Makassar, Sulawesi
Selatan—Pengaruh Social Proof terhadap Kepercayaan Konsumen pada Toko Online
Baru. Penelitian ini dilakukan oleh Nurul Haeriyah Ridwan, Damas Gianlugi
Alrizqi, dan Mildayanti dari Universitas Negeri Makassar dalam artikel ilmiah
yang terbit di East Asian Journal of Multidisciplinary Research (Vol. 5
No. 2, 2026).
Penelitian yang dilakukan oleh Nurul
Haeriyah Ridwan, Damas Gianlugi Alrizqi, dan Mildayanti mengungkapkan bahwa dalam
ekosistem digital, suara publik menjadi fondasi utama pembentukan reputasi awal
bisnis rintisan. Tanpa bukti sosial yang autentik, toko online baru cenderung
dipersepsikan berisiko dan sulit memperoleh kepercayaan pasar.
Tantangan
Startup Mahasiswa di Era Ekonomi Digital
Pertumbuhan
wirausaha muda di Indonesia terus meningkat, termasuk dari kalangan mahasiswa.
Namun, bisnis digital tahap awal menghadapi persoalan klasik: belum memiliki
rekam jejak transaksi yang cukup untuk meyakinkan calon pembeli. Dalam konteks
ini, konsumen menghadapi asimetri informasi. Mereka tidak bisa memeriksa
kualitas produk secara langsung. Akibatnya, keputusan pembelian sangat
bergantung pada sinyal eksternal yang tersedia di platform digital.
Ridwan dan tim
peneliti menyoroti bahwa ulasan pelanggan, rating bintang, serta interaksi
media sosial kini berfungsi sebagai “mata kedua” bagi konsumen dalam menilai
kredibilitas toko online baru
Survei pada
Mahasiswa dengan Literasi Digital Tinggi
Penelitian ini
melibatkan 50 mahasiswa Program Studi Kewirausahaan Universitas Negeri Makassar
yang memiliki pengalaman belanja online minimal lima tahun. Responden dipilih
secara purposive karena dinilai memiliki literasi digital yang matang dan mampu
mengevaluasi kredibilitas toko secara objektif
Metode yang
digunakan adalah survei kuantitatif dengan analisis regresi linier sederhana
menggunakan SPSS. Dua variabel utama diuji:
- Social Proof (ulasan, rating, testimoni, bukti
transaksi)
- Consumer Trust (tingkat kepercayaan pada toko online
baru)
Instrumen
penelitian dinyatakan valid dan reliabel, dengan nilai Cronbach’s Alpha 0,947
untuk social proof dan 0,895 untuk consumer trust
Hubungan
Sangat Kuat dan Signifikan
Hasil analisis
menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara social proof dan kepercayaan
konsumen.
Beberapa temuan
utama:
- Nilai korelasi (R) sebesar 0,916 menunjukkan hubungan
yang sangat kuat.
- Persamaan regresi Y = 16,057 + 0,791X menunjukkan
setiap peningkatan social proof diikuti peningkatan signifikan pada
kepercayaan.
- Nilai signifikansi 0,003 (<0,05) dan t hitung
9,837 membuktikan pengaruh tersebut signifikan secara statistik
Artinya,
semakin kuat dan autentik bukti sosial yang ditampilkan, semakin besar peluang
toko online baru mendapatkan kepercayaan konsumen.
Social Proof
sebagai “Mata Uang” Reputasi Digital
Penelitian ini
menggunakan kerangka Signaling Theory untuk menjelaskan bagaimana sinyal
eksternal membantu konsumen mengurangi ketidakpastian.
Dalam praktiknya,
social proof berfungsi sebagai:
- Pengurang persepsi risiko transaksi
- Pengganti pengalaman fisik terhadap produk
- Modal reputasi awal yang murah dan efektif
- Instrumen legitimasi bisnis startup
Mahasiswa
sebagai representasi Generasi Z menunjukkan perilaku konsumsi yang kritis.
Mereka tidak hanya melihat jumlah review, tetapi menilai kualitas narasi dan
konsistensi testimoni. Terlalu banyak ulasan yang seragam justru bisa memicu
kecurigaan
Ancaman Fake
Review dan Krisis Etika Digital
Studi ini juga
mengingatkan potensi penyalahgunaan social proof melalui praktik fake review.
Manipulasi ulasan dapat merusak kepercayaan jangka panjang dan menciptakan
degradasi sistemik dalam ekosistem digital.
Konsumen dengan
literasi digital tinggi cenderung skeptis terhadap testimoni yang terlihat
terlalu sempurna. Karena itu, keaslian dan transparansi menjadi faktor kunci
keberhasilan strategi reputasi digital.Ridwan dan tim menekankan bahwa
pengelolaan social proof harus dilakukan secara etis dan bertanggung jawab untuk
menjaga keberlanjutan bisnis
Implikasi
bagi Mahasiswa, UMKM, dan Platform Digital
Hasil
penelitian ini membawa pesan strategis bagi pelaku usaha rintisan:
1. Dorong
ulasan organik dengan narasi pengalaman nyata.
2.
Tanggapi review negatif secara profesional dan
terbuka.
3.
Hindari pembelian atau manipulasi testimoni.
4. Bangun
interaksi digital yang konsisten dan transparan.
Bagi platform
e-commerce dan pembuat kebijakan, sistem rating yang transparan dan pengawasan
terhadap ulasan palsu menjadi elemen penting untuk menjaga integritas pasar
digital.Penelitian ini juga memperluas diskursus tentang Signaling Theory dalam
konteks kewirausahaan digital tahap awal. Reputasi digital kini tidak lagi
sekadar pelengkap promosi, tetapi fondasi keberlangsungan bisnis.
Profil
Penulis
1. Nurul
Haeriyah Ridwan–Universitas Negeri Makassar.
2.
Damas Gianlugi Alrizqi –Universitas
Negeri Makassar.
3. Mildayanti
–Universitas Negeri Makassar.
Sumber
Penelitian
Ridwan, N. H., Alrizqi,
D. G., & Mildayanti. (2026). The Influence of Social Proof on Consumer
Trust in New Online Stores.
East Asian Journal
of Multidisciplinary Research (EAJMR), Vol. 5 No. 2, hlm. 623–642.
DOI: https://doi.org/10.55927/eajmr.v5i2.24
URL Resmi : https://journaleajmr.my.id/index.php/eajmr
0 Komentar