Katekismus Gereja Katolik merupakan rujukan resmi ajaran iman yang mencakup doktrin, liturgi, moral, dan doa. Dalam pendidikan Katolik, katekismus berfungsi membentuk karakter moral dan identitas iman mahasiswa. Namun, banyak mahasiswa aktif dalam praktik keagamaan seperti misa, doa, dan devosi, tanpa sepenuhnya memahami dasar teologis dari praktik tersebut. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran bahwa ekspresi iman mahasiswa lebih bersifat kebiasaan daripada pemahaman sadar. Pada tahap usia mahasiswa masa penting pembentukan identitas intelektual dan moral keterbatasan pemahaman iman dapat menghambat integrasi antara keyakinan dan kehidupan sehari-hari.
Metodologi: Survei 196 Mahasiswa dari Tujuh Fakultas
Penelitian dilakukan di San Isidro College menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sebanyak 196 mahasiswa dari tujuh program studi dipilih melalui stratified random sampling untuk memastikan representasi lintas disiplin dan tingkat studi.
Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur dua aspek utama:
- Kesadaran terhadap ajaran dasar katekismus
- Pemahaman terhadap makna ajaran tersebut
Temuan Utama: Kesadaran Tinggi, Pemahaman Dasar
Hasil penelitian menunjukkan pola konsisten: mahasiswa memiliki kesadaran iman yang tinggi, tetapi pemahaman konseptual masih pada tingkat dasar.
Tingkat kesadaran ajaran katekismus: tinggi
- Kesadaran ajaran Katolik: skor rata-rata 5,38.
- Integrasi dalam kehidupan sehari-hari: 5,46.
- Peran iman dalam kehidupan: 5,51.
- Relasi dan komunitas: 5,41.
- Identitas iman dan praktik: 5,26.
Tingkat pemahaman ajaran katekismus: dasar
- Iman dan kepercayaan: 5,27 (familiaritas dasar).
- Sakramen dan ibadat: 5,27 (familiaritas dasar).
- Moral dan ajaran sosial: 5,34 (pemahaman baik).
- Iman dalam kehidupan: 5,33 (pemahaman baik).
- Identitas iman: 5,19 (familiaritas dasar).
Temuan ini menunjukkan mahasiswa lebih
memahami aspek iman yang terkait tindakan moral sehari-hari dibandingkan aspek
teologis atau simbolik seperti sakramen dan identitas iman.
Implikasi bagi Pendidikan Katolik
Hasil penelitian memiliki implikasi
langsung bagi lembaga pendidikan Katolik dan pembinaan iman mahasiswa:
Penguatan katekese di perguruan tinggi - Program pembinaan iman perlu menekankan refleksi makna, bukan hanya praktik
religius.
Integrasi iman dan kehidupan akademik - Pembelajaran harus
membantu mahasiswa menghubungkan ajaran iman dengan keputusan moral dan
identitas diri.
Profil Penulis
Margelyn L. Goaynon, M.A. – Dosen
pendidikan agama Katolik, San Isidro College.
bidang katekese dan
formasi iman.
Jomar Troy P. Abregana, M.A. – Pengajar pendidikan Kristen dan spiritualitas
pemuda, San Isidro College.
Ermito R. Dayaba, M.A. – Akademisi pendidikan Katolik dan pengembangan
karakter.
Christine Faith G. Marpa, M.A. – Peneliti pendidikan iman dan identitas
religius mahasiswa.
Ivan D. Tata, M.A. – Dosen teologi pastoral dan pendidikan iman.
Shane Dee C. Tinanyag, M.A. – Peneliti spiritualitas dan pembinaan iman muda.
Benedict L. Angco Jr., M.A. – Akademisi pendidikan Katolik dan moral sosial.
Evan P. Taja-on, Ph.D. – Profesor pendidikan religius dan spiritualitas di San
Isidro College;
Bidang Keahlian: pendidikan iman dan pembentukan karakter.
Sumber Penelitian
Goaynon, Margelyn L., Abregana, Jomar
Troy P., Dayaba, Ermito R., Marpa, Christine Faith G., Tata, Ivan D., Tinanyag,
Shane Dee C., Angco Jr., Benedict L., & Taja-on, Evan P. 2026. Catholic
Identity in Practice: A Survey on Awareness and Understanding of the Basic
Catechism Among College Students. Indonesian Journal of Christian Education
and Theology (IJCET), Vol. 5 No. 1, Februari 2026, hlm. 31–38.
DOI: https://doi.org/10.55927/ijcet.v5i1.4
URL: https://journalijcet.my.id/index.php/ijcet

0 Komentar