Limbah Tahu Timor Leste Disulap Jadi Pupuk Organik Cair, Dongkrak Pertumbuhan Sawi Pakcoy

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - DILI – Sebuah terobosan ramah lingkungan muncul dari sektor pertanian Timor-Leste melalui pemanfaatan limbah cair industri tahu sebagai pupuk organik. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa pengolahan limbah ini dengan bantuan mikroorganisme mampu meningkatkan kesuburan tanah dan mempercepat pertumbuhan tanaman sawi pakcoy secara signifikan.

Studi ini dipimpin oleh Teofilo Amaral Sarmento dari Universitas Nasional Timor Lorosa'e (UNTL), bekerja sama dengan Fidelis Anggara Murdani Kolin dari Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga. Dilakukan di Aldea Karungulau, Dili, penelitian ini menjadi sangat penting karena selama ini limbah cair tahu sering kali langsung dibuang ke lingkungan tanpa pengolahan, sehingga memicu polusi air dan aroma tidak sedap.

Mengubah Polutan Menjadi Nutrisi

Industri tahu menghasilkan limbah cair dalam jumlah besar yang mengandung protein, karbohidrat, dan lemak tinggi. Jika tidak dikelola, senyawa organik ini akan membusuk dan meningkatkan kadar polutan berbahaya di sumber air masyarakat. Namun, di balik potensi polusinya, limbah ini kaya akan nitrogen, fosfor, dan kalium yang sangat dibutuhkan tanaman.

“Pemanfaatan air limbah industri tahu sebagai pupuk organik cair merupakan salah satu alternatif pengelolaan limbah sekaligus penyediaan nutrisi berkelanjutan dalam sistem pertanian tropis,” tulis para peneliti dalam laporannya.

Rahasia di Balik Teknologi EM-4

Untuk mengubah limbah berbahaya menjadi nutrisi siap serap, tim peneliti menggunakan teknologi Effective Microorganisms-4 (EM-4). Proses fermentasi selama 15 hari dengan campuran molase (tetes tebu) berhasil menstabilkan senyawa organik dan meningkatkan ketersediaan nitrogen.

Analisis laboratorium menunjukkan hasil yang impresif:

  • Kandungan Nitrogen: Mencapai 5,52%, memenuhi standar kualitas pupuk organik cair.
  • Kandungan Fosfor: Sebesar 5,95%, efektif untuk mendukung perkembangan akar.
  • Kandungan Kalium: Sebesar 4,74%, stabil untuk memperkuat daya tahan tanaman.
  • Tingkat Keasaman (pH): Berada di angka 5,6 (agak asam), yang membantu kelarutan zat besi dan seng bagi tanaman.
    

Hasil Nyata pada Tanaman Pakcoy

    Dalam uji coba yang melibatkan berbagai konsentrasi pupuk (5% hingga 30%), tanaman sawi pakcoy menunjukkan respon pertumbuhan yang luar biasa. Tanaman yang diberi pupuk organik cair ini tumbuh jauh lebih baik dibandingkan tanaman kontrol yang hanya disiram air biasa.Temuan utama penelitian mencatat:

  1. Tinggi Tanaman: Konsentrasi 30% menghasilkan tanaman setinggi 18,86 cm, jauh melampaui tanaman tanpa pupuk yang hanya mencapai 8,67 cm.
  2. Jumlah Daun: Meningkat signifikan dari rata-rata 9 helai menjadi 13 helai daun per tanaman.
  3. Lebar Tajuk: Mengalami peningkatan paling drastis, mencapai 26,52 cm pada konsentrasi tertinggi, yang berarti kapasitas fotosintesis tanaman jauh lebih optimal.

Dampak Bagi Masyarakat dan Lingkungan

Keberhasilan ini memberikan angin segar bagi petani di Timor-Leste yang selama ini sangat bergantung pada pupuk kimia mahal. Selain lebih ekonomis, penggunaan pupuk dari limbah tahu ini juga memperbaiki kualitas tanah dalam jangka panjang dengan meningkatkan kadar karbon organik tanah dari kategori rendah menjadi tinggi.

Secara kebijakan publik, inovasi ini menawarkan solusi dua arah: membersihkan lingkungan dari polusi industri tahu sekaligus mendukung ketahanan pangan melalui produktivitas sayuran yang lebih sehat.

Profil Penulis:

  • Teofilo Amaral Sarmento, M.Sc.: Dosen di Departemento Do Ensino De Biologia, Fakuldade De Educação E Humanidades, Universitas Nasional Timor Lorosa'e (UNTL). Ahli di bidang biologi dan pendidikan sains.
  • Fidelis Anggara Murdani Kolin, M.Si.: Peneliti dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Indonesia, dengan fokus pada bioteknologi pertanian dan mikrobiologi terapan.

Sumber Penelitian:

Sarmento, T. A., & Kolin, F. A. M. (2026). Growth Response and Yield of Pak Choi (Brassica Rapa L. Chinensis) in Response to the Application of EM-4-Based Liquid Organic Fertilizer Derived from Tofu Waste in the Agroecosystem of Timor-Leste. International Journal of Advance Social Sciences and Education (IJASSE), 4(1), 37-54.

DOI: https://doi.org/10.59890/ijasse.v4i1.340

https://dmimultitechpublisher.my.id/index.php/ijasse

Posting Komentar

0 Komentar