P. M. (2026). Integrating Patriotic Values and Local Wisdom through Song Habituation: A Humanistic Learning Approach in Primary Education. International Journal of Applied Educational Research (IJAER), Vol. 4 No. 1.



Posting Komentar

0 Komentar