Studi ini dipimpin oleh Teofilo Amaral Sarmento dari Universitas Nasional Timor Lorosa'e (UNTL), bekerja sama dengan Fidelis Anggara Murdani Kolin dari Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga
Mengubah Polutan Menjadi Nutrisi
Industri tahu menghasilkan limbah cair dalam jumlah besar yang mengandung protein, karbohidrat, dan lemak tinggi
“Pemanfaatan air limbah industri tahu sebagai pupuk organik cair merupakan salah satu alternatif pengelolaan limbah sekaligus penyediaan nutrisi berkelanjutan dalam sistem pertanian tropis,” tulis para peneliti dalam laporannya
Rahasia di Balik Teknologi EM-4
Untuk mengubah limbah berbahaya menjadi nutrisi siap serap, tim peneliti menggunakan teknologi Effective Microorganisms-4 (EM-4)
Analisis laboratorium menunjukkan hasil yang impresif:
- Kandungan Nitrogen: Mencapai 5,52%, memenuhi standar kualitas pupuk organik cair
. - Kandungan Fosfor: Sebesar 5,95%, efektif untuk mendukung perkembangan akar
. - Kandungan Kalium: Sebesar 4,74%, stabil untuk memperkuat daya tahan tanaman
. - Tingkat Keasaman (pH): Berada di angka 5,6 (agak asam), yang membantu kelarutan zat besi dan seng bagi tanaman
.
Hasil Nyata pada Tanaman Pakcoy
- Tinggi Tanaman: Konsentrasi 30% menghasilkan tanaman setinggi 18,86 cm, jauh melampaui tanaman tanpa pupuk yang hanya mencapai 8,67 cm
. - Jumlah Daun: Meningkat signifikan dari rata-rata 9 helai menjadi 13 helai daun per tanaman
. - Lebar Tajuk: Mengalami peningkatan paling drastis, mencapai 26,52 cm pada konsentrasi tertinggi, yang berarti kapasitas fotosintesis tanaman jauh lebih optimal
.
Dampak Bagi Masyarakat dan Lingkungan
Keberhasilan ini memberikan angin segar bagi petani di Timor-Leste yang selama ini sangat bergantung pada pupuk kimia mahal
Secara kebijakan publik, inovasi ini menawarkan solusi dua arah: membersihkan lingkungan dari polusi industri tahu sekaligus mendukung ketahanan pangan melalui produktivitas sayuran yang lebih sehat
Profil Penulis:
- Teofilo Amaral Sarmento, M.Sc.: Dosen di Departemento Do Ensino De Biologia, Fakuldade De Educação E Humanidades, Universitas Nasional Timor Lorosa'e (UNTL). Ahli di bidang biologi dan pendidikan sains.
- Fidelis Anggara Murdani Kolin, M.Si.: Peneliti dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Indonesia, dengan fokus pada bioteknologi pertanian dan mikrobiologi terapan.
Sumber Penelitian:
Sarmento, T. A., & Kolin, F. A. M. (2026). Growth Response and Yield of Pak Choi (Brassica Rapa L. Chinensis) in Response to the Application of EM-4-Based Liquid Organic Fertilizer Derived from Tofu Waste in the Agroecosystem of Timor-Leste. International Journal of Advance Social Sciences and Education (IJASSE), 4(1), 37-54.
0 Komentar