Model UTAUT Jelaskan Minat Beli Fashion di Shopee Kota Semarang
Riset yang dipublikasikan tahun 2026 di International Journal of Asian Business and Management mengungkap faktor utama yang mendorong minat beli produk fashion di Shopee di Kota Semarang. Penelitian ini dilakukan oleh Mega Safitri Diyah Ayu dan Eko Nur Hermansyah dari Universitas Ngudi Waluyo. Hasilnya menunjukkan bahwa persepsi manfaat, kemudahan penggunaan, pengaruh sosial, dan dukungan fasilitas secara signifikan meningkatkan niat konsumen untuk berbelanja fashion di Shopee. Temuan ini penting karena e-commerce kini menjadi tulang punggung ekonomi digital Indonesia.
Pertumbuhan transaksi belanja online di Indonesia terus meningkat, terutama pada kategori fashion. Produk fashion menjadi salah satu komoditas paling diminati di marketplace karena berkaitan dengan gaya hidup dan tren. Namun, konsumen tetap menghadapi risiko seperti ketidaksesuaian ukuran, kualitas produk yang berbeda dari foto, hingga kekhawatiran terhadap keamanan transaksi.
Di Kota Semarang, aktivitas belanja online semakin masif. Banyak pelaku UMKM juga memanfaatkan Shopee sebagai kanal utama penjualan. Dalam konteks ini, memahami faktor yang memengaruhi minat beli konsumen menjadi krusial bagi pelaku usaha, pengelola marketplace, dan pembuat kebijakan.
Metode Penelitian Sederhana dan Terukur
Mega Safitri Diyah Ayu dan Eko Nur Hermansyah menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 150 pengguna Shopee di Kota Semarang yang pernah membeli produk fashion dalam enam bulan terakhir. Pengumpulan data dilakukan pada November hingga Desember 2025.
Penelitian ini menggunakan kerangka Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) untuk mengukur empat variabel utama:
- Performance Expectancy (harapan kinerja/manfaat)
- Effort Expectancy (kemudahan penggunaan)
- Social Influence (pengaruh sosial)
- Facilitating Conditions (kondisi pendukung)
Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda untuk melihat seberapa besar pengaruh masing-masing faktor terhadap minat beli.
Empat Faktor Penentu Minat Beli
Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh variabel dalam model UTAUT berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli fashion di Shopee.
1. Persepsi Manfaat (Performance Expectancy)
Konsumen yang merasa Shopee membantu mereka berbelanja lebih cepat dan efisien memiliki minat beli lebih tinggi. Nilai koefisien regresi sebesar 0,230 dengan signifikansi di bawah 0,001 menunjukkan pengaruh yang kuat.
2. Kemudahan Penggunaan (Effort Expectancy)
Kemudahan navigasi aplikasi, proses checkout yang sederhana, serta sistem pembayaran yang praktis menjadi faktor paling dominan. Koefisien regresi sebesar 0,332 menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan memberikan kontribusi terbesar terhadap minat beli.
3. Pengaruh Sosial (Social Influence)
Ulasan pelanggan, rekomendasi teman, serta opini di media sosial turut meningkatkan kepercayaan konsumen. Koefisien regresi sebesar 0,171 membuktikan bahwa opini lingkungan sekitar memengaruhi keputusan pembelian.
4. Kondisi Pendukung (Facilitating Conditions)
Ketersediaan jaringan internet yang stabil, metode pembayaran yang aman, serta layanan pelanggan yang responsif juga meningkatkan minat beli. Koefisien regresi sebesar 0,179 menunjukkan pengaruh signifikan.
Secara keseluruhan, keempat variabel tersebut menjelaskan 58,1 persen variasi minat beli konsumen (R² = 0,581). Artinya, model UTAUT mampu menjelaskan lebih dari separuh faktor yang memengaruhi keputusan pembelian fashion di Shopee.
Dampak bagi Dunia Usaha dan Kebijakan
Mega Safitri Diyah Ayu dari Universitas Ngudi Waluyo menegaskan bahwa persepsi manfaat dan kemudahan penggunaan menjadi fondasi utama keberhasilan marketplace. Konsumen akan kembali berbelanja ketika mereka merasa prosesnya efisien dan tidak rumit.
Eko Nur Hermansyah menambahkan bahwa pengaruh sosial dan dukungan sistem teknologi memperkuat rasa percaya konsumen. Ulasan positif dan sistem pembayaran yang aman mengurangi risiko persepsi dalam belanja online.
Bagi pelaku UMKM fashion, hasil ini menegaskan pentingnya:
- Menyajikan deskripsi produk yang jelas dan transparan
- Mengoptimalkan foto produk dan ulasan pelanggan
- Memberikan respons cepat terhadap pertanyaan konsumen
Bagi pengelola marketplace seperti Shopee, temuan ini menekankan perlunya:
- Penyederhanaan fitur aplikasi
- Peningkatan keamanan transaksi
- Optimalisasi sistem rekomendasi dan promosi
Sementara itu, bagi pemerintah daerah, penelitian ini menjadi dasar untuk memperkuat literasi digital dan infrastruktur internet guna mendukung pertumbuhan ekonomi digital.
Kontribusi terhadap Ekonomi Digital Indonesia
Penelitian Mega Safitri Diyah Ayu dan Eko Nur Hermansyah dari Universitas Ngudi Waluyo memperkuat bukti bahwa adopsi teknologi dalam e-commerce sangat dipengaruhi faktor psikologis dan sistem pendukung. Model UTAUT terbukti relevan dalam menjelaskan perilaku konsumen Indonesia, khususnya dalam konteks belanja fashion di Shopee Kota Semarang.
Temuan ini juga menunjukkan bahwa pertumbuhan marketplace tidak hanya ditentukan oleh promosi dan harga, tetapi juga oleh pengalaman pengguna dan kepercayaan digital.
Profil Penulis
Mega Safitri Diyah Ayu, S.E., M.M. Universitas Ngudi Waluyo
Eko Nur Hermansyah, S.E., M.M. Universitas Ngudi Waluyo
Sumber Penelitian
“The Effect of the UTAUT (Unified Theory of Acceptance and Use of Technology) Model on the Intention to Use of the Shopee Marketplace in Semarang City.”
International Journal of Asian Business and Management (IJABM), Vol. 2, No. 1, hlm. 55–66.
DOI: https://doi.org/10.55927/ijabm.v5i1.5
Official URL :https://journalijabm.my.id/index.php/ijabm/index
0 Komentar