Pelestarian dan Promosi Warisan Budaya Berwujud untuk Pembangunan Kota Berkelanjutan di Ho Chi Minh City, Vietnam


Ilustrasi by AI 

Ho Chi Minh City- Warisan budaya fisik memainkan peran penting dalam menjaga identitas kota sekaligus mendukung pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. Hal ini ditegaskan dalam penelitian yang ditulis oleh Tran Thi Chau dari University of Social Sciences and Humanities, Vietnam National University Ho Chi Minh City, yang diterbitkan pada tahun 2026. Studi tersebut menyoroti bagaimana pelestarian dan pemanfaatan warisan budaya fisik dapat menjadi bagian penting dari strategi pembangunan kota modern di Ho Chi Minh City, Vietnam.

Penelitian ini menjadi relevan karena Ho Chi Minh City merupakan salah satu pusat ekonomi dan budaya terbesar di Vietnam yang mengalami urbanisasi sangat cepat. Perkembangan infrastruktur, perubahan tata guna lahan, serta meningkatnya tekanan ekonomi membuat banyak situs sejarah dan bangunan bersejarah menghadapi risiko kerusakan bahkan hilang dari lanskap kota. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian warisan budaya menjadi tantangan penting bagi pemerintah kota dan masyarakat.

Kota dengan Lapisan Sejarah yang Kaya

Ho Chi Minh City memiliki sejarah panjang lebih dari tiga abad yang membentuk sistem warisan budaya yang sangat beragam. Warisan budaya fisik di kota ini meliputi berbagai bentuk material seperti situs sejarah, bangunan arsitektur, ruang kota bersejarah, artefak, benda antik, serta harta nasional yang memiliki nilai historis, budaya, dan ilmiah.

Beberapa situs terkenal yang menjadi bagian penting dari warisan budaya kota antara lain Nha Rong Wharf, Independence Palace, Cu Chi Tunnels, dan Can Gio Mangrove Forest. Tempat-tempat tersebut tidak hanya menjadi saksi peristiwa penting dalam sejarah Vietnam, tetapi juga menyimpan nilai simbolik seperti semangat patriotisme, perjuangan kemerdekaan, serta ketahanan masyarakat Vietnam Selatan.

Selain situs sejarah, kota ini juga memiliki banyak bangunan religius dan arsitektur bersejarah seperti rumah komunal tradisional, pagoda, kuil, gereja, serta masjid yang mencerminkan keragaman budaya dan kehidupan spiritual masyarakat perkotaan. Arsitektur kolonial dan modern juga memberi warna unik pada identitas kota, terlihat pada bangunan seperti Municipal Theatre, Saigon Central Post Office, Ben Thanh Market, dan Ho Chi Minh City Museum of Fine Arts.

Bangunan-bangunan tersebut menunjukkan perpaduan antara gaya arsitektur Barat dengan elemen budaya lokal Vietnam, yang menjadikan Ho Chi Minh City sebagai kota dengan identitas arsitektur yang khas.

Metode Penelitian

Tran Thi Chau menggunakan pendekatan analisis kebijakan dan studi historis untuk mengevaluasi kondisi pelestarian warisan budaya fisik di Ho Chi Minh City. Penelitian ini juga memanfaatkan analisis dokumen kebijakan pemerintah, data manajemen warisan budaya, serta praktik pelestarian yang dilakukan oleh otoritas lokal.

Metode analisis dan sintesis digunakan untuk mengidentifikasi pencapaian yang telah diraih, tantangan yang dihadapi, serta peluang untuk meningkatkan pengelolaan warisan budaya dalam konteks pembangunan kota yang berkelanjutan.

Sistem Warisan Budaya yang Sangat Besar

Data dari Department of Culture and Sports Ho Chi Minh City menunjukkan bahwa hingga Juni 2025 kota ini memiliki 200 situs sejarah yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya, terdiri dari:

  • 2 situs warisan nasional khusus
  • 58 situs warisan nasional
  • 140 situs warisan tingkat kota

Setelah adanya perluasan wilayah administrasi, jumlah tersebut meningkat menjadi 321 situs warisan budaya, yang terdiri dari:

  • 4 situs nasional khusus
  • 99 situs nasional
  • 218 situs tingkat provinsi atau kota

Jumlah ini menunjukkan besarnya tanggung jawab pemerintah kota dalam mengelola warisan budaya, terutama di tengah pesatnya ekspansi wilayah perkotaan.

Selain situs resmi tersebut, penelitian ini juga mengidentifikasi sekitar 231 bangunan dan lokasi bersejarah yang belum mendapatkan status perlindungan resmi, meskipun memiliki nilai budaya yang signifikan. Banyak di antaranya berada di kawasan pusat kota yang memiliki nilai ekonomi tinggi sehingga rentan terhadap pembangunan komersial.

Upaya Pelestarian yang Terus Berkembang

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Ho Chi Minh City menunjukkan peningkatan komitmen terhadap pelestarian warisan budaya. Berbagai kegiatan seperti inventarisasi, dokumentasi ilmiah, dan penetapan status cagar budaya dilakukan secara sistematis.

Proyek restorasi juga terus berjalan dengan pendanaan sekitar 500 miliar dong Vietnam yang berasal dari anggaran negara dan kontribusi masyarakat. Restorasi tersebut bertujuan menjaga nilai asli bangunan sekaligus memanfaatkan situs budaya sebagai sarana pendidikan sejarah dan pengembangan pariwisata.

Namun demikian, sejumlah situs masih mengalami kerusakan karena keterbatasan sumber daya, kondisi bangunan yang sudah tua, serta pengelolaan yang berada di tangan komunitas atau pihak swasta.

Peran Museum dan Digitalisasi

Salah satu cara penting dalam mempromosikan warisan budaya di Ho Chi Minh City adalah melalui jaringan museum. Hingga 2025, kota ini memiliki 23 museum, terdiri dari 11 museum publik dan 12 museum non-publik. Museum-museum tersebut menyimpan 23 harta nasional yang menjadi bagian penting dari sejarah Vietnam.

Transformasi digital juga mulai diterapkan dalam pengelolaan museum. Beberapa museum telah menggunakan teknologi pameran 3D, panduan audio, layar interaktif, dan robot pemandu untuk meningkatkan pengalaman pengunjung. Selain itu, pengembangan basis data digital dan perangkat lunak manajemen warisan membantu memperluas akses publik terhadap informasi sejarah.

Upaya ini terbukti meningkatkan minat masyarakat. Pada tahun 2025, jumlah pengunjung museum di Ho Chi Minh City mencapai lebih dari 4,46 juta orang, meningkat sekitar 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Warisan Budaya dan Pendidikan

Warisan budaya juga dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan sejarah bagi generasi muda. Program kerja sama antara museum dan sekolah telah dikembangkan melalui berbagai kegiatan seperti:

  • “History Lessons at Museums”
  • “I Love History”
  • “Local History Classes”

Program tersebut memungkinkan siswa belajar sejarah secara langsung melalui kunjungan ke museum dan situs bersejarah.

Namun penelitian ini mencatat bahwa program pendidikan warisan budaya masih belum terintegrasi secara sistematis di seluruh kota. Banyak kegiatan masih bergantung pada kapasitas masing-masing lembaga atau museum.

Tantangan Urbanisasi

Meskipun berbagai kemajuan telah dicapai, urbanisasi yang cepat tetap menjadi tantangan utama bagi pelestarian warisan budaya di Ho Chi Minh City. Nilai tanah yang terus meningkat, pembangunan infrastruktur besar, dan kebutuhan ruang perkotaan sering kali menimbulkan konflik antara konservasi dan pembangunan ekonomi.

Beberapa bangunan bersejarah di pusat kota bahkan berisiko hilang karena belum memiliki status perlindungan resmi. Situasi ini menuntut kebijakan yang lebih kuat untuk melindungi bangunan bersejarah sebelum terlambat.

Solusi untuk Masa Depan

Penelitian Tran Thi Chau menekankan perlunya pendekatan terpadu antara pelestarian warisan budaya dan perencanaan pembangunan kota. Beberapa rekomendasi utama yang diajukan antara lain:

  • Integrasi perlindungan warisan budaya dalam perencanaan tata kota
  • Penguatan koordinasi antara sektor budaya, pariwisata, pendidikan, dan perencanaan kota
  • Pengembangan rantai nilai pariwisata berbasis warisan budaya
  • Penguatan pendidikan sejarah berbasis situs budaya
  • Perluasan digitalisasi museum dan arsip budaya

Pendekatan ini bertujuan menjadikan warisan budaya tidak hanya sebagai objek konservasi, tetapi juga sebagai sumber daya yang mendukung perkembangan ekonomi kreatif dan identitas kota.

Profil Penulis

Tran Thi Chau adalah akademisi dari University of Social Sciences and Humanities, Vietnam National University Ho Chi Minh City. Bidang keahliannya meliputi studi budaya, manajemen warisan budaya, serta pembangunan kota berkelanjutan berbasis nilai sejarah dan budaya.

Sumber Penelitian

Posting Komentar

0 Komentar