Potensi Nutrisi Limbah Cair Pati Singkong yang Dikeringkan dengan Oven terhadap Performa dan Profil Darah Ayam Broiler


FORMOSA NEWS Nigeria - Limbah Pati Singkong 25% Tingkatkan Performa Ayam Broiler dan Tekan Biaya Pakan. Temuan ini diungkapkan dalam riset Adewale Tirimisiyu Rafiu, Abolaji Idris Alao, dan Eden Olusegun Okanlawon dari Ladoke Akintola University of Technology dipublikasikan dalam International Journal of Scientific Multidisciplinary Research pada tahun 2026.
Reset ini penting karena biaya pakan merupakan komponen terbesar dalam produksi ayam pedaging. Ketergantungan pada jagung sebagai sumber energi utama semakin menekan biaya produksi. Di sisi lain, industri pengolahan singkong menghasilkan limbah pati dalam jumlah besar yang belum dimanfaatkan secara optimal. Studi ini menunjukkan bahwa limbah tersebut dapat dimanfaatkan secara aman dengan kadar yang tepat untuk menekan biaya tanpa menurunkan performa ayam.

Latar Belakang: Alternatif Pengganti Jagung
Produksi unggas modern sangat bergantung pada pakan berkualitas tinggi dengan kandungan energi dan protein yang seimbang. Namun, harga jagung yang terus meningkat mendorong pencarian bahan alternatif yang lebih murah dan tersedia secara lokal. Singkong merupakan salah satu komoditas utama di negara tropis, termasuk Nigeria. Proses ekstraksi pati menghasilkan limbah cair yang masih mengandung sisa karbohidrat. Jika tidak dikelola, limbah ini dapat menjadi masalah lingkungan. Penelitian ini mengevaluasi apakah limbah pati singkong yang dikeringkan dengan oven (Cassava Starch Effluent Waste/CSEW) dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan alternatif untuk ayam broiler.

Metode Penelitian
Penelitian dilakukan di Unit Ternak Unggas Teaching and Research Farm LAUTECH, Ogbomoso, Nigeria. Sebanyak 150 ekor anak ayam broiler strain Ross 308 digunakan dalam percobaan yang berlangsung selama enam minggu.

Ayam dibagi menjadi tiga perlakuan:

  • T1 (Kontrol): 0% limbah singkong
  • T2: 25% limbah singkong kering oven
  • T3: 50% limbah singkong kering oven

Setiap perlakuan terdiri dari 50 ekor ayam dengan lima ulangan. Parameter yang diamati meliputi:

  • Performa pertumbuhan (berat badan, konsumsi pakan, FCR)
  • Karakteristik karkas
  • Bobot organ dalam
  • Profil darah dan biokimia serum

Data dianalisis menggunakan uji statistik ANOVA.

Temuan Utama
1. Performa Pertumbuhan

  • Ayam kontrol mencatatkan pertambahan bobot tertinggi (2238,70 g).
  • Perlakuan 25% hampir setara (2220,02 g).
  • Perlakuan 50% menunjukkan penurunan signifikan (1990,22 g).

Konsumsi pakan menurun seiring peningkatan level limbah. Namun, rasio konversi pakan (FCR) tidak berbeda signifikan antar perlakuan.
Menariknya, biaya per kilogram bobot badan terendah ditemukan pada perlakuan 25%, menjadikannya pilihan paling efisien secara ekonomi.

2. Karakteristik Karkas
Inklusi 25% mendukung bobot hidup dan bobot potong yang optimal. Pada 50%, beberapa bagian karkas mengalami penurunan, meskipun paha dan shank menunjukkan perkembangan cukup baik pada level sedang.
Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan berlebihan dapat menurunkan kepadatan nutrisi ransum.

3. Perkembangan Organ
Beberapa organ seperti hati dan ginjal sedikit meningkat bobotnya pada level 50%, menunjukkan adanya adaptasi metabolik. Namun perubahan tersebut masih dalam batas fisiologis normal.
Bagian usus menunjukkan variasi, yang kemungkinan berkaitan dengan peningkatan serat dalam pakan.

4. Profil Darah dan Kesehatan
Parameter hematologi dan biokimia darah tetap berada dalam kisaran normal.

  • Packed Cell Volume (PCV) hanya sedikit menurun pada 50%.
  • Enzim hati (AST, ALT, ALP) justru menurun pada 25%, menandakan tidak ada gangguan fungsi hati.
  • Kreatinin meningkat ringan pada 50% tetapi tetap dalam batas aman.

Secara keseluruhan, inklusinya pada level 25% aman dan tidak toksik, serta mempertahankan keseimbangan fisiologis ayam.

Implikasi bagi Industri Unggas
Menurut Rafiu, Alao, dan Okanlawon dari LAUTECH, penggunaan limbah pati singkong pada level moderat memberikan manfaat ganda:

  • Mengurangi ketergantungan pada jagung
  • Menekan biaya produksi
  • Mempertahankan performa pertumbuhan
  • Mendukung sistem ekonomi sirkular
  • Mengurangi limbah industri singkong

Namun, penggunaan hingga 50% dapat menurunkan pertumbuhan akibat peningkatan serat dan penurunan kerapatan energi pakan.

Rekomendasi
Peneliti merekomendasikan:

  1. Penentuan nilai energi metabolis limbah secara lebih akurat.
  2. Uji lanjutan pada level inklusi antara 25–50%.
  3. Pengujian metode pengolahan lain seperti fermentasi.
  4. Uji coba skala komersial jangka panjang.

Pendekatan ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan limbah singkong sebagai bahan pakan alternatif yang berkelanjutan.

Profil Penulis

  • Adewale Tirimisiyu Rafiu Peneliti nutrisi unggas dan bahan pakan alternatif, LAUTECH Ogbomoso.
  • Abolaji Idris Alao  Akademisi bidang produksi ternak dan formulasi pakan, LAUTECH.
  • Eden Olusegun Okanlawon Dosen dan peneliti performa unggas serta metabolisme ternak, LAUTECH Ogbomoso.

Sumber Penelitian

Adewale Tirimisiyu Rafiu, Abolaji Idris Alao, and Eden Olusegun Okanlawon. Nutritional Potential of Oven Dried Cassava Starch Effluent Waste on Performance and Blood Profile of Broiler Chicken.
International Journal of Scientific Multidisciplinary Research (IJSMR), Vol. 4, No. 1, hlm. 57–72. 2026.

DOI:  https://doi.org/10.55927/ijsmr.v4i1.863

URL:  https://mryformosapublisher.org/index.php/ijsmr

Posting Komentar

0 Komentar