Perilaku Tidak Etis Guru Turunkan Prestasi Siswa Bisnis di SMP Negeri Rivers


Gambar dibuat oleh AI

Perilaku tidak etis guru terbukti berdampak langsung pada prestasi siswa. Temuan ini dipublikasikan oleh Chinwenda Andrew Jiji dari Rivers State University dalam jurnal International Journal of Applied Educational Research (IJAER) Vol. 4 No. 1 Tahun 2026. Studi yang dilakukan pada 2025 di 15 SMP negeri di Port Harcourt dan Obio/Akpor, Rivers State, Nigeria, menunjukkan bahwa keterlambatan, favoritisme, dan ketidakhadiran guru secara signifikan menurunkan capaian akademik siswa mata pelajaran Business Studies

Penelitian ini menjadi penting karena Business Studies merupakan mata pelajaran vokasional yang membekali siswa dengan keterampilan kewirausahaan, keuangan, dan administrasi dasar. Ketika proses belajar terganggu, dampaknya bukan hanya pada nilai rapor, tetapi juga pada kesiapan kerja dan kompetensi nyata siswa di masa depan.

Latar Belakang Masalah

Di sekolah menengah pertama negeri Rivers State, laporan awal menunjukkan pola keterlambatan guru masuk kelas, perlakuan istimewa terhadap siswa tertentu, serta absensi tanpa pengganti yang memadai. Situasi ini menciptakan ketimpangan pembelajaran. Sebagian siswa mendapat perhatian lebih, sementara yang lain tertinggal.

Dalam konteks pendidikan vokasional seperti Business Studies, konsistensi dan praktik langsung sangat menentukan. Ketika jam pelajaran terpotong atau materi tidak tuntas, siswa kehilangan fondasi penting untuk memahami konsep bisnis dan kewirausahaan.

Metodologi Singkat dan Jelas

Jiji menggunakan pendekatan survei deskriptif. Populasi penelitian mencakup 2.238 responden, terdiri dari 2.204 siswa dan 34 guru dari 15 SMP negeri. Melalui teknik simple random sampling dan rumus Taro Yamane, dipilih 339 responden. Sebanyak 323 kuesioner kembali dan dianalisis.

Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur dengan skala empat tingkat penilaian. Validitas diuji oleh tiga pakar pendidikan bisnis dan evaluasi pendidikan, sementara uji reliabilitas menunjukkan koefisien 0,84, yang berarti instrumen konsisten. Analisis data menggunakan rata-rata, standar deviasi, dan uji t pada taraf signifikansi 0,05

Temuan Utama Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan pola yang konsisten antara jawaban guru dan siswa.

1. Keterlambatan Guru

  • Mengurangi waktu efektif mengajar.
  • Menghambat pemahaman konsep inti Business Studies.
  • Menurunkan keseriusan dan minat siswa terhadap pelajaran.
  • Grand mean guru: 3,21
  • Grand mean siswa: 3,07

Kedua kelompok sepakat bahwa keterlambatan berdampak pada tingkat sedang hingga tinggi terhadap penurunan prestasi

2. Favoritisme

  • Siswa tertentu mendapat bantuan lebih saat tugas.
  • Terjadi ketimpangan kesempatan belajar.
  • Muncul perbedaan prestasi dalam kelas yang sama.
  • Grand mean guru: 3,17
  • Grand mean siswa: 3,33

Temuan ini menunjukkan bahwa ketidakadilan di kelas memengaruhi motivasi dan hasil belajar

3. Ketidakhadiran Guru

  • Kurikulum tidak selesai dibahas.
  • Umpan balik tugas terlambat.
  • Prestasi akademik menurun secara keseluruhan.
  • Grand mean guru: 3,32
  • Grand mean siswa: 3,15

Absensi guru terbukti mengganggu kesinambungan pembelajaran

Uji hipotesis menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara persepsi guru dan siswa. Artinya, kedua pihak sama-sama mengakui adanya dampak negatif perilaku tidak etis tersebut.

Dampak Lebih Luas bagi Dunia Pendidikan

Hasil penelitian ini mempertegas bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan kurikulum dan fasilitas, tetapi juga etika profesional guru. Ketika guru terlambat atau absen, waktu belajar berkurang. Ketika guru bersikap pilih kasih, kepercayaan siswa terhadap sistem pendidikan melemah.

Dalam jangka panjang, praktik seperti ini berisiko menghasilkan lulusan dengan nilai akademik yang tidak mencerminkan kompetensi sebenarnya. Untuk mata pelajaran berbasis keterampilan seperti Business Studies, dampaknya bisa lebih serius karena siswa tidak siap menghadapi dunia kerja atau melanjutkan pendidikan.

Jiji menegaskan bahwa peningkatan etika profesi guru menjadi kunci perbaikan mutu pendidikan. Pengawasan yang konsisten, pelatihan profesional berkelanjutan, serta penegakan aturan kehadiran dan kedisiplinan perlu diperkuat di tingkat sekolah dan pemerintah daerah

Rekomendasi Kebijakan

Penelitian ini merekomendasikan tiga langkah konkret:

  1. Penerapan sistem monitoring ketat terhadap kehadiran dan ketepatan waktu guru.
  2. Pelatihan khusus tentang keadilan dan etika penilaian.
  3. Penguatan supervisi dan pengembangan profesional berkelanjutan.

Langkah-langkah ini dinilai realistis dan dapat diterapkan tanpa perubahan struktural besar.

Sumber Penelitian

Judul artikel: Influence of Teachers’ Unethical Behaviour on the Academic Performance of Business Studies Students in Public Junior Secondary Schools
Penulis: Chinwenda Andrew Jiji
Jurnal: International Journal of Applied Educational Research (IJAER), Vol. 4 No. 1, 2026
DOI: https://doi.org/10.59890/ijaer.v4i1.191

Posting Komentar

0 Komentar