Kualitas Layanan Rumah Sakit Tangerang Dinilai Baik, Namun Belum Capai Standar Nasional

Ilustrasi by AI

FORMOSA NEWS - Tangerang - Rumah sakit di wilayah Tangerang Raya dinilai telah memberikan layanan yang baik bagi pasien BPJS Kesehatan, namun masih belum memenuhi standar pelayanan minimum nasional. Hal ini terungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Aris Ariyanto, bersama Jaja Suteja, Undang Juju, Horas Djulius, dan Popo Suryana dari Universitas Pasundan, Bandung, yang dipublikasikan pada tahun 2026. Studi ini penting karena mengevaluasi kualitas layanan kesehatan yang langsung dirasakan masyarakat pengguna BPJS, yang jumlahnya terus meningkat setiap tahun.

Penelitian ini menyoroti bagaimana strategi pemasaran rumah sakit (marketing mix 11P), kualitas layanan, kepuasan pasien, dan tingkat kepercayaan pasien saling berkaitan dalam membentuk pengalaman layanan kesehatan.

Latar Belakang: Tuntutan Layanan Kesehatan Semakin Tinggi

Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan, ekspektasi terhadap layanan rumah sakit juga semakin tinggi. Rumah sakit tidak hanya dituntut menyediakan fasilitas medis, tetapi juga memberikan pelayanan yang cepat, jelas, dan manusiawi.

Dalam konteks BPJS Kesehatan, pasien berperan sebagai konsumen layanan publik yang berhak mendapatkan pelayanan berkualitas, transparan, dan adil. Regulasi seperti Undang-Undang Rumah Sakit dan standar pelayanan minimum menegaskan bahwa rumah sakit harus terus meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan.

Metodologi: Survei 400 Pasien BPJS

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 400 responden pasien BPJS di rumah sakit wilayah Tangerang Raya.

Responden dipilih menggunakan metode cluster proportional random sampling, sehingga mewakili tiga wilayah utama:

  • Kota Tangerang
  • Kota Tangerang Selatan
  • Kabupaten Tangerang

Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur, lalu dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk melihat persepsi pasien terhadap layanan rumah sakit.

Temuan Utama: Nilai Baik, Tapi Belum Maksimal

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pasien memiliki persepsi positif terhadap layanan rumah sakit.

Rata-rata penilaian pasien:

  • Marketing mix (11P): 4,10
  • Kualitas layanan: 4,10
  • Kepuasan pasien: 4,08
  • Kepercayaan pasien: 4,18

Dalam bentuk persentase tingkat persetujuan:

  • Marketing mix: 82,73%
  • Kualitas layanan: 84,78%
  • Kepuasan: 83,18%
  • Kepercayaan: 87,45%

Meskipun angka tersebut tergolong baik, seluruhnya masih berada di bawah standar nasional minimal ≥90%, sehingga menunjukkan adanya ruang perbaikan.

Detail Temuan: Apa yang Sudah Baik?

Berdasarkan tabel hasil survei (halaman 7–17), beberapa aspek mendapatkan penilaian tinggi dari pasien:

1. Akses dan Lokasi Rumah Sakit

  • Rumah sakit dinilai mudah dijangkau dan berada di lokasi strategis
  • Menjadi aspek dengan skor tertinggi dalam marketing mix

2. Kompetensi Tenaga Medis

  • Tenaga kesehatan dinilai profesional, kompeten, dan bertanggung jawab

3. Fasilitas dan Lingkungan

  • Fasilitas cukup lengkap
  • Lingkungan rumah sakit bersih dan nyaman

4. Kepercayaan Pasien

  • Pasien percaya rumah sakit bertindak demi kepentingan mereka
  • Tingkat kepercayaan menjadi aspek tertinggi (mean 4,18)

Area yang Perlu Ditingkatkan

Meski hasilnya positif, beberapa aspek masih dinilai kurang optimal:

  • Kecepatan layanan (responsiveness) masih perlu ditingkatkan
  • Komunikasi informasi belum sepenuhnya jelas dan konsisten
  • Program promosi dan edukasi masih kurang menarik
  • Transparansi biaya tambahan masih perlu diperbaiki

Penelitian juga menunjukkan bahwa aspek promosi dan harga mendapat skor lebih rendah dibanding aspek lainnya, menandakan perlunya strategi komunikasi yang lebih efektif.

Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat

Temuan ini memiliki implikasi luas, terutama bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan publik:

1. Bagi masyarakat:
Memberikan gambaran bahwa layanan BPJS sudah cukup baik, namun masih bisa ditingkatkan untuk pengalaman yang lebih nyaman.
2. Bagi rumah sakit:
Perlu fokus pada peningkatan kecepatan layanan, transparansi, dan komunikasi dengan pasien.
3. Bagi pemerintah:
Menjadi evaluasi penting untuk memastikan standar pelayanan minimum benar-benar tercapai.

Menurut Aris Ariyanto dari Universitas Pasundan, peningkatan kualitas layanan harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya pada fasilitas tetapi juga pada interaksi antara tenaga medis dan pasien.

Profil Penulis

  • Aris Ariyanto – Akademisi bidang manajemen pemasaran, Universitas Pasundan
  • Jaja Suteja – Dosen manajemen
  • Undang Juju – Peneliti bidang bisnis dan layanan
  • Horas Djulius – Akademisi ekonomi
  • Popo Suryana – Peneliti manajemen

Kelima penulis berfokus pada kajian pemasaran jasa, kualitas layanan, dan perilaku konsumen, khususnya dalam sektor kesehatan.

Sumber Penelitian

Judul: Assessing the 11P Marketing Mix Service Quality, Consumer Satisfaction and Consumer Trust of Hospitals in Greater Tangerang, Indonesia: Evidence from BPJS Health Insurance Patients
Jurnal: Formosa Journal of Multidisciplinary Research (FJMR)
Tahun: 2026

Posting Komentar

0 Komentar