Tegal— Strategi Pemasaran Martabak Manis
Serigala Tegal Dongkrak Penjualan, Tapi Promosi Digital Masih Lemah. Penelitian
yang dipimpin Fatkhur Rokhman bersama Rikko Saputra, Mas Yusuf Sugiarto,
Mochamad Farhan Sastro Wijaya, dan Sumarno yanh dipublikasikan pada Januari
2026 di International Journal of Education and Life Sciences (IJELS).
Penelitian yang dipimpin Fatkhur
Rokhman bersama Rikko Saputra, Mas Yusuf Sugiarto, Mochamad Farhan Sastro
Wijaya, dan Sumarno ini mengulas langsung bagaimana strategi pemasaran UMKM
martabak tersebut dijalankan, serta mengapa penjualannya naik tetapi ekspansi
pasarnya masih terbatas. Hasilnya penting karena menggambarkan kondisi nyata
UMKM kuliner yang bertahan di tengah persaingan ketat dan gempuran promosi
digital.
Produk Fleksibel Sesuai Selera Konsumen
Martabak Manis Serigala banyak memproduksi berdasarkan pesanan pelanggan. Menu
tetap tersedia, tetapi konsumen bebas menyesuaikan topping dan porsi. Ada
ukuran klasik atau mini sebagai pilihan hemat, hingga varian dengan topping
premium. Strategi ini membuat produk terasa personal dan mengikuti tren rasa.
Variasi menjadi kunci untuk menjaga minat beli di pasar yang mudah bosan.
Harga Murah untuk Menarik Pasar Luas
Harga dipatok antara Rp13.000–Rp25.000 per kotak. Angka Rp13.000 untuk martabak
klasik mencerminkan strategi penetrasi harga—menawarkan harga rendah agar
konsumen mudah mencoba. Di sekitar lokasi, beberapa pesaing mematok harga lebih
tinggi. Pendekatan ini memang menekan margin, tetapi mendorong volume penjualan
dan memperkuat basis pelanggan. Pembayaran bisa tunai maupun debit, memudahkan
transaksi.
Lokasi Strategis, Distribusi Masih
Sederhana
Gerai berada di Jalan Raya Singkil, dekat pusat aktivitas warga dan mudah
ditemukan melalui Google Maps. Jam operasional sore hingga malam menyesuaikan
waktu jajan masyarakat. Namun, distribusi masih mengandalkan pemesanan langsung
dan WhatsApp. Usaha ini belum optimal memanfaatkan platform pesan-antar besar
karena pertimbangan potongan komisi yang dianggap berat bagi UMKM bermargin
tipis. Dampaknya, jangkauan pasar cenderung lokal.
Promosi Andalkan Word of Mouth
Promosi berjalan secara organik: status WhatsApp dan rekomendasi dari pelanggan
ke pelanggan. Cara ini efektif menjaga loyalitas, tetapi kurang ampuh menjaring
pembeli baru di luar wilayah Adiwerna. Salah satu temuan penting riset ini
menunjukkan pertumbuhan pasar melambat karena eksposur digital yang terbatas.
Penjualan Naik Konsisten
Meski promosi digital minim, penjualan menunjukkan tren positif:
- 2022: Rp432 juta
- 2023: Rp540 juta (naik 25%)
- 2024: Rp590 juta (naik 9,26%)
Kenaikan ini dikaitkan dengan harga
terjangkau, variasi produk, serta pelanggan tetap yang terus kembali membeli.
Kinerja tersebut menandakan strategi yang dijalankan cukup efektif untuk
mempertahankan pertumbuhan, meski belum mendorong ekspansi besar-besaran.
Fatkhur Rokhman dan tim menilai, kekuatan utama usaha ini ada pada minat masyarakat terhadap produk dan loyalitas pelanggan. Tantangannya meliputi keterbatasan modal, tingginya persaingan, serta kurangnya pemanfaatan media digital. Tanpa terobosan promosi, pertumbuhan bisa stagnan di pasar lokal saja.
Dampak bagi UMKM Lain
Temuan ini relevan bagi banyak pelaku UMKM kuliner. Harga terjangkau dan
inovasi rasa memang ampuh menarik pembeli, tetapi di era digital, promosi
daring menentukan perluasan pasar. Peneliti merekomendasikan pemanfaatan
Instagram, Facebook, dan TikTok untuk konten visual, kolaborasi dengan food
vlogger lokal, serta strategi harga khusus di aplikasi pesan-antar agar margin
tetap aman. Langkah ini dinilai dapat membuka akses ke konsumen baru tanpa
kehilangan pelanggan lama.
Profil Singkat Penulis
- Fatkhur Rokhman, S.E., M.M. - Universitas Pancasakti Tegal
- Rikko Saputra, S.E., M.M. Universitas Pancasakti Tegal
- Mas Yusuf Sugiarto, S.E. Universitas Pancasakti Tegal
- Mochamad Farhan Sastro Wijaya, S.E. Universitas Pancasakti Tegal
- Sumarno, S.E. Universitas Pancasakti Tegal
Sumber Penelitian
Rokhman, F., Saputra, R., Sugiarto, M.Y., Wijaya, M.F.S., & Sumarno. Marketing
Strategy of Culinary MSMEs: A Case Study of Martabak Manis Serigala in Adiwerna
Tegal.\
International Journal of Education and Life
Sciences (IJELS), Vol. 4 No. 1, 2026.
DOI:
https://doi.org/10.59890/ijels.v4i1.254
URL resmi: https://ntlmultitechpublisher.my.id/index.php/ijels
.png)
0 Komentar