Peran Financial Technology dalam Meningkatkan Efisiensi Manajemen Keuangan Perusahaan Modern

Ilustrasi by AI

Jayapura, Papua— Peran Financial Technology dalam Meningkatkan Efisiensi Manajemen Keuangan Perusahaan Modern. Penelitian ini dilakukan oleh Preatmi Nurastuti, Wiliam S. Limoa, Agus Arman, dan Farida Ayu Brilyanti dalam artikel ilmiah yang terbit di East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR) pada Februari 2026.

Penelitian yang dilakukan oleh Preatmi Nurastuti, Wiliam S. Limoa, Agus Arman, dan Farida Ayu Brilyanti mengungkapkan bahwa enggunaan financial technology (fintech) secara signifikan mempercepat proses keuangan, memperkuat pengendalian biaya operasional, meningkatkan akurasi laporan keuangan, serta mendorong kualitas pengambilan keputusan manajerial di perusahaan modern.

Transformasi digital ubah peran divisi keuangan

Tim peneliti menemukan bahwa integrasi sistem pembayaran digital, pelaporan berbasis sistem, dan analitik keuangan real-time mampu memangkas tahapan kerja manual yang selama ini memperlambat proses.

Koefisien regresi menunjukkan pengaruh positif dan signifikan fintech terhadap:

  1. Kecepatan proses keuangan (koefisien 0,421; signifikan 0,000)
  2. Pengendalian biaya operasional (koefisien 0,367; signifikan 0,002)
  3. Akurasi dan reliabilitas laporan keuangan (koefisien 0,489; signifikan 0,000)
  4. Kualitas pengambilan keputusan manajerial (koefisien 0,402; signifikan 0,001)

Dari seluruh indikator, peningkatan akurasi laporan keuangan menjadi dampak paling dominan. Sistem digital terbukti mengurangi kesalahan pencatatan, meningkatkan konsistensi data, serta mempercepat siklus pelaporan. Secara simultan, fintech mampu menjelaskan 43,7% variasi efisiensi manajemen keuangan perusahaan (Adjusted R² = 0,437). Angka ini menunjukkan kontribusi yang kuat terhadap peningkatan kinerja keuangan internal.

Efisiensi biaya dan transparansi meningkat

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa sistem keuangan digital memungkinkan monitoring biaya secara real-time. Perusahaan dapat mengidentifikasi potensi pemborosan lebih cepat dan mengendalikan biaya administratif secara sistematis.

Otomatisasi proses akuntansi mengurangi ketergantungan pada pekerjaan manual yang rentan kesalahan dan keterlambatan. Dampaknya tidak hanya pada efisiensi waktu, tetapi juga pada disiplin keuangan dan transparansi internal.

Menurut para peneliti, perusahaan yang mengadopsi fintech secara konsisten memiliki ketahanan operasional dan fleksibilitas keuangan yang lebih baik dibandingkan perusahaan yang masih menggunakan sistem konvensional.

Pengambilan keputusan lebih rasional dan berbasis data

Ketersediaan data keuangan real-time memperkuat kemampuan manajemen dalam merespons perubahan pasar. Keputusan tidak lagi didasarkan pada intuisi semata, melainkan pada informasi yang terintegrasi dan terverifikasi.

Transformasi ini mengubah fungsi keuangan dari peran administratif menjadi mitra strategis manajemen. Divisi keuangan kini berperan dalam perencanaan, evaluasi risiko, dan strategi pertumbuhan perusahaan.

Namun, penelitian ini juga mencatat bahwa efektivitas fintech sangat bergantung pada kompetensi sumber daya manusia dan pemahaman strategis manajemen terhadap teknologi digital.

Tantangan adopsi di Indonesia

Dalam konteks Indonesia, adopsi fintech di tingkat perusahaan masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain:

1.      Kesenjangan kompetensi digital SDM

2.      Integrasi sistem yang belum optimal

3.      Kurangnya pemahaman strategis terhadap teknologi

4.      Kesiapan keamanan siber

Karena itu, transformasi digital tidak cukup hanya dengan investasi teknologi, tetapi harus disertai pelatihan dan penguatan tata kelola.

Implikasi bagi dunia usaha dan kebijakan

Hasil penelitian ini memberikan pesan jelas bagi pelaku usaha dan pembuat kebijakan. Digitalisasi sistem keuangan terbukti meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kualitas pengambilan keputusan.

Beberapa langkah strategis yang direkomendasikan peneliti antara lain:

1.      Investasi pada sistem ERP dan integrasi akuntansi digital

2.      Penguatan literasi digital bagi manajer dan staf keuangan

3.      Standarisasi kebijakan tata kelola berbasis digital

4.      Penguatan sistem keamanan data dan manajemen risiko

Transformasi digital di bidang keuangan menjadi fondasi penting bagi daya saing perusahaan di era ekonomi digital.

Profil penulis

1.      Preatmi Nurastuti– Universitas Pelita Bangsa. Bidang keahlian: manajemen keuangan dan transformasi digital.

2.      Wiliam S. Limoa– STIE Nusantara Makassar. Fokus riset: akuntansi manajerial dan sistem informasi keuangan.

3.      Agus Arman– STIE Nusantara Makassar. Keahlian: akuntansi dan pengendalian biaya.

4.      Farida Ayu Brilyanti – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Fokus pada kebijakan pembangunan dan sistem keuangan publik.

Sumber penelitian

Nurastuti, P., Limoa, W. S., Arman, A., & Brilyanti, F. A. (2026). The Role of Financial Technology in Improving the Financial Management Efficiency of Modern Enterprises.

East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR), Vol. 5 No. 2, hlm. 781–794.

DOI: https://doi.org/10.55927/eajmr.v5i2.38

URL Resmi : https://journaleajmr.my.id/index.php/eajmr


Posting Komentar

0 Komentar