Mengembangkan Keterampilan Teknisi Pemula melalui Aktivitas Perbaikan Jaringan dan PC di Laboratorium Komputer

Ilustrasi by AI

Medan— Perbaikan Jaringan dan PC Tingkatkan Keterampilan Teknisi Pemula di SMK Telkom 1 Medan. Penelitian yang  dilakukan oleh Ikhwan El Akmal Pakpahan dari Universitas Satya Terra Bhinneka bersama M. Fakhrul Hirzi dari Universitas Mahkota Tricom Unggul yang dipublikasikan Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari edisi Februari 2026.

Penelitian yang  dilakukan oleh Ikhwan El Akmal Pakpahan bersama M. Fakhrul Hirzi menjelaskan bagaimana pendekatan praktik langsung mampu menjawab dua persoalan sekaligus: kerusakan sarana laboratorium dan keterbatasan keterampilan teknis siswa.

Laboratorium Bermasalah, Pembelajaran Terhambat

Sebelum kegiatan berlangsung, laboratorium komputer sekolah mitra menghadapi sejumlah kendala. Jaringan internet tidak stabil, beberapa komputer tidak dapat digunakan secara optimal, dan sebagian perangkat belum diperbarui sistem operasinya. Kondisi ini berdampak langsung pada pembelajaran praktik berbasis teknologi informasi.

Masalah tersebut umum terjadi di sekolah yang memiliki keterbatasan tenaga teknis serta belum menjalankan perawatan laboratorium secara rutin. Padahal, laboratorium komputer merupakan infrastruktur penting dalam meningkatkan literasi digital dan kesiapan kerja siswa, terutama di jenjang pendidikan vokasi.

Melihat kondisi tersebut, tim dosen menggagas program pengabdian kepada masyarakat berbasis perbaikan langsung di laboratorium, dengan melibatkan siswa sebagai teknisi pemula.

Siswa Jadi Teknisi: Belajar Sambil Memperbaiki

Selama tiga hari pelaksanaan, siswa tidak hanya menjadi peserta pelatihan, tetapi terlibat aktif dalam setiap tahapan pekerjaan teknis. Kegiatan dimulai dengan identifikasi masalah jaringan dan perangkat, dilanjutkan dengan praktik perbaikan, instalasi ulang sistem operasi, konfigurasi jaringan dasar, hingga pengujian fungsi perangkat.

Pendekatan yang digunakan adalah pembelajaran partisipatif berbasis praktik atau learning by doing. Siswa bekerja dalam kelompok kecil dengan pendampingan dosen. Setiap kendala teknis dibahas bersama melalui diskusi langsung di lokasi.

Ikhwan El Akmal Pakpahan menjelaskan bahwa keterlibatan aktif siswa menjadi kunci keberhasilan kegiatan. “Siswa tidak hanya memahami teori jaringan dan komputer, tetapi mengalami langsung proses troubleshooting dan instalasi. Itu yang membentuk keterampilan nyata,” tulisnya dalam laporan ilmiah tersebut.

Hasil Nyata: Laboratorium Kembali Optimal

Dari sisi sarana, hasilnya terlihat signifikan. Jaringan yang sebelumnya tidak stabil kembali berfungsi setelah dilakukan pengecekan kabel, pengaturan ulang koneksi, dan konfigurasi jaringan dasar. Beberapa komputer yang semula tidak dapat digunakan berhasil diaktifkan kembali melalui instalasi ulang sistem operasi dan perawatan perangkat keras.

Laboratorium yang sebelumnya kurang optimal kini siap digunakan kembali sebagai ruang praktik pembelajaran teknologi informasi.

Dari sisi keterampilan siswa, terjadi peningkatan yang jelas pada tiga aspek utama:

  • Instalasi sistem operasi: dari kategori rendah menjadi tinggi
  • Troubleshooting jaringan dasar: dari rendah menjadi tinggi
  • Perawatan perangkat komputer: dari sedang menjadi tinggi

Siswa juga menunjukkan penurunan tingkat kesalahan dalam menyelesaikan tugas teknis secara mandiri. Artinya, mereka tidak lagi bergantung penuh pada pendamping, tetapi mulai percaya diri menangani masalah perangkat.

Dampak Lebih Luas: Hard Skills dan Soft Skills

Program ini tidak hanya meningkatkan hard skills teknis. Kegiatan praktik langsung juga membentuk soft skills penting seperti kerja sama tim, komunikasi teknis, dan tanggung jawab.

Menurut M. Fakhrul Hirzi, pengalaman langsung di laboratorium memberi gambaran nyata tentang dunia kerja. “Kegiatan ini menjadi simulasi situasi kerja sebenarnya di bidang teknologi informasi,” tulisnya dalam publikasi tersebut.

Temuan ini memperkuat berbagai penelitian sebelumnya yang menyebutkan bahwa optimalisasi laboratorium komputer berkontribusi pada peningkatan literasi digital dan kesiapan kerja siswa. Dengan kata lain, pengelolaan laboratorium yang baik bukan sekadar soal fasilitas, tetapi strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Model Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Sekolah

Kegiatan ini juga menjadi contoh implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi ikut menyelesaikan persoalan nyata di sekolah mitra.

Model kolaborasi seperti ini dinilai relevan untuk diterapkan secara berkelanjutan. Sekolah memperoleh peningkatan kualitas sarana dan kompetensi siswa, sementara perguruan tinggi menjalankan peran sosial dan akademiknya secara aplikatif.

PenulSis merekomendasikan agar sekolah melakukan perawatan laboratorium secara berkala serta mengintegrasikan praktik teknis rutin ke dalam kurikulum. Sementara itu, perguruan tinggi disarankan mengembangkan program serupa dengan pengukuran keterampilan yang lebih kuantitatif agar dampaknya dapat dianalisis lebih mendalam.

Profil Penulis

  • Ikhwan El Akmal Pakpahan-  Universitas Satya Terra Bhinneka
  • M. Fakhrul Hirzi- Universitas Mahkota Tricom Unggul

Sumber Penelitian:
Ikhwan El Akmal Pakpahan & M. Fakhrul Hirzi. Developing Beginner Technician Skills through Network and PC Repair Activities in the Computer Laboratory. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari, Vol. 5 No. 2, Februari 2026, Hal. 145–154.

DOI: https://doi.org/10.55927/jpmb.v5i2.608

URL: https://nblformosapublisher.org/index.php/jpmb/index 


Posting Komentar

0 Komentar