Dari Proklamasi ke Dialog: Merekonstruksi Misi Lintas Budaya Kekristenan dalam Pendidikan Agama Kristen

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Jakarta - Dari Proklamasi ke Dialog: Penelitian UKI Usulkan Model Baru Misi Kristen di Indonesia. Temuan ini diungkapkan dalam riset Rependi Sianturi dari Universitas Kristen Indonesia dalam artikel agama yang dipublikasikan pada Indonesian Journal of Christian Education and Theology (IJCET) edisi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 menyoroti bahwa pendekatan misi yang bersifat satu arah atau proklamasi monologis tidak lagi relevan di tengah masyarakat Indonesia yang multikultural dan multireligius.

Penelitian yang dilakukan oleh Rependi Sianturi dari Universitas Kristen Indonesia menyoroti bahwa bagaimana tetap setia pada iman Kristen sekaligus membangun hubungan sosial yang damai dalam masyarakat plural.

Tantangan Misi Kristen di Masyarakat Plural
Indonesia dikenal sebagai negara dengan keragaman agama dan budaya yang tinggi. Prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila menjadi dasar kehidupan beragama yang menghargai martabat manusia dan toleransi. Namun dalam praktiknya, masih ditemukan berbagai kasus pelanggaran kebebasan beragama, seperti pembatasan pembangunan rumah ibadah atau tekanan terhadap kelompok minoritas. Dalam konteks seperti ini, aktivitas misi keagamaan sering dipandang sensitif. Sejarah menunjukkan bahwa misi Kristen di Indonesia pada masa kolonial sering dilakukan melalui pendekatan proklamasi satu arah, di mana gereja bertindak sebagai pihak yang berbicara sementara masyarakat dianggap sebagai objek yang harus diyakinkan. Pendekatan ini sering kali disertai pengaruh budaya Barat dan bahkan dikaitkan dengan kekuasaan kolonial. 

Metode Penelitian: Analisis Literatur Teologi dan Pendidikan
Penelitian Sianturi menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur. Penulis menganalisis berbagai sumber teologi, misiologi, pedagogi, dan studi sosial yang relevan dengan misi Kristen di masyarakat plural.
Sumber penelitian mencakup:
  1. Dokumen gerakan misi global seperti Lausanne Movement.
  2. Kajian teologis tentang konsep missio Dei.
  3. Penelitian tentang kebebasan beragama dan Pancasila.
  4. Studi terbaru mengenai dialog antaragama dan rekonsiliasi sosial.
Analisis dilakukan dengan metode thematic analysis, yaitu mengelompokkan gagasan utama menjadi beberapa tema besar seperti paradigma proklamasi, komunikasi dialogis, misi lintas budaya, dan rekonsiliasi sosial. Hasilnya kemudian disusun menjadi kerangka konseptual baru untuk pendidikan agama Kristen di Indonesia.

Kelemahan Pendekatan Proklamasi Satu Arah
Penelitian ini mengidentifikasi beberapa kelemahan utama pendekatan misi yang bersifat monologis.
  • Pertama, pendekatan ini sering mengabaikan latar belakang budaya dan pengalaman nyata peserta didik. Pendidikan agama menjadi sekadar penyampaian doktrin tanpa mempertimbangkan konteks sosial.
  • Kedua, paradigma ini cenderung menciptakan pembelahan antara “kami” dan “mereka”. Akibatnya, stereotip terhadap agama lain dapat terus bertahan.
  • Ketiga, model ini tidak melatih kemampuan dialog yang sangat penting dalam masyarakat plural seperti Indonesia. Dalam beberapa kasus, pendekatan ini bahkan memicu persepsi bahwa misi Kristen bertujuan memperluas kekuasaan agama secara agresif.
Kontribusi bagi Masyarakat Indonesia
Penelitian ini menunjukkan bahwa misi Kristen tidak harus bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Sebaliknya, pendekatan dialogis dapat memperkuat semangat toleransi, keadilan sosial, dan persatuan bangsa. Dalam masyarakat yang pernah mengalami konflik berbasis agama, gereja dan lembaga pendidikan Kristen dapat berperan sebagai agen rekonsiliasi sosial melalui pelayanan pendidikan, kesehatan, bantuan kemanusiaan, dan advokasi keadilan

Profil Penulis
Rependi Sianturi adalah akademisi di Universitas Kristen Indonesia (UKI)
Bidang Keahlian: teologi, misiologi, dan pendidikan agama Kristen. 

Source
Sianturi, Rependi. 2026
“From Proclamation to Dialogue: Reconstructing the Cross-Cultural Mission of Christianity in Christian Religious Education.” Indonesian Journal of Christian Education and Theology (IJCET), Vol. 5, No.1, pages 79–88.
DOIhttps://doi.org/10.55927/ijcet.v5i1.10
URL:  https://journal.formosapublisher.org/index.php/ijcet/index

Posting Komentar

0 Komentar