Partisipasi Masyarakat dan Transparansi dalam Proses Pengambilan Keputusan Terkait Dana Desa dalam Pembangunan Desa di Desa Bulude Selatan, Kecamatan Kabaruan, Kabupaten Kepulauan Talaud


Gambar Ilustras AI

FORMOSA NEWS - Sulawesi Utara - Penelitian Unsrat: Partisipasi Warga dan Transparansi Dana Desa di Bulude Selatan Masih Terbatas. Penelitian yang  dilakukan oleh Dila Anike Pagora, Agus T. Poputra, dan Peter M. Kapojos dari Universitas Sam Ratulangi Manado dalam artikel agama yang dipublikasikan pada Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) edisi Vol. 5 No. 3 Tahun 2026 menyoroti bahwa masyarakat sebenarnya telah dilibatkan melalui forum musyawarah desa, tetapi keterlibatan mereka masih terbatas. 

Penelitian yang dilakukan oleh Dila Anike Pagora, Agus T. Poputra, dan Peter M. Kapojos dari Universitas Sam Ratulangi Manado menyoroti bahwa  pemerintah desa sudah menyampaikan informasi mengenai Dana Desa secara lisan, namun belum menyediakan media publikasi tertulis yang mudah diakses oleh masyarakat. 

Dana Desa dan Tantangan Tata Kelola
Dana Desa merupakan program pemerintah Indonesia yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan disalurkan melalui pemerintah daerah kepada setiap desa. Dana ini bertujuan mempercepat pembangunan desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat pelayanan publik di tingkat lokal.
Namun dalam praktiknya, pengelolaan Dana Desa sering menghadapi beberapa tantangan, seperti:
  • Keterbatasan kapasitas aparatur desa.
  • Kurangnya pengawasan.
  • Rendahnya keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan.
Partisipasi masyarakat dan transparansi informasi menjadi dua faktor penting untuk memastikan bahwa Dana Desa benar-benar digunakan sesuai kebutuhan masyarakat. Penelitian di Bulude Selatan dilakukan untuk melihat bagaimana kedua prinsip tersebut diterapkan di tingkat desa.

Metode Penelitian di Lapangan
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggambarkan kondisi nyata di lapangan.
Tim peneliti mengumpulkan data melalui:
  • Wawancara mendalam.
  • Observasi langsung.
  • Focus Group Discussion (FGD).
  • Analisis dokumen desa.
Sebanyak enam informan utama dilibatkan dalam penelitian ini, yaitu:
  • Kepala Desa.
  • Sekretaris Desa.
  • Bendahara Desa.
  • Kepala Urusan Perencanaan.
  • Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
  • Perwakilan masyarakat.
Dokumen pendukung yang dianalisis juga mencakup RPJMDes, RKPDes, laporan realisasi APBDes, serta berita acara musyawarah desa.
Pendekatan ini memungkinkan peneliti melihat secara langsung bagaimana proses pengambilan keputusan terkait Dana Desa berlangsung di tingkat desa.

Partisipasi Warga Ada, Tetapi Masih Pasif 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Bulude Selatan sebenarnya sudah dilibatkan melalui musyawarah desa (musdes). Dalam forum ini, pemerintah desa mengundang warga untuk membahas rencana pembangunan dan penggunaan Dana Desa. Namun tingkat partisipasi aktif masih terbatas.
Beberapa temuan penting penelitian antara lain:
  • Tidak semua warga hadir dalam musyawarah desa.
  • Warga yang hadir sering kali hanya mendengarkan tanpa menyampaikan pendapat.
  • Diskusi biasanya didominasi oleh perangkat desa atau tokoh masyarakat tertentu.
  • Warga lebih aktif terlibat pada tahap pelaksanaan kegiatan, seperti gotong royong atau pembangunan fisik.
Kondisi ini membuat partisipasi masyarakat dikategorikan sebagai “partisipasi pasif”, di mana masyarakat lebih banyak mengikuti keputusan yang telah ditentukan oleh pemerintah desa. Salah satu warga yang diwawancarai dalam penelitian tersebut mengatakan bahwa keterlibatan masyarakat lebih sering terjadi saat kegiatan pembangunan berlangsung. Sementara pada tahap perencanaan, tidak semua warga terlibat secara aktif.

Implikasi bagi Pengelolaan Dana Desa
Temuan penelitian ini memberikan beberapa pelajaran penting bagi pemerintah desa di Indonesia.
Pertama, keterlibatan masyarakat perlu diperkuat sejak tahap perencanaan pembangunan, bukan hanya pada tahap pelaksanaan kegiatan.
Kedua, pemerintah desa perlu menyediakan media publikasi informasi yang jelas dan mudah diakses masyarakat, seperti:
  • Papan informasi APBDes.
  • Laporan realisasi anggaran.
  • Publikasi kegiatan desa.
Langkah ini dapat meningkatkan transparansi serta mendorong masyarakat untuk ikut mengawasi penggunaan Dana Desa. Dengan tata kelola yang lebih terbuka dan partisipatif, pembangunan desa diharapkan menjadi lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Profil Penulis Penelitian
Dila Anike PagoraMahasiswa/peneliti bidang akuntansi sektor publik, Universitas Sam Ratulangi Manado.
Dr. Agus T. PoputraDosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sam Ratulangi Manado, dengan keahlian di bidang akuntansi sektor publik dan tata kelola keuangan pemerintah.
Dr. Peter M. Kapojos - Akademisi Universitas Sam Ratulangi Manado yang meneliti bidang akuntansi pemerintahan dan transparansi keuangan publik.

Sumber Penelitian
Pagora, D. A., Poputra, A. T., & Kapojos, P. M. (2026)Community Participation and Transparency in Decision-Making Processes Regarding Village Funds in Village Development in Bulude Selatan Village, Kabaruan Subdistrict, Talaud Islands Regency.” Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS), Vol. 5 No. 3, 2026, halaman 813–832.
DOI: https://doi.org/10.55927/fjas.v5i3.32
URL: https://journalfjas.my.id/index.php/fjas

Posting Komentar

0 Komentar