Mengelola Transisi Kepemimpinan: Keberhasilan dan Kegagalan Suksesi Antargenerasi di UKM yang Berbasis di Lagos


FORMOSA NEWS-Nigeria
Studi Mengungkap Mengapa Suksesi Kepemimpinan Menentukan Keberhasilan atau Kegagalan Usaha Kecil di Lagos
Transisi kepemimpinan dalam bisnis keluarga dan bisnis yang dikelola pemilik seringkali menentukan apakah suatu perusahaan tumbuh atau runtuh. Sebuah studi baru oleh Olalekan Olawunmi dari Universitas Negeri Lagos, Nigeria, bersama dengan Jubril Jawando dan Bolawale Odunaike, meneliti bagaimana suksesi kepemimpinan bekerja dalam usaha kecil dan menengah (UKM) di Lagos. Diterbitkan pada tahun 2026 di International Journal of Sustainable Social Science (IJSSS), penelitian ini menunjukkan bahwa bisnis jauh lebih mungkin bertahan ketika transfer kepemimpinan terjadi secara sukarela daripada melalui tekanan atau kewajiban. Studi ini menyoroti bagaimana suksesi internal—ketika kepemimpinan berpindah dari satu anggota generasi ke generasi lain dalam keluarga atau lingkaran bisnis yang dekat—dapat memperkuat keberlanjutan bisnis atau menyebabkan stagnasi dan penurunan. Memahami bagaimana transisi ini bekerja sangat penting karena UKM memainkan peran utama dalam penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi, dan kewirausahaan lokal di seluruh Nigeria dan banyak negara berkembang lainnya.

Mengapa Suksesi Kepemimpinan Penting dalam Bisnis Kecil
Usaha kecil dan menengah (UKM) merupakan tulang punggung banyak perekonomian nasional, terutama di pasar negara berkembang. Di Nigeria, ribuan UKM dimiliki keluarga atau dijalankan oleh individu yang memiliki hubungan dekat. Ketika para pendiri pensiun, sakit, atau mengundurkan diri, kepemimpinan harus beralih ke individu lain di dalam organisasi. Namun, suksesi jarang berjalan mulus. Banyak bisnis kesulitan dengan transisi kepemimpinan karena harapan keluarga, konflik pribadi, atau kurangnya persiapan untuk generasi pemimpin berikutnya. Olalekan Olawunmi dan tim risetnya berpendapat bahwa suksesi yang dikelola dengan buruk seringkali menyebabkan ketidakstabilan bisnis. Tanpa proses transfer kepemimpinan yang jelas, perusahaan dapat kehilangan arah strategis, mengalami konflik internal, atau bahkan tutup. Sebaliknya, transisi kepemimpinan yang dikelola dengan baik dapat membantu bisnis mempertahankan stabilitas sambil memperkenalkan ide dan inovasi baru.

Menjelajahi Transisi Kepemimpinan di UKM Berbasis Lagos
Untuk memahami bagaimana suksesi sebenarnya berlangsung di bisnis kecil, para peneliti melakukan studi kualitatif mendalam yang berfokus pada UKM di Negara Bagian Lagos, pusat komersial terbesar di Nigeria. Penelitian ini menggunakan desain eksploratif dan mengumpulkan data dari 40 partisipan yang terlibat dalam proses kepemimpinan atau suksesi bisnis. Selain itu, studi ini menganalisis empat studi kasus terperinci dari berbagai sektor:
-Makanan dan minuman
-Kain dan tekstil
-Obat herbal
-Produksi kayu, furnitur, dan arang
Peserta penelitian meliputi pemilik bisnis, penerus, dan individu lain yang terlibat langsung dalam transisi kepemimpinan.
Para peneliti melakukan wawancara mendalam dengan para peserta ini untuk menangkap pengalaman pribadi, proses pengambilan keputusan, dan tantangan seputar transfer kepemimpinan. Data wawancara kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dengan perangkat lunak NVivo 14, yang memungkinkan para peneliti untuk mengidentifikasi pola dan tema yang berulang dalam proses suksesi.

Dua Tipe Suksesi Kepemimpinan yang Berbeda
Salah satu temuan terpenting dari penelitian ini adalah identifikasi dua tipe utama suksesi intragenerasional dalam UKM.
1. Suksesi yang Disengaja
Suksesi yang disengaja terjadi ketika transfer kepemimpinan terjadi secara sukarela dan dengan minat yang tulus dari penerus.
Dalam kasus ini:
- Penerus secara aktif memilih untuk mengambil alih bisnis
- Pelatihan kepemimpinan atau pendampingan sering terjadi sebelum transisi
- Penerus memiliki komitmen pribadi terhadap pertumbuhan bisnis
Menurut penelitian, bisnis yang mengalami suksesi yang disengaja lebih cenderung tetap stabil dan terus berkembang.
Perusahaan-perusahaan ini sering menunjukkan:
-inovasi yang lebih kuat
-pengambilan keputusan yang lebih baik
-keberlanjutan bisnis jangka panjang
2. Suksesi yang Tidak Disengaja
Suksesi yang tidak disengaja terjadi ketika transfer kepemimpinan terjadi karena tekanan, kewajiban, atau kurangnya alternatif.
Dalam situasi ini:
-Penerus mungkin merasa terpaksa untuk mengambil alih kepemimpinan
-Minat pribadi dalam bisnis terbatas
-Persiapan untuk peran kepemimpinan seringkali tidak memadai
Penelitian menunjukkan bahwa suksesi yang tidak disengaja seringkali menyebabkan stagnasi organisasi, keputusan manajemen yang buruk, dan akhirnya penurunan bisnis.
Tanpa motivasi atau kemampuan kepemimpinan yang jelas, penerus mungkin kesulitan untuk mempertahankan arah bisnis yang telah ditetapkan oleh para pendiri.
Kerja Sama Adalah Kunci Keberhasilan Transisi
Para peneliti juga menerapkan dua kerangka kerja teoretis—Teori Kepemimpinan dan Teori Permainan-untuk menjelaskan bagaimana transisi kepemimpinan berhasil atau gagal. Teori kepemimpinan menunjukkan bahwa para pemimpin yang melihat diri mereka sebagai pengelola bisnis lebih cenderung bertindak untuk kepentingan jangka panjang organisasi. Teori permainan, di sisi lain, membantu menjelaskan bagaimana kerja sama atau konflik antara pemangku kepentingan memengaruhi hasil. Menurut Olawunmi dan rekan-rekannya, proses suksesi yang sukses biasanya melibatkan pengambilan keputusan kooperatif di antara para pendiri, penerus, dan pemangku kepentingan lainnya. Ketika keluarga dan mitra bisnis bekerja sama untuk merencanakan transisi kepemimpinan, kemungkinan keberhasilan jangka panjang meningkat secara signifikan.
“Proses suksesi kooperatif yang berlandaskan komitmen dan kepercayaan bersama memperkuat keberlanjutan dan kinerja bisnis,” jelas para peneliti dalam analisis mereka.

Implikasi bagi Pengusaha dan Keluarga Bisnis
Studi ini menawarkan pelajaran penting bagi pemilik bisnis, keluarga, dan pembuat kebijakan yang ingin mendukung kewirausahaan berkelanjutan.
Beberapa wawasan praktis muncul dari penelitian ini:
1. Perencanaan suksesi sejak dini sangat penting.
Para pendiri bisnis harus mulai mempersiapkan penerus jauh sebelum transisi kepemimpinan terjadi.
2. Penerus harus benar-benar tertarik pada bisnis tersebut.
Motivasi dan semangat adalah faktor penting untuk keberhasilan kepemimpinan.
3. Pelatihan dan pendampingan meningkatkan kesiapan kepemimpinan.
Para pemimpin masa depan mendapat manfaat dari pembelajaran terstruktur dan pengalaman praktis di dalam perusahaan.
4. Komunikasi terbuka mengurangi konflik keluarga.
Diskusi transparan tentang peran kepemimpinan membantu mencegah perselisihan selama transisi. Temuan ini sangat penting bagi bisnis keluarga, di mana hubungan emosional dan kepentingan finansial seringkali beririsan.

Mendukung Keberlanjutan UKM
Selain perusahaan individual, penelitian ini juga menyoroti implikasi yang lebih luas bagi pembangunan ekonomi. UKM memberikan kontribusi signifikan terhadap lapangan kerja dan inovasi di negara berkembang. Ketika transisi kepemimpinan gagal, konsekuensinya meluas melampaui satu bisnis—memengaruhi karyawan, pemasok, dan masyarakat setempat. Dengan mempromosikan perencanaan suksesi dan pengembangan kepemimpinan yang lebih baik, pemerintah dan organisasi pendukung bisnis dapat membantu memastikan keberlanjutan jangka panjang usaha kecil. Program yang menawarkan pelatihan kepemimpinan, peluang pendampingan, dan panduan perencanaan suksesi dapat memperkuat ketahanan UKM di seluruh pasar negara berkembang.
Profil Penulis
-Olalekan Olawunmi adalah seorang peneliti dan akademisi yang berafiliasi dengan Universitas Negeri Lagos, Nigeria, dengan keahlian di bidang kewirausahaan, keberlanjutan bisnis, dan kepemimpinan organisasi. Karyanya berfokus pada keberlanjutan dan manajemen usaha kecil dan menengah.
Penelitian ini dilakukan bekerja sama dengan:
-Jubril Jawando, peneliti di bidang manajemen bisnis dan kewirausahaan
-Bolawale Odunaike, akademisi yang berspesialisasi dalam pengembangan UKM dan strategi organisasi
Bersama-sama, tim peneliti meneliti dinamika kepemimpinan, perencanaan suksesi, dan strategi pertumbuhan berkelanjutan untuk usaha kecil.

Sumber Penelitian
Olawunmi, Olalekan; Jawando, Jubril; Odunaike, Bolawale. (2026).
“Menavigasi Transisi Kepemimpinan: Keberhasilan dan Kegagalan Suksesi Antargenerasi di UKM Berbasis Lagos.”
Jurnal Internasional Ilmu Sosial Berkelanjutan (IJSSS), Vol. 4, No. 1, hlm. 67–86.




Posting Komentar

0 Komentar