Efektivitas Dukungan Operasi Udara dalam Mendukung Keamanan Perbatasan

Ilustrasi by AI

Jayapura Peran Vital Dukungan Operasi Udara dalam Pengamanan Perbatasan Papua.Penelitian yang  dilakukan oleh Edang Wahyu Ramdani dari Universitas Pertahanan Republik Indonesia yang dipublikasikan Contemporary Journal of Applied Sciences (CJAS) tahun 2026

Penelitian yang  dilakukan oleh Edang Wahyu Gultom menyoroti bagaimana kesiapan logistik, infrastruktur, teknologi, dan sumber daya manusia Lanud Silas Papare memengaruhi keberhasilan operasi udara Koopsud III dalam menjaga kedaulatan wilayah perbatasan Indonesia bagian timur.

Peran Lanud Silas Papare dalam Operasi Udara Perbatasan

Penelitian menunjukkan bahwa Lanud Silas Papare memiliki peran kunci sebagai pangkalan udara operasional Koopsud III di Papua. Pangkalan ini mendukung berbagai operasi udara, antara lain:

  • patroli udara perbatasan dan pengawasan radar
  • operasi penegakan hukum terhadap aktivitas ilegal
  • transportasi udara logistik dan personel militer
  • pengamanan VVIP di wilayah Papua–Maluku
  • bantuan kemanusiaan dan evakuasi bencana

Sepanjang 2024, Koopsud III juga menjalankan beberapa operasi khusus seperti Operasi Cendrawasih Crossing (patroli udara), Operasi Cendrawasih Wings (pengawasan udara), serta Operasi Cendrawasih Transport (angkutan udara militer). Dukungan Lanud Silas Papare memungkinkan operasi tersebut menjangkau wilayah terpencil dan perbatasan secara efektif.

Menurut Edang Wahyu Ramdani, keberadaan pangkalan udara di wilayah perbatasan bukan hanya berfungsi militer, tetapi juga mendukung stabilitas sosial dan pembangunan daerah. Infrastruktur udara memungkinkan distribusi logistik, bantuan kemanusiaan, serta konektivitas wilayah terpencil Papua.

Kesiapan Logistik dan Infrastruktur Udara

Studi ini menilai bahwa kesiapan logistik Lanud Silas Papare secara umum cukup baik untuk mendukung operasi udara. Pangkalan memiliki:

  • gudang logistik dan penyimpanan bahan bakar
  • fasilitas distribusi bahan bakar avtur dan BBM darat
  • runway beton 2.500 meter dalam kondisi baik
  • fasilitas penerangan dan drainase runway memadai
  • jaringan komunikasi dan meteorologi penerbangan

Kapasitas penyimpanan bahan bakar mencapai 100.000 liter avtur serta fasilitas refueler untuk operasi pesawat militer dan sipil. Dukungan ini memungkinkan operasi udara berlangsung berkelanjutan di wilayah perbatasan.

Namun, penelitian juga mencatat sejumlah keterbatasan. Runway Lanud Silas Papare belum optimal untuk pesawat tempur modern, sehingga disarankan perpanjangan landasan dan pembangunan hanggar baru. Selain itu, beberapa peralatan pendukung operasi seperti towing car pesawat, kendaraan PK, dan sweeper belum tersedia.

Tantangan Geografis dan Sumber Daya Manusia

Selain infrastruktur, kondisi geografis Papua menjadi tantangan utama operasi udara. Wilayah pegunungan, hutan lebat, dan cuaca ekstrem seperti hujan lebat serta kabut tebal sering menghambat penerbangan dan distribusi logistik. Akses darat yang terbatas membuat operasi udara menjadi satu-satunya pilihan transportasi di banyak daerah.

Penelitian juga menemukan keterbatasan sumber daya manusia di Lanud Silas Papare, baik dari segi jumlah maupun keahlian teknis. Kekurangan personel terlatih dalam logistik dan pemeliharaan pesawat dapat memengaruhi kesiapan operasi. Koordinasi antarinstansi—TNI, Polri, dan pemerintah daerah—juga masih perlu diperkuat agar respons keamanan perbatasan lebih efektif.

Edang Wahyu Ramdani menekankan bahwa sinergi antara teknologi, strategi operasi, pelatihan personel, dan koordinasi lintas lembaga merupakan faktor penentu efektivitas operasi udara perbatasan.

Operasi Udara dan Pengamanan Wilayah Perbatasan

Studi ini mencatat beberapa kasus pelanggaran wilayah di area Koopsud III yang berhasil ditangani melalui dukungan operasi udara, antara lain:

  • intersepsi pesawat asing tanpa izin di Papua (2023)
  • penggagalan penyelundupan lintas laut di Maluku
  • penangkapan warga asing yang masuk ilegal di Papua

Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pengawasan udara memperkuat kemampuan deteksi dini dan respons cepat terhadap ancaman perbatasan. Operasi udara juga mendukung penegakan hukum terhadap penambangan ilegal, pembalakan liar, dan perdagangan manusia.

Dampak bagi Keamanan dan Masyarakat Papua

Penelitian menegaskan bahwa penguatan Lanud Silas Papare berdampak langsung pada keamanan dan kesejahteraan masyarakat perbatasan Papua. Selain fungsi militer, pangkalan udara berperan dalam:

  • distribusi bantuan bencana dan kemanusiaan
  • evakuasi korban dari wilayah terpencil
  • dukungan pembangunan dan logistik daerah
  • peningkatan konektivitas antarwilayah

Dengan dukungan udara yang kuat, negara dapat menjaga kedaulatan sekaligus mempercepat pembangunan kawasan perbatasan. Menurut Ramdani, keamanan perbatasan Papua memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan militer, pemerintah, masyarakat lokal, dan kerja sama internasional.

Rekomendasi Peningkatan Dukungan Operasi Udara

Penelitian merekomendasikan beberapa langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas operasi udara perbatasan Papua:

  1. modernisasi infrastruktur Lanud Silas Papare
  2. perpanjangan runway untuk pesawat tempur modern
  3. pengadaan peralatan pendukung operasi udara
  4. peningkatan pelatihan dan jumlah personel
  5. penguatan koordinasi lintas instansi keamanan
  6. investasi teknologi radar dan pengawasan udara

Langkah tersebut dinilai penting agar Koopsud III selalu siap menghadapi ancaman wilayah perbatasan yang semakin kompleks.

Profil Penulis

Edang Wahyu Ramdani - Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI)

Sumber Penelitian

Ramdani, Edang Wahyu. 2024. The Effectiveness of Air Operations Support in Supporting Border Security. Contemporary Journal of Applied Sciences (CJAS).
DOI: 
https://doi.org/10.55927/cjas.v4i2.137 

URL: https://journal.formosapublisher.org/index.php/cjas/index


Posting Komentar

0 Komentar