Konten TikTok Terbukti Tingkatkan Keputusan Pembelian Gen Z Secara Signifikan
Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Winda Murti Andini dan Setya Indah Isnawati dari Ngudi Waluyo University pada 2026 menunjukkan bahwa konten marketing di TikTok secara langsung memengaruhi brand awareness, brand image, dan keputusan pembelian Generasi Z. Studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Integrative Sciences (IJIS) ini menyoroti bagaimana akun TikTok @SiaMithaHouse mampu membentuk perilaku konsumen muda melalui konten kreatif dan konsisten, sekaligus menegaskan pentingnya strategi digital dalam era ekonomi berbasis media sosial.
Perubahan Perilaku Konsumen di Era TikTok
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara konsumen mengenal dan memilih produk. Generasi Z kini lebih banyak mengandalkan konten visual pendek di platform seperti TikTok dibandingkan iklan konvensional. Dalam konteks ini, konten marketing tidak lagi sekadar promosi, tetapi menjadi sarana utama membangun hubungan emosional dengan konsumen.
Fenomena ini semakin relevan karena meningkatnya penggunaan media sosial hingga berjam-jam setiap hari. Konsumen tidak hanya melihat produk, tetapi juga mengalami brand melalui storytelling, tren viral, dan interaksi digital. Hal inilah yang mendorong perusahaan untuk mengadopsi strategi content marketing secara lebih serius.
Metodologi: Survei pada Pengguna Gen Z
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap responden Generasi Z yang mengenal akun @SiaMithaHouse. Data dikumpulkan melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik untuk melihat hubungan antara variabel.
Empat variabel utama yang diteliti meliputi:
- Content marketing
- Brand awareness
- Brand image
- Keputusan pembelian
Peneliti memastikan data yang digunakan valid dan reliabel sebelum melakukan analisis lanjutan, sehingga hasil penelitian dapat dipercaya dan mencerminkan kondisi nyata di lapangan.
Temuan Utama: Pengaruh Kuat dan Signifikan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten marketing memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap seluruh variabel yang diuji. Beberapa temuan penting antara lain:
1. Meningkatkan Brand Awareness
- Konten marketing menjelaskan sekitar 27% variasi brand awareness
- Semakin kreatif dan konsisten konten, semakin mudah konsumen mengenali brand
2. Membentuk Brand Image
- Konten marketing berkontribusi sebesar 28,7% terhadap brand image
- Konten yang informatif dan menarik membantu membangun persepsi positif
3. Mendorong Keputusan Pembelian
- Content marketing secara langsung meningkatkan keputusan pembelian
- Konsumen merasa lebih yakin setelah melihat konten yang relevan
4. Peran Mediasi yang Kuat
- Brand awareness dan brand image memperkuat pengaruh konten terhadap pembelian
- Secara bersama, variabel ini menjelaskan hingga 61,9% keputusan pembelian
5. Semua Hipotesis Terbukti
- Seluruh hubungan antar variabel signifikan secara statistik (p < 0,001)
- Artinya, efek yang ditemukan bukan kebetulan, melainkan konsisten dan kuat
Perilaku Gen Z: Kunci Keberhasilan Konten
Penelitian ini juga mengungkap karakteristik penting dari responden:
- Didominasi perempuan usia 18–25 tahun
- Menggunakan TikTok rata-rata 2–5 jam per hari
- Banyak berasal dari kalangan mahasiswa dan pekerja pemula
Kelompok ini sangat responsif terhadap:
- Video pendek yang kreatif
- Musik viral dan tren populer
- Visual yang menarik dan cepat dipahami
Konten yang sering muncul di halaman “For You Page” (FYP) menciptakan efek pengulangan yang memperkuat ingatan konsumen terhadap brand. Inilah yang disebut sebagai efek “top of mind”, di mana brand langsung muncul dalam pikiran saat konsumen ingin membeli produk.
Implikasi: Strategi Baru Dunia Bisnis
Temuan ini memberikan dampak luas bagi berbagai sektor:
Bagi pelaku usaha:
Konten TikTok bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Strategi konten yang kreatif dan konsisten terbukti mampu meningkatkan penjualan secara nyata.
Bagi praktisi marketing:
Brand awareness dan brand image harus dibangun melalui pengalaman konten, bukan hanya iklan. Storytelling dan relevansi menjadi kunci utama.
Bagi dunia pendidikan:
Kurikulum pemasaran perlu menyesuaikan dengan tren digital, termasuk kemampuan membuat konten kreatif.
Bagi pembuat kebijakan:
Pemahaman tentang perilaku konsumen digital dapat membantu merancang kebijakan ekonomi kreatif berbasis teknologi.
Pernyataan Peneliti
Winda Murti Andini dari Ngudi Waluyo University menegaskan bahwa kekuatan utama content marketing terletak pada konsistensi dan kreativitas.
Ia menjelaskan bahwa konten yang relevan dan menarik tidak hanya meningkatkan kesadaran merek, tetapi juga membangun kepercayaan yang akhirnya mendorong keputusan pembelian.
Profil Penulis
Winda Murti Andini, S.E. Ngudi Waluyo University.
Setya Indah Isnawati, S.I.Kom., M.M. Ngudi Waluyo University
Sumber Penelitian
Jurnal: International Journal of Integrative Sciences (IJIS)
Tahun: 2026
DOI: https://doi.org/10.55927/ijis.v5i3.17
URL : https://journalijis.my.id/index.php/ijis/index
0 Komentar