Analisis Pengaruh Iklan Berbayar dan Pemasaran Afiliasi dengan Intermediasi Media Sosial Instagram terhadap Keputusan Pembelian di E-Commerce Lazada

Gamabar Ilustrasi AI

Iklan Berbayar Dorong Pembelian di Lazada, Instagram Perkuat Dampak Pemasaran Afiliasi

Penelitian terbaru dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPN Veteran Jakarta) mengungkap bahwa iklan berbayar memiliki pengaruh langsung terhadap keputusan pembelian di Lazada, sementara pemasaran afiliasi menjadi lebih efektif ketika diperkuat oleh media sosial Instagram. Studi ini dilakukan oleh Sandya Aryasatya, Bernadin Dwi M., Maria Assumpta W., dan Dea Delia Lestari dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN “Veteran” Jakarta dan dipublikasikan pada tahun 2026 dalam jurnal Indonesian Journal of Economic & Management Sciences (IJEMS).

Temuan ini penting karena memberikan gambaran tentang bagaimana strategi pemasaran digital memengaruhi perilaku konsumen di tengah pesatnya pertumbuhan e-commerce di Indonesia. Bagi perusahaan seperti Lazada, hasil penelitian ini menjadi referensi penting untuk merancang strategi pemasaran yang lebih efektif di era media sosial.

Persaingan Ketat di Industri E-Commerce Indonesia

Pertumbuhan ekonomi digital telah mendorong perubahan besar dalam cara masyarakat Indonesia berbelanja. Dengan meningkatnya akses internet dan penggunaan smartphone, semakin banyak konsumen beralih dari belanja konvensional ke platform e-commerce.

Indonesia kini memiliki lebih dari 178 juta pengguna e-commerce, menjadikannya salah satu pasar digital terbesar di Asia Tenggara. Kondisi ini menciptakan peluang bisnis besar, tetapi juga memicu persaingan yang sangat ketat antar platform e-commerce.

Lazada, yang hadir di Indonesia sejak 2012, merupakan salah satu pelopor e-commerce di kawasan ini. Namun dalam beberapa tahun terakhir, platform tersebut menghadapi persaingan kuat dari pemain lain seperti Shopee dan Tokopedia. Data trafik menunjukkan kunjungan pengguna ke Lazada sempat menurun dibandingkan pesaingnya.

Di sisi lain, media sosial seperti Instagram semakin memainkan peran penting dalam strategi pemasaran digital. Dengan jutaan pengguna aktif di Indonesia, Instagram menjadi ruang utama bagi brand, influencer, dan affiliate marketer untuk mempromosikan produk.

Fenomena inilah yang mendorong tim peneliti dari UPN Veteran Jakarta untuk mengkaji bagaimana iklan berbayar dan pemasaran afiliasi memengaruhi keputusan pembelian konsumen, serta bagaimana Instagram berperan sebagai perantara dalam proses tersebut.

Metode Penelitian: Survei Konsumen Lazada

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 174 responden yang pernah berbelanja di Lazada dalam enam bulan terakhir dan berdomisili di Jakarta.

Responden diminta mengisi kuesioner menggunakan skala Likert lima poin untuk menilai beberapa aspek utama, yaitu:

  • persepsi terhadap iklan berbayar
  • efektivitas pemasaran afiliasi
  • aktivitas dan pengaruh Instagram
  • keputusan pembelian di Lazada

Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS 4, metode analisis statistik yang umum digunakan dalam penelitian pemasaran untuk melihat hubungan antar variabel.

Analisis dilakukan dalam dua tahap utama, yaitu:

  1. Pengujian validitas dan reliabilitas data untuk memastikan indikator penelitian dapat dipercaya.
  2. Analisis hubungan antar variabel untuk mengetahui pengaruh iklan berbayar, pemasaran afiliasi, dan Instagram terhadap keputusan pembelian konsumen.

Temuan Utama Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan beberapa pola penting dalam perilaku konsumen e-commerce di Indonesia.

1. Iklan berbayar meningkatkan keputusan pembelian: Iklan berbayar terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian di Lazada. Artinya, iklan yang dirancang dengan baik dapat langsung mendorong konsumen untuk melakukan transaksi. Strategi ini efektif terutama bagi konsumen yang sudah berada pada tahap akhir proses pembelian.
2. Pemasaran afiliasi tidak langsung memicu pembelian: Berbeda dengan iklan berbayar, pemasaran afiliasi tidak menunjukkan pengaruh langsung terhadap keputusan pembelian dalam penelitian ini. Namun pemasaran afiliasi tetap berperan penting dalam membangun kesadaran dan ketertarikan terhadap produk, terutama melalui konten influencer atau kreator.
3. Instagram memperkuat dampak pemasaran afiliasi: Penelitian menemukan bahwa Instagram memiliki peran mediasi yang signifikan dalam hubungan antara pemasaran afiliasi dan keputusan pembelian. Dengan kata lain, promosi afiliasi menjadi lebih efektif ketika konsumen melihatnya melalui konten Instagram seperti:

  • ulasan produk
  • rekomendasi influencer
  • konten promosi visual
4. Instagram memengaruhi keputusan konsumen: Selain sebagai perantara, Instagram juga terbukti secara langsung memengaruhi keputusan pembelian. Banyak konsumen menggunakan platform ini untuk mencari informasi produk sebelum membeli.
5. Iklan berbayar tidak dimediasi Instagram: Berbeda dengan pemasaran afiliasi, iklan berbayar tidak menunjukkan pengaruh tidak langsung melalui Instagram. Hal ini menunjukkan bahwa iklan berbayar lebih efektif melalui jalur konversi langsung, misalnya melalui iklan digital yang langsung mengarahkan konsumen ke halaman pembelian.

Model penelitian ini juga memiliki tingkat penjelasan yang cukup kuat. Variabel yang diteliti mampu menjelaskan 72,9% variasi aktivitas media sosial dan 59,6% variasi keputusan pembelian konsumen.

Dampak dan Implikasi bagi Dunia Bisnis

Temuan penelitian ini memberikan beberapa wawasan strategis bagi pelaku industri digital dan e-commerce.

Pertama, perusahaan perlu tetap memanfaatkan iklan berbayar sebagai strategi utama untuk meningkatkan konversi penjualan dalam jangka pendek.

Kedua, pemasaran afiliasi sebaiknya dikombinasikan dengan strategi media sosial, terutama Instagram, untuk meningkatkan engagement dan kepercayaan konsumen.

Ketiga, media sosial kini menjadi bagian penting dari perjalanan konsumen sebelum melakukan pembelian. Konsumen tidak hanya melihat iklan, tetapi juga mempertimbangkan rekomendasi, ulasan, dan konten visual di media sosial.

Menurut temuan penelitian dari tim UPN Veteran Jakarta, Instagram memiliki peran lebih kuat dalam memperkuat efektivitas pemasaran afiliasi dibandingkan dalam mendukung iklan berbayar.

Hal ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital yang efektif harus memadukan berbagai saluran komunikasi secara terintegrasi.

Profil Penulis

  1. Sandya Aryasatya: Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UPN “Veteran” Jakarta. Fokus penelitian pada pemasaran digital dan perilaku konsumen e-commerce.
  2. Bernadin Dwi M.: Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN “Veteran” Jakarta dengan keahlian di bidang manajemen pemasaran dan strategi pemasaran digital.
  3. Maria Assumpta W.: Akademisi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN “Veteran” Jakarta yang meneliti perilaku konsumen dan analisis pemasaran.
  4. Dea Delia Lestari: Peneliti di bidang pemasaran digital dan strategi e-commerce di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN “Veteran” Jakarta.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: Analysis of The Influence of Paid Advertising and Affiliate Marketing with Instagram Social Media Intermediation on Purchase Decisions in Lazada E-Commerce
Jurnal: Indonesian Journal of Economic & Management Sciences (IJEMS)
Tahun Publikasi: 2026

Posting Komentar

0 Komentar