Lingkungan Sosial dan Ulasan Online Dorong Impulse Buying Produk Ramah Lingkungan di Shopee

Ilustrasi by AI

FORMOSA NEWS - Jakarta - Perilaku belanja spontan terhadap produk ramah lingkungan di platform e-commerce ternyata tidak hanya dipengaruhi promosi atau harga murah. Penelitian yang dilakukan oleh Yudi Kuswandi dan Didik J. Rachbini dari Universitas Mercu Buana menunjukkan bahwa faktor lingkungan sosial, kepercayaan terhadap klaim ramah lingkungan (green trust), dan ulasan online memiliki peran penting dalam mendorong konsumen melakukan pembelian impulsif produk ramah lingkungan di Shopee. Studi ini dipublikasikan pada tahun 2026 di Formosa Journal of Multidisciplinary Research dan menyoroti bagaimana niat membeli produk hijau (green purchase intention) menjadi faktor psikologis yang menjembatani berbagai pengaruh tersebut terhadap perilaku pembelian spontan konsumen.

Penelitian ini penting karena perkembangan e-commerce yang pesat telah mengubah cara konsumen mengambil keputusan. Di platform digital seperti Shopee, konsumen sering terpapar promosi kilat, diskon besar, serta rekomendasi dari pengguna lain. Pada saat yang sama, kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan juga meningkat. Kombinasi kedua faktor ini menciptakan fenomena menarik: konsumen yang peduli lingkungan ternyata tetap bisa melakukan pembelian spontan terhadap produk ramah lingkungan.

E-commerce dan Fenomena Belanja Impulsif

Pertumbuhan ekosistem e-commerce global mendorong meningkatnya perilaku impulse buying atau pembelian tanpa perencanaan. Kemudahan akses digital, personalisasi algoritma, hingga fitur transaksi instan membuat konsumen lebih mudah membeli produk secara spontan.

Kawasan Asia-Pasifik, termasuk Indonesia, menjadi salah satu pasar e-commerce terbesar di dunia. Tingginya penggunaan smartphone, dominasi generasi muda, serta strategi promosi agresif seperti flash sale dan kampanye tanggal kembar membuat konsumen semakin rentan terhadap pembelian impulsif.

Di Indonesia, Shopee menjadi salah satu marketplace dengan jumlah kunjungan dan transaksi tertinggi. Intensitas interaksi pengguna dengan platform ini memperbesar kemungkinan konsumen terpapar berbagai stimulus digital yang mendorong keputusan pembelian spontan.

Namun, di tengah arus konsumsi digital tersebut, muncul tren baru: meningkatnya minat terhadap produk ramah lingkungan. Banyak konsumen kini mempertimbangkan aspek keberlanjutan sebelum membeli produk. Fenomena ini berkaitan dengan komitmen global terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Metode Penelitian

Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Metode ini digunakan untuk menganalisis hubungan antara beberapa variabel utama dalam perilaku konsumen digital.

Studi ini melibatkan pengguna Shopee berusia 18–55 tahun yang pernah membeli produk ramah lingkungan secara impulsif. Responden berasal dari wilayah Jabodetabek, yang dipilih karena memiliki tingkat penetrasi e-commerce tinggi serta ketersediaan produk ramah lingkungan yang semakin luas.

Data dikumpulkan melalui kuesioner online menggunakan skala Likert lima poin. Penelitian menargetkan minimal 129 responden, namun untuk meningkatkan keandalan analisis, peneliti mengumpulkan lebih dari 250 data responden.

Variabel yang dianalisis dalam penelitian ini meliputi:

  • Lingkungan sosial (social environment)
  • Kepercayaan terhadap produk ramah lingkungan (green trust)
  • Ulasan online (online review)
  • Niat membeli produk ramah lingkungan (green purchase intention)
  • Perilaku pembelian impulsif (impulse buying)

Temuan Utama Penelitian

Hasil analisis menunjukkan bahwa beberapa faktor utama secara signifikan mempengaruhi pembelian impulsif produk ramah lingkungan di Shopee.

1. Lingkungan sosial meningkatkan niat membeli produk ramah lingkungan
Pengaruh teman, keluarga, komunitas online, dan influencer dapat mendorong konsumen untuk lebih tertarik membeli produk ramah lingkungan.

2. Green trust memperkuat keputusan pembelian
Kepercayaan terhadap klaim ramah lingkungan suatu produk meningkatkan keyakinan konsumen sehingga mereka lebih mudah melakukan pembelian.

3. Ulasan online memiliki pengaruh paling kuat terhadap niat membeli
Ulasan positif dari pengguna lain memberikan informasi sekaligus dorongan emosional yang mempercepat proses keputusan pembelian.

4. Niat membeli produk ramah lingkungan mendorong pembelian impulsif
Konsumen yang sudah memiliki ketertarikan terhadap produk hijau lebih mudah melakukan pembelian spontan saat melihat penawaran menarik.

5. Green purchase intention menjadi mediator penting
Niat membeli produk ramah lingkungan terbukti menjadi mekanisme psikologis yang menghubungkan pengaruh lingkungan sosial, kepercayaan, dan ulasan online dengan perilaku impulse buying.

Dalam model penelitian, variabel-variabel tersebut mampu menjelaskan sekitar 66,5% variasi niat membeli produk ramah lingkungan dan 59,6% perilaku impulse buying. Hal ini menunjukkan bahwa faktor sosial dan kepercayaan memiliki peran signifikan dalam perilaku konsumsi digital.

Makna Temuan bagi Dunia Bisnis dan E-commerce

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelian impulsif tidak selalu bersifat irasional. Dalam konteks produk ramah lingkungan, pembelian spontan juga dipengaruhi oleh nilai keberlanjutan yang diyakini konsumen.

Bagi pelaku bisnis dan marketplace, temuan ini memberikan beberapa implikasi strategis:

1. Memanfaatkan pengaruh sosial
Brand dapat memanfaatkan komunitas digital, influencer, dan kampanye sosial untuk memperkuat citra produk ramah lingkungan.

2. Membangun kepercayaan terhadap klaim ramah lingkungan
Transparansi informasi produk, sertifikasi lingkungan, dan komunikasi yang konsisten sangat penting untuk meningkatkan green trust.

3. Mengoptimalkan ulasan online
Ulasan pelanggan memiliki dampak besar terhadap keputusan pembelian. Oleh karena itu, bisnis perlu mendorong ulasan yang jujur dan informatif.

Dengan strategi tersebut, perusahaan dapat mendorong pembelian produk ramah lingkungan tanpa mengabaikan tujuan keberlanjutan.

Profil Penulis

Yudi Kuswandi
Mahasiswa/peneliti di bidang Manajemen dari Universitas Mercu Buana, dengan fokus penelitian pada perilaku konsumen digital, e-commerce, dan pemasaran berkelanjutan.

Didik J. Rachbini
Akademisi dan peneliti dari Universitas Mercu Buana yang memiliki keahlian dalam bidang ekonomi, manajemen bisnis, dan kebijakan ekonomi.

Sumber Penelitian

Kuswandi, Yudi & Rachbini, Didik J. (2026).
“The Influence of Social Environment, Green Trust, and Online Reviews on Impulse Buying on Shopee Mediated by Green Purchase Intention.”
Formosa Journal of Multidisciplinary Research (FJMR), Vol. 5 No. 3, 713–726.

Posting Komentar

0 Komentar