Perbandingan Kandungan Fitokimia pada Bunga Clitoria Ternate dan Bunga Roselle sebagai Bahan Minuman Fungsional di Kediri, Indonesia

Ilustrasi by AI


Perbandingan Kandungan Fitokimia Bunga Telang dan Rosella untuk Minuman Fungsional

Penelitian terbaru oleh Nunuk Helilusiatiningsih dan Sumarji dari Universitas Islam Kadiri mengungkap perbandingan kandungan fitokimia antara bunga telang (Clitoria ternatea) dan bunga rosella (Hibiscus sabdariffa) sebagai bahan minuman fungsional. Studi yang dipublikasikan pada 2026 di International Journal of Global Sustainable Research (IJGSR) ini menyoroti potensi kedua bunga sebagai sumber antioksidan alami yang penting bagi kesehatan masyarakat.

Di tengah meningkatnya minat terhadap minuman kesehatan berbahan alami, bunga telang dan rosella semakin populer di Indonesia. Keduanya dikenal sebagai pewarna alami sekaligus sumber senyawa bioaktif. Namun, informasi komparatif mengenai kandungan kimia dan manfaat kesehatan dari kedua bunga ini masih terbatas, sehingga penelitian ini menjadi penting untuk memberikan dasar ilmiah yang lebih kuat.

Penelitian dilakukan pada Oktober hingga Desember 2025 di Laboratorium Biokimia Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang. Sampel bunga telang dan rosella diperoleh dari wilayah Blitar, Jawa Timur. Tim peneliti menggunakan metode uji kuantitatif untuk mengukur berbagai parameter penting, termasuk aktivitas antioksidan (DPPH), kadar polifenol, antosianin, serat, protein, vitamin C, serta kandungan mineral.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua bunga memiliki aktivitas antioksidan yang kuat, meskipun dengan karakteristik berbeda. Bunga telang memiliki nilai IC50 antara 25,15 hingga 29,90 μg/mL, yang menunjukkan kemampuan tinggi dalam menangkal radikal bebas. Sementara itu, bunga rosella memiliki nilai IC50 sekitar 33,79 μg/mL, yang juga tergolong kuat sebagai antioksidan.

Dari sisi kandungan nutrisi, bunga telang mengandung protein sekitar 10–15%, serat 20–30%, serta vitamin C sebesar 100–200 mg per 100 gram. Selain itu, bunga ini kaya akan mineral seperti kalium, kalsium, dan magnesium. Kandungan fenolnya mencapai sekitar 13,8%, dengan antosianin sebesar 0,1–0,5%.

Sebaliknya, bunga rosella unggul dalam kandungan vitamin C yang lebih tinggi, yaitu sekitar 244–260 mg per 100 gram. Total senyawa fenoliknya juga jauh lebih tinggi, mencapai 2086,32 μg/mL. Kandungan antosianin pada rosella berada pada kisaran yang sama dengan bunga telang, yaitu 0,1–0,5%, yang berperan dalam memberikan warna merah khas sekaligus fungsi antioksidan.

Secara umum, kedua bunga mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenol, dan antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan alami. Senyawa ini membantu melawan stres oksidatif dalam tubuh, yang berhubungan dengan berbagai penyakit degeneratif seperti diabetes, kanker, dan peradangan.

Nunuk Helilusiatiningsih dari Universitas Islam Kadiri menjelaskan bahwa bunga telang memiliki keunggulan pada kandungan serat dan protein, sementara rosella lebih menonjol dalam kandungan vitamin C dan total fenolik. Ia menegaskan bahwa keduanya sama-sama berpotensi dikembangkan sebagai bahan minuman fungsional yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga menyehatkan.

Temuan ini memiliki implikasi luas, terutama bagi industri pangan dan minuman di Indonesia. Dengan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap gaya hidup sehat, bahan alami seperti bunga telang dan rosella dapat menjadi alternatif pengganti pewarna sintetis sekaligus meningkatkan nilai gizi produk. Selain itu, pemanfaatan tanaman lokal ini juga berpotensi mendukung ekonomi petani dan industri herbal nasional.

Di sektor kesehatan, kandungan antioksidan tinggi pada kedua bunga membuka peluang pengembangan produk nutraseutikal atau suplemen alami. Dalam pendidikan dan penelitian, hasil ini dapat menjadi referensi awal untuk studi lanjutan mengenai formulasi minuman fungsional atau pengembangan terapi berbasis tanaman.

Namun demikian, peneliti juga mencatat bahwa penelitian ini masih memiliki keterbatasan, terutama dalam lingkup analisis dan variasi sampel. Studi lanjutan diperlukan untuk mengeksplorasi lebih dalam efek biologis, dosis optimal, serta stabilitas senyawa aktif dalam berbagai bentuk olahan.

Profil Penulis
Nunuk Helilusiatiningsih adalah peneliti di Universitas Islam Kadiri dengan fokus pada ilmu pangan dan biokimia, khususnya kajian senyawa bioaktif dalam bahan alami. Sumarji merupakan akademisi di institusi yang sama dengan keahlian di bidang teknologi hasil pertanian dan analisis kimia pangan.

Sumber Penelitian
Helilusiatiningsih, N., & Sumarji. (2026). Comparison of Phytochemical Content in Clitoria Ternate Flowers and Roselle Flowers as Functional Drink Ingredients in Kediri, Indonesia. International Journal of Global Sustainable Research (IJGSR), Vol. 4 No. 3, hlm. 269–274.
DOI: https://doi.org/10.59890/ijgsr.v4i3.183
URL :https://slamultitechpublisher.my.id/index.php/ijgsr/index


Posting Komentar

0 Komentar