Kesalahan konsep dan prosedur dalam trigonometri masih menjadi tantangan serius bagi siswa SMA di Banda Aceh. Temuan ini dipublikasikan pada 2026 oleh Suryawati, Ellianti, dan Lia Inayatul Maula dari Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala (USK), dalam International Journal of Applied Educational Research (IJAER) Vol. 4 No. 1. Studi ini menganalisis pola kesalahan siswa melalui tes diagnostik berbasis platform digital GetMath dan menunjukkan perlunya program remedial yang lebih terarah
Penelitian ini penting karena trigonometri merupakan materi dasar dalam matematika lanjutan, sains, dan teknik. Kesalahan yang tidak terdeteksi sejak dini dapat berdampak pada capaian akademik jangka panjang, termasuk kesiapan masuk perguruan tinggi dan dunia kerja berbasis STEM.
Latar Belakang: Mengapa Trigonometri Sulit?
Banyak siswa kesulitan memahami konsep rasio trigonometri, identitas, serta penerapannya dalam konteks geometri. Kesalahan tidak hanya muncul pada jawaban akhir, tetapi juga pada cara berpikir dan langkah penyelesaian. Tes konvensional sering kali hanya menilai benar atau salah, tanpa mengidentifikasi jenis kesalahan secara rinci.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, tim peneliti dari Universitas Syiah Kuala memanfaatkan GetMath, platform e-learning yang dikembangkan oleh PRP-PMRI USK. Platform ini memungkinkan analisis kesalahan berdasarkan tingkat opsi jawaban, menggunakan kerangka Cognitive Diagnostic Assessment (CDA).
Metodologi Singkat dan Jelas
Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sebanyak 200 siswa dari tiga SMA negeri di Banda Aceh dilibatkan, yaitu:
- SMAN 3 Banda Aceh
- SMAN 5 Banda Aceh
- SMAN 10 Fajar Harapan
Pemilihan sekolah dilakukan secara purposif, mempertimbangkan kesiapan fasilitas digital.
Instrumen berupa 13 soal pilihan ganda dengan lima tingkat opsi jawaban:
- D0: Kesalahan paling serius
- D1: Kesalahan serius
- D2: Kesalahan ringan
- D3: Kesalahan sangat ringan
- D4: Jawaban benar
Siswa mengerjakan tes selama 45 menit melalui perangkat digital. Sistem GetMath secara otomatis merekam dan mengelola data respons siswa
Temuan Utama Penelitian
Hasil menunjukkan variasi pola kesalahan antar sekolah.
Tingkat Jawaban Benar (D4):
- SMAN 5: 49%
- SMAN 10 Fajar Harapan: 41%
- SMAN 3: 27%
SMAN 5 mencatat performa tertinggi, sementara SMAN 3 memiliki tingkat jawaban benar terendah.
Distribusi Kesalahan:
SMAN 5:
- 16% kesalahan paling serius (D0)
- 11% kesalahan serius (D1)
- 12% kesalahan ringan (D2)
- 12% kesalahan sangat ringan (D3)
- 0% tidak menjawab
SMAN 3:
- 16% D0
- 15% D1
- 25% D2
- 10% D3
- 7% tidak menjawab
SMAN 10:
- 15% D0
- 12% D1
- 18% D2
- 8% D3
- 4% tidak menjawab
Salah satu soal dengan tingkat kesalahan tertinggi adalah soal nomor 5, yang berkaitan dengan operasi fungsi trigonometri. Mayoritas siswa memilih opsi D0, menunjukkan kesulitan dalam mengingat dan menerapkan identitas trigonometri.
Sebaliknya, soal nomor 6 memiliki tingkat jawaban benar tertinggi, meskipun tetap terdapat variasi kesalahan dari ringan hingga serius.
Menurut Suryawati dari Universitas Syiah Kuala, pola ini menunjukkan bahwa sebagian siswa belum menguasai konsep dasar dan masih mengalami kesulitan menghubungkan prinsip trigonometri dengan prosedur penyelesaian.
Faktor yang Mempengaruhi Hasil
Penelitian juga mencatat faktor non-akademik yang memengaruhi performa siswa:
- Tes dilakukan setelah ujian semester, menyebabkan kelelahan.
- Tingkat pengawasan guru memengaruhi keseriusan siswa.
- Sistem zonasi sekolah berpotensi mengurangi kompetisi akademik.
Menariknya, meskipun observasi menunjukkan siswa SMAN 10 lebih aktif dan serius, hasil terbaik tetap dicapai oleh SMAN 5. Data juga menunjukkan siswa SMAN 5 menjawab seluruh soal, berbeda dengan dua sekolah lain yang meninggalkan beberapa soal kosong.
Implikasi bagi Pendidikan
Temuan ini menegaskan pentingnya tes diagnostik berbasis teknologi untuk mendeteksi kesalahan secara spesifik, bukan sekadar mengukur nilai akhir.
Manfaat praktis penelitian ini meliputi:
- Guru dapat mengidentifikasi jenis kesalahan dominan di kelas.
- Sekolah dapat merancang program remedial berbasis data.
- Platform digital seperti GetMath mendukung umpan balik instan dan pelacakan progres siswa.
- Pembelajaran dapat dipersonalisasi sesuai kebutuhan individu.
GetMath menyediakan modul video, materi interaktif, bank soal bertingkat, serta laporan perkembangan otomatis. Fitur ini memungkinkan intervensi pembelajaran yang lebih tepat sasaran.
Suryawati dan tim dari Universitas Syiah Kuala menegaskan bahwa tes diagnostik perlu diikuti program remedial dan pengayaan agar hasilnya berdampak nyata pada peningkatan pemahaman siswa
Sumber Penelitian
Judul: Analysis of Students’ Error Patterns in Trigonometry Diagnostic Tests Using the GetMath Platform in Senior High Schools in Banda Aceh
Penulis: Suryawati, Ellianti, Lia Inayatul Maula
Jurnal: International Journal of Applied Educational Research (IJAER), Vol. 4 No. 1, 2026
DOI: https://doi.org/10.59890/ijaer.v4i1.188

0 Komentar