Program Rumah Anak Prestasi Surabaya Tingkatkan Kemandirian Anak Disabilitas Secara Nyata

Ilustrasi by AI

Surabaya — Penelitian yang dilakukan oleh Farsya Audria Aisyah dan Lukman Arif dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur mengungkap bahwa Program Rumah Anak Prestasi (RAP) Dukuh Menanggal di Kota Surabaya berhasil meningkatkan potensi, kepercayaan diri, dan kemandirian anak disabilitas. Studi ini dipublikasikan pada tahun 2026 di East Asian Journal of Multidisciplinary Research dan menjadi penting karena memberikan gambaran nyata efektivitas program layanan inklusif di tingkat daerah.

Temuan ini relevan di tengah meningkatnya jumlah anak disabilitas di Surabaya, yang terus bertambah dari 2.508 anak pada 2022 menjadi 2.759 anak pada 2024. Kondisi ini menuntut kehadiran program yang tidak hanya bersifat formal, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan dan kemandirian anak secara praktis dalam kehidupan sehari-hari.

Pemerintah Kota Surabaya merespons kebutuhan tersebut melalui Program Rumah Anak Prestasi, sebuah inisiatif berbasis layanan nonformal yang fokus pada pengembangan bakat, minat, serta kepercayaan diri anak disabilitas. Program ini berada di bawah pengelolaan UPTD Kampung Anak Negeri dan menjadi bagian dari komitmen Surabaya sebagai Kota Layak Anak.

Berbeda dengan sekolah luar biasa (SLB) yang berfokus pada pendidikan akademik, RAP dirancang sebagai ruang pengembangan diri yang lebih fleksibel. Anak-anak dapat mengikuti berbagai pelatihan keterampilan seperti membatik, menjahit, melukis, musik, public speaking, hingga olahraga. Selain itu, tersedia juga layanan kesehatan seperti terapi wicara, fisioterapi, konseling psikologis, dan akupunktur.

Dalam penelitian ini, lokasi yang dikaji adalah RAP Dukuh Menanggal, yang merupakan unit terbaru dengan fasilitas paling lengkap. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan model interaktif untuk memahami bagaimana program dijalankan dan dampaknya terhadap peserta.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program berjalan efektif dan sesuai dengan kebutuhan anak disabilitas. Program ini tidak hanya menyediakan aktivitas, tetapi juga dirancang berdasarkan kebutuhan nyata peserta, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

Temuan utama penelitian memperlihatkan beberapa hal penting:

Program RAP Dukuh Menanggal terbukti mampu menjadi wadah pengembangan potensi anak disabilitas, terutama dalam meningkatkan keterampilan dan rasa percaya diri. Anak-anak menunjukkan kemajuan nyata melalui karya kreatif yang dihasilkan, seperti lukisan, kerajinan tangan, dan penampilan seni.

Dari sisi organisasi, program didukung oleh tim pelaksana yang kompeten dengan pembagian tugas yang jelas. Dinas Sosial Kota Surabaya berperan sebagai penanggung jawab, sementara UPTD Kampung Anak Negeri menjalankan operasional harian dengan dukungan admin dan instruktur yang terlatih.

Pelaksanaan program berjalan secara sistematis dan terstruktur, mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang jelas. Hal ini memastikan layanan dapat diakses secara tertib oleh peserta dan sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.

Respons dari pelaksana program juga dinilai sangat positif. Anak-anak mendapatkan perhatian yang ramah dan komunikatif, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang nyaman. Kondisi ini turut meningkatkan kepercayaan orang tua terhadap program.

Selain itu, jumlah peserta program terus meningkat dari waktu ke waktu, yang menunjukkan tingginya minat dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan ini.

Farsya Audria Aisyah dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur menjelaskan bahwa keberhasilan program tidak terlepas dari kesesuaian antara kebutuhan peserta, kapasitas organisasi pelaksana, dan mekanisme pelaksanaan yang terstruktur. Ia menegaskan bahwa ketika ketiga aspek ini berjalan selaras, program dapat memberikan dampak nyata bagi penerima manfaat.

Temuan ini juga memperlihatkan bahwa pendekatan nonformal dalam pendidikan dan pengembangan anak disabilitas dapat menjadi solusi efektif untuk melengkapi sistem pendidikan formal. Dengan pendekatan yang lebih fleksibel dan berbasis kebutuhan individu, anak-anak memiliki ruang lebih luas untuk mengeksplorasi potensi mereka.

Dari sisi kebijakan, hasil penelitian ini dapat menjadi referensi penting bagi pemerintah daerah lain dalam mengembangkan program serupa. Model RAP menunjukkan bahwa layanan inklusif tidak harus selalu berbasis sekolah formal, tetapi dapat dikembangkan melalui pusat pelatihan komunitas yang terintegrasi.

Bagi dunia pendidikan, program ini membuka peluang kolaborasi dengan institusi pendidikan, relawan, dan organisasi non-pemerintah untuk memperluas jangkauan layanan. Sementara bagi masyarakat, keberadaan RAP membantu mengurangi stigma terhadap anak disabilitas dengan menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi yang dapat dikembangkan.

Penelitian ini juga merekomendasikan agar program terus diperluas, baik dari segi jenis pelatihan maupun kerja sama dengan berbagai pihak. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk meningkatkan kualitas layanan dan memastikan keberlanjutan program dalam jangka panjang.

Secara keseluruhan, Program Rumah Anak Prestasi Dukuh Menanggal menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan publik dapat diimplementasikan secara efektif untuk mendukung kelompok rentan. Program ini tidak hanya memberikan layanan, tetapi juga membuka peluang bagi anak disabilitas untuk tumbuh lebih mandiri dan percaya diri dalam kehidupan sosial.

Profil Penulis
Farsya Audria Aisyah – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
Lukman Arif – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

Sumber Penelitian
Aisyah, F. A., & Arif, L. (2026). Implementation of the Rumah Anak Prestasi Dukuh Menanggal Program for Children with Disabilities in Surabaya City. East Asian Journal of Multidisciplinary Research.

Posting Komentar

0 Komentar