Penelitian yang digarap oleh Roikhan Mochamad Aziz, Siti Umi Nurbaidah, Dede Nurdiansyah, Ali Maskur Hasan, dan Muhammad Al Fath ini menyoroti bagaimana kebijakan hilirisasi industri, pergerakan indeks syariah global (IMUS), dan variabel ekonomi makro saling berinteraksi memengaruhi pasar modal syariah
Hilirisasi: Investasi Masa Depan yang Membutuhkan Waktu
Hilirisasi industri, yang digencarkan pemerintah sejak pelarangan ekspor bijih nikel tahun 2020, merupakan strategi untuk mengubah Indonesia dari pengekspor bahan mentah menjadi produsen barang bernilai tambah tinggi
Meski secara teoritis hilirisasi diharapkan mendongkrak kinerja emiten terkait, riset ini menemukan bahwa dampak langsung kebijakan tersebut terhadap ISSI belum terlihat signifikan secara statistik dalam jangka pendek
Kejutan dari Faktor Inflasi
Salah satu temuan yang paling menarik adalah peran inflasi. Berbeda dengan pandangan konvensional yang sering kali melihat inflasi sebagai ancaman bagi pasar saham, penelitian ini membuktikan bahwa inflasi moderat di kisaran 3–4% justru berkorelasi positif dengan penguatan ISSI
“Inflasi yang stabil mencerminkan terjaganya daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi yang sehat, yang pada akhirnya mendukung kinerja perusahaan-perusahaan syariah,” tulis para peneliti dalam laporannya
Koneksi Pasar Syariah Global
Riset ini juga membedah hubungan antara pasar modal syariah Amerika Serikat melalui Dow Jones Islamic Market US (IMUS) terhadap pasar domestik
Kenaikan indeks syariah global sering kali mencerminkan ekspansi ekonomi dunia yang meningkatkan permintaan terhadap komoditas ekspor Indonesia
Implikasi bagi Investor dan Pemerintah
Berdasarkan hasil studi tersebut, ada beberapa rekomendasi strategis yang diusulkan
- Bagi Pemerintah: Diperlukan penguatan insentif fiskal seperti tax holiday atau subsidi energi untuk mempercepat realisasi keuntungan dari proyek hilirisasi
. - Bagi Bank Indonesia: Sangat penting untuk tetap menjaga inflasi di level 3–4% guna mendukung stabilitas pasar keuangan syariah
. - Bagi Investor: Inflasi moderat dapat dijadikan indikator positif dalam pengambilan keputusan investasi di pasar saham syariah
. Sementara itu, perkembangan hilirisasi harus tetap dipantau sebagai faktor fundamental jangka panjang .
Profil Penulis:
- Roikhan Mochamad Aziz: Dosen dan peneliti di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, pakar dalam bidang ekonomi dan keuangan syariah.
- Siti Umi Nurbaidah: Peneliti di bidang manajemen keuangan syariah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
- Dede Nurdiansyah, Ali Maskur Hasan, & Muhammad Al Fath: Tim peneliti dari universitas yang sama dengan fokus pada integrasi kebijakan industri dan pasar modal.
Sumber Penelitian:
Aziz, R. M., Nurbaidah, S. U., Nurdiansyah, D., Hasan, A. M., & Fath, M. A. (2026). The Effect of Downstreaming, IMUS, and Inflation on Indonesia's Sharia Stock Index. Indonesian Journal of Advanced Research (IJAR), Vol. 5, No. 3, 321-342.
https://journal.formosapublisher.org/index.php/ijar
https://doi.org/10.55927/ijar.v5i3.16263
0 Komentar